Search

Dalam Sebulan, 374 Pekerja Asing Masuk Islam di Saudi

Posted by Zam on Wednesday, March 27, 2013


Sebanyak 374 pekerja asing dari berbagai negara mengikrarkan syahadat di Arab Saudi, bulan lalu. Demikian laporan Yayasan Pendidikan Islam (IEF), dikutip Arabnews.com, Kamis (28/3).

Menurut laporan itu, sebagian besar mualaf berasal dari Filipina, Amerika dan Eropa. 154 orang diantaranya adalah pria, sedangkan 220 lainnya adalah wanita. Sebagian mualaf tersebut mengaku, mereka masuk Islam setelah tertarik dengan ajarannya yang disiplin dan logis.

Para mualaf juga mengatakan, masuk Islam adalah langkah terbesar dalam kehidupan mereka.

IEF berdiri sejak tahun 1993. Lembaga dakwah itu memanfaatkan media diskusi, buku, rekaman audio dan kuliah dalam menyebarkan ajaran Islam. Mereka juga mengirimkan ulama ke sejumlah wilayah yang ditempati pekerja asing. Dakwah ini tidak hanya dimaksudkan untuk mengajak pekerja asing guna memeluk ajaran Islam tetapi juga mempromosikan nilai-nilai ajaran Islam. Alhasil, lembaga yang bekerja sama dengan sejumlah perusahaan itu berhasil mengislamkan lebih dari 20 ribu pekerja asing.

Seperti dilansir Republika, puncak dakwah IEF terjadi ketika tragedi 9/11 di mana pekerja asing banyak mencari tahu tentang Islam dan muslim. Dari situlah, sebagian dari mereka mengikrarkan dua kalimat syahadat. [IK/Rpb/Sbl]
More aboutDalam Sebulan, 374 Pekerja Asing Masuk Islam di Saudi

Ukhti, Jangan Sampai Didiskon Apalagi Diobral

Posted by Zam


Bagi yang sering berbelanja di pasar, kita sering menemukan barang diskon dan obral. Apa sebabnya? Mungkin karena barangnya sudah usang atau mendekati kadaluarsa. Atau mungkin mau cuci gudang, dan masih banyak sebab lainnya. Mengapa sampai ada label diskon, tentu karena daya tariknya berkurang, tentu peminatnya juga tidak seberapa. Mengapa sampai diobral? Karena memang mau cuci gudang, sudah tidak update lagi. Jadi yang penting laku.

Apakah obral dan diskon mungkin menimpa diri kita? Tentu saja bisa, kalau kita mengizinkannya. Terjadinya diskon dan obral pada diri kita adalah disebabkan keteledoran kita menjaga izzah kita sebagai perempuan, sebagai tiang negara. Yang seharusnya kita saat ini adalah bunga mawar di tepi jurang, sulit untuk menyentuh apalagi mengambilnya. Bukan seperti bunga di tepi jalan, siapa saja boleh mengambil dan menyentuhnya

Maaf, ukhti kata-katanya mungkin terlalu menyayat luka orang yang didiskon. Lha, orang kok didiskon, emang barang dagangan? Bukan ukhti, itu hanya ibarat untuk diri kita. Kita menarik bukan karena lipstik dan make up kita. Tapi, kita menarik karena seluruh tubuh kita tertutup rapi kecuali wajah dan telapak tangan. Kita menarik bukan karena kecerdasan kita menggoda lelaki sembarangan, tapi kita menarik karena keistiqomahan kita menundukan hati dan pandangan dari yang Allah haramkan.

Lalu ada kasus yang hampir sama, ketika kita jalan-jalan ke toko buku, lalu sampai di sana kita menemukan buku yang tinggal satu-satunya dan itu pun kemasannya sudah sobek atau sama sekali tidak berbungkus lagi. Lalu dengan alasan karena tidak berbungkus tadi kita minta diskon sama penjaga toko. “Mbak, bukunya udah terbuka neh, dan nggak berbungkus lagi, bisa diskon dunk mbak”. Karena alasan yang kita sampaikan bisa diterima pihak toko, mereka pun mengiyakan permintaan kita. Jadilah buku itu didiskon beberapa persen.

Ukhti, jangan sampai kita terkena diskon lalu membuat kita tak berbungkus rapi, tak menutup aurat dan tak menjaga kehormatan diri. Tapi yakinlah ukhti, semakin indah akhlak kita maka akan semakin baik orang yang akan memberi label pada diri kita. Karena orang-orang akan memberikan label pada diri kita sesuai dengan kualitas yang kita miliki. Apabila selama ini kita mengumbar aurat, tentu nilainya beda dengan orang-orang yang tertutup rapi.

Tentu beda ukhti, antara seorang muslimah yang aktivitasnya terjaga dari hal-hal yang Allah haramkan dengan muslimah yang menghabiskan umurnya dengan bermaksiat kepada Allah. Bukan hanya dalam pandangan Allah tapi juga dalam pandangan manusia. Lalu, apa lagi yang membuat kita nyaman mengumbar aurat dan menghabiskan waktu dengan orang-orang yang belum Allah halalkan kita berkhalwat dengannya.

Ukhti, jangan turunkan "bandrol" demi kenikmatan sesaat. Jaga terus labelnya agar tetap memiliki nilai yang tinggi. Semoga kita adalah insan yang senantiasa mulia dalam pandangan-Nya dan indah dalam pandangan orang-orang mukmin karena kegigihan kita menjaga kehormatan diri. Amin. []


Penulis : Aidul Fitri Nasti
Alumni Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Medan
Guru SMK TRITECH INFORMATIKA MEDAN
More aboutUkhti, Jangan Sampai Didiskon Apalagi Diobral

Abraham Samad: Ada yang Mau Kudeta Saya

Posted by Zam


Istilah “konspirasi” yang pernah dilontarkan Anis Matta dalam pidato perdana sebagai Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) agaknya semakin populer, termasuk dalam berbagai varian dan turunannya. Misalnya, “kudeta”. Setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merasa ada yang mau mengkudeta dirinya, kini giliran Abraham Samad menyatakan hal serupa.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menuding ada upaya untuk melakukan kudeta terhadap dirinya. Modusnya, ia mencurigai, ada pihak-pihak tertentu yang dengan sengaja mengarahkan pelaku pembocor surat perintah penyidikan (sprindik) Anas Urbaningrum kepada dirinya.

"Kebocoran sprindik adalah skenario untuk menjatuhkan dan membungkam saya dari KPK," kata Abraham dalam pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (27/3).

Sebelumnya, komite Etik yang dibentuk KPK menyimpulkan bahwa pelaku yang membocorkan surat perintah penyidikan mantan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum adalah salah satu unsur pimpinan KPK.

Sementara itu, Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW) Febri Diansyah menilai pernyataan Abraham itu tidak sehat.

"Ketua KPK tidak perlu reaktif dan resisten. Lagipula Komite Etik belum mengumumkan hasil final,” kata Febri, Rabu (27/3). [JJ/Okz/Mtv]
More aboutAbraham Samad: Ada yang Mau Kudeta Saya

Tak Ada Bukti untuk Menjerat LHI

Posted by Zam


Menyusul penetapan Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) sebagai tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU), kuasa hukum PT Indoguna Utama Bambang Hartono membeberkan bahwa uang Rp 1 miliar yang pernah dikaitkan dengan LHI sebenarnya hanya urusan bisnis antara PT Indoguna Utama dengan Ahmad Fathanah. Tidak ada kaitannya dengan LHI.

Bambang juga membantah adanya aliran dana selain Rp 1 miliar yang menjadi barang bukti penyidik KPK.

"Tidak ada (selain yang Rp 1 miliar)," kata Bambang di gedung KPK, Rabu (27/3).

Bambang menegaskan, uang tersebut tidak ada kaitannya dengan LHI. Selain itu, baik Juard Effendi maupun Arya Abdi Effendi juga mengaku tidak mengenal LHI.

Sedangkan usai pertemuan di Medan yang salah satunya Dirut PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman juga tidak pernah ada lagi pertemuan yang melibatkan kliennya dengan Luthfi.

"Tidak ada lagi, hanya pertemuan di Medan satu kali, itu pun bicara mengenai daging celeng (babi) karena banyak komplain. Karena LHI itu ustaz besar maka merasa bertanggungjawab menyelesaikan ini," tegasnya seperti dilansir Republika, Rabu (27/3).

Sehari sebelumnya, kuasa hukum LHI Zainuddin Paru menilai apa yang dilakukan KPK terhadap kliennya menunjukkan sikap subyektif dan terburu-buru. Ia juga memprotes jika KPK mengarahkan ke luar kasus suap impor daging sapi, sementara kasus lama itu saja belum memiliki bukti.

"Jika diarahkan di luar impor daging ini bentuk kezaliman dan pelanggaran HAM. Kasus yang lama saja belum bisa dibuktikan, apalagi yang baru," ujarnya.

Lebih lanjut, Zainuddin mengatakan pihaknya berencana melakukan upaya hukum terhadap penetapan tersangka kepada Luthfi dalam kasus TPPU. [JJ/Rpb/bsb]
More aboutTak Ada Bukti untuk Menjerat LHI

Zionis Tembaki Pengiring Jenazah, Siswi Palestina Sesak Nafas

Posted by Zam


Entah apa yang ada dalam kepala tentara zionis. Mereka menembaki rombongan pengiring jenazah yang tengah berjalan menuju pemakaman di utara Hebron dengan gas air mata, Selasa (26/3). Serangan dilakukan di sekitar gerbang pemakaman yang tidak jauh dari lokasi sebuah sekolah. Akibatnya, sejumlah siswi mengalami sesak nafas.

Yusuf Abu Maria, aktivis Palestina asal Beit Amr, mengatakan bahwa pasukan penjajah Zionis menyerbu gerbang dekat pemakaman, pada saat proses iring-iringan jenazah. Pasukan Zionis langsung memberondong para pelayat dengan tembakan gas air mata. Tanpa peduli pada jenazah dan prosesi pemakaman yang akan dilakukan, tentara zionis malah meningkatkan serangan tembakan hingga mengakibatkan sejumlah siswi mengalami sesak nafas.

Dari laporan InfoPalestina, diketahui saat itu militer Zionis 'bertugas' mengamankan kebijakan “penutupan militer untuk Tepi Barat karena perayaan hari raya Yahudi.” Namun, haruskah demi 'hari raya' penjajah, muslim Palestina tidak boleh memakamkan jenazah? [IK/IP]
More aboutZionis Tembaki Pengiring Jenazah, Siswi Palestina Sesak Nafas