Search

Showing posts with label Papasakan. Show all posts
Showing posts with label Papasakan. Show all posts

Reporter Terbunuh Pasca Bongkar Minyak Goreng Limbah Restoran

Posted by Zam on Monday, December 2, 2013

Beijing (Jamban Panyileukan) -- Li Xiang (30) seorang reporter mati terbunuh setelah bongkar skandal pengolahan limbah minyak goreng, ditubuhnya ditemukan lebih dari 10 tusukan pisau, kematiannya tragis. Ia dibunuh saat berjalan menuju rumahnya 19 September silam.

Empat hari sebelum ditemukan tewas bersimbah darah, ia mengungkap mengunjungi fasilitas penggolahan minyak yang dicurigai dari olahan limbah bekas.

Bagi masyarakat Cina, Li Xiang berjasa dalam upayanya memberikan pencerahan kepada masyarakat dan memberikan kontribusi kepada lebih dari satu miliar warga Cina. Ia berusaha agar masyarakat lebih memperhatikan kesehatan dan keamanan pangan. Namun penguasa bisnis minyak tak menghendaki kecurangan dan bisnis kotornya dibongkar oleh reporter yang bekerja di Henan Luoyang Television.

Di sinyalir minyak goreng limbah diperoleh dari sampah atau limbah restoran dan sumber lainya yang di peroleh dari saluran pembuangan air baik dari toilet maupun dapur restoran yang kemudian di olah ulang dan dijual kembali ke pasar.

Para ahli dari forum Dosen Farmasi Umum mengatakan bahwa minyak goreng hasil olahan limbah sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker ganas. 

Tips membedakannya Limbah Minyak Goreng :

- "Ambil minyak goreng di rumah dan masukan ke dalam kulkas selama 2 jam, jika ada busa putih, itu artinya Minyak Goreng tersebut adalah minyak goreng hasil Limbah".

Seorang Dokter Cina mengatakan, cara termudah untuk mendeteksi apakah itu adalah Minyak Goreng Limbah atau bukan :

- "Waktu menumis sayur taruh sedikit bawang putih, bawang putih sangat sensitif terhadap Aflatoksin dan Karsinogenik (penyebab kanker), kalau bawang putih berubah menjadi merah itu artinya minyak yang dipakai adalah minyak limbah yang mengandung banyak zat karsinogenik (penyebab kanker). Jika minyak yang baik, bawang putih yang sudah ditumis warnanya akan putih.

Waspada, peran bunda dalam memilih makanan yang sehat dan halal karena tipu daya kapitalis dan orientalis terus merusak tubuh manusia, baik air mineral beracun, makanan dari gelatin babi, jagung beracun hingga pasta gigi berbahaya dari fluoride dan zat lainnya. [CH/ahmad/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/world-world/2013/11/29/27846/reporter-terbunuh-pasca-bongkar-minyak-goreng-limbah-restoran/#sthash.CI08XfLe.dpbs, akses tgl 03/12/2013.
More aboutReporter Terbunuh Pasca Bongkar Minyak Goreng Limbah Restoran

Sup Ari-ari dari Cina

Posted by Zam on Monday, November 25, 2013

Jamban Panyileukan - Setelah Wang Lan melahirkan, ia membawa pulang bayi perempuan dan plasentanya. Ia berniat untuk membuat sup dengan plasenta itu, mengadopsi praktek kuno dalam pengobatan tradisional China.

Manfaat plasenta untuk meningkatkan kesehatan pada baru-baru ini menjadi bahan pembicaraan di berbagai negara barat, dimana beberapa orang meyakini bahwa plasenta dapat membantu mencegah depresi pasca melahirkan, meningkatkan suplai Asi dan meningkatkan level energi.

Placentophagy, praktek memakan plasenta setelah melahirkan, relatif umum di China, dimana praktek itu dianggap mampu mencegah penuaan, dan telah dilakukan selama lebih dari 2.000 tahun.

“Sekarang ini plasentanya ada di dalam kulkas, dan saya menunggu ibu saya datang untuk memasakknya agar dapat dimakan. Setelah dibersihkan, plasenta itu dapat direbus untuk dijadikan sup, tanpa bau amis,” kata Wang, dengan menambahkan bahwa ia yakin itu akan membantunya pulih pasca melahirkan.

Qin Shihuang, kaisar pertama China, disebut-sebut menganggap bahwa plasenta memiliki manfaat kesehatan sekitar 2.200 tahun lalu. Kemudian pada dinasti terakhir China, janda permaisuri Cixi dikabarkan telah memakan plasenta agar awet muda.

Sebuah teks medis klasik dari Dinasti Ming (1368-1644) mengatakan bahwa plasenta “sangat bergizi” dan “jika dilihat untuk manfaat jangka panjang … maka akan membuat panjang umur.”

Media pemerintah China mengatakan bahwa praktek memakan plasenta kembali muncul selama beberapa dekade terakhir. Salah satu rumah sakit bersalin di kota timur Nanjing melaporkan bahwa sekitar 10 persen orang tua baru mengambil plasenta mereka setelah melahirkan.

Naudzubillah, kebudayaan musyrik yang sarat akan kebodohan memang tidak memandang bulu. Di setiap zaman akan terdegradasi moralnya jika kebudayaan kafir musyrik dipertahankan.[sksd/yahoo/afp]

sumber : http://www.shoutussalam.com/2012/06/sup-ariari-dari-cina/, akses tgl 26/11/2013.
More aboutSup Ari-ari dari Cina

Halalkah Makanan Anda?

Posted by Zam

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal dan baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan, karena sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah : 168)

Makanan dalam Kacamata Islam

1. Halal

Menurut Al-Qur’an, makanan yang halal adalah makanan yang baik (thayyib) dan bersih. Halal ini mencakup dzat (produknya) dan asal atau cara mendapatkan makanan tersebut.

2. Mubah

Makanan yang mubah artinya makanan tersebut tidak dilarang juga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi. Status hukum ini dalam keadaan tertentu dapat berubah menjadi haram apabila makanan tersebut ternyata mengandung mudharat yang mengganggu kesehatan maupun mudharat lain yang menyelisihi ketentuan syara’.

3. Syubhat

Makanan yang syubhat artinya makanan tersebut sifatnya meragukan, tidak jelas dasar hukumnya, serta masih menjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama’. Menyikapi makanan seperti ini, hendaknya seorang Muslim menjauhinya atau lebih baik ditinggalkan, karena mendekati perkara-perkara yang syubhat lebih dekat pada hal yang diharamkan (please check HR. Bukhari-Muslim).

4. Makruh

Makanan yang makruh artinya makanan tersebut dibenci atau tidak dianjurkan. Produk-produk yang dimakruhkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah produk yang berpotensi merusakkan jiwa dan menimbulkan gangguan kesehatan.

5. Haram

Makanan yang makruh artinya makanan tersebut dibenci atau tidak dianjurkan. Produk-produk yang dimakruhkan oleh Allah dan Rasul-Nya adalah produk yang berpotensi merusakkan jiwa dan menimbulkan gangguan kesehatan.

Makanan yang haram artinya dilarang untuk dikonsumsi. Konsekuensi dari pelanggaran terhadap larangan ini adalah dosa dan murka Allah. (check QS. Al Maidah : 3). Rambu-rambu produk haram dalam Al Quran dan Sunnah Rasulullah yaitu:

1. Bangkai, kecuali bangkai ikan dan belalang, bangkai binatang yang tidak mempunyai darah mengalir (semut, lebah, dsb), dan tulang dari bangkai, tanduk, bulu, rambut, kuku, dan kulit karena asalnya adalah suci.

2. Darah

3. Daging babi

4. Daging hewan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah

5. Hewan yang disembelih untuk berhala

6. Minuman yang memabukkan

7. Binatang jalalah (binatang yang memakan kotoran/tinja)

8. Binatang buas (bertaring dan bercakar). Check HR. Muslim dan Abu Dawud.

9. Binatang yang disyari’atkan untuk dibunuh (burung gagak, rajawali, tikus, tokek, ular, kalajengking, dan anjing buas). Check HR. Bukhari-Muslim.

10. Binatang yang tidak boleh dibunuh dan dimakan (semut, burung hud-hud, dan burung shurad). Check HR. Nasa’i dan Ahmad.

11. Semua binatang yang kotor, najis, dan menjijikkan

Hukum daging hewan yang  hidup di dua alam (Amphibia):

1. Madzhab Hanafi dan Syafi’i : tidak boleh dimakan karena tergolong hewan yang kotor.

2. Madzhab Maliki : boleh selama tidak ada dalil yang jelas mengharamkannya.

3. Madzhab Hanabilah : haram jika tidak disembelih terlebih dahulu, kecuali bagi hewan yang tidak memiliki darah yang mengalir, seperti kepiting (halal tanpa disembelih terlebih dulu). Menurut Imam Ahmad bin Hanbal, hewan amfibi yang harus disembelih dahulu seperti : burung air, kura-kura, dan anjing laut, karena hewan-hewan ini memiliki darah yang mengalir.

Tata cara makan sesuai syari’at Islam :

1. Mencuci tangan sebelum makan

2. Membaca Basmalah ketika memulai makan

3. Mengambil makanan yang paling dekat dengan tangannya

4. Makan dengan tangan kanan dan menggunakan tiga jari, karena makan menggunakan jari tangan (Jawa: muluk) dapat membantu proses pencernaan, karena jari tangan kita (yang sudah dibersihkan) mengandung bakteri nonpatogen (bukan penyebab penyakit) yang membantu proses pencernaan makanan.

5. Mengunyah makanan dengan perlahan

6. Makan sambil duduk, karena secara fisiologi, makan atau minum sambil berdiri dapat melukai saluran cerna.

7. Tidak meniup makanan yang masih panas

8. Minum dengan tiga kali nafas

9. Mengakhiri makan dengan mengucap Hamdalah

Makanan dan Kesehatan

Fungsi makanan

1. Proses pertumbuhan

2. Sumber energi untuk beraktivitas

3. Menjaga kondisi organ tubuh dalam keadaan optimal

Makanan yang sehat dan seimbang

Makanan sehat adalah makanan yang mengandung nilai gizi yang dibutuhkan tubuh, tidak mengandung BTP (Bahan Tambahan Pangan) yang berbahaya, dan terbebas dari cemaran fisik (serpihan, debu), biologi (mikroba berbahaya), dan kimia (racun). Selain itu yang tak kalah penting juga adalah makanan itu haruslah higienis dan mudah dicerna oleh tubuh.

Sedangkan makanan seimbang itu adalah makanan yang seimbang secara kuantitas (jumlah atau porsinya sesuai dengan yang dibutuhkan tubuh) dan seimbang secara kualitas (kandungan zat gizinya sesuai dengan kebutuhan tubuh)

Produk-Produk yang Perlu Dicermati

Produk babi

1. Daging

2. Lemak, rawan digunakan pada bahan pembuat kue dan kosmetik.

3. Tulang, tepung tulang babi banyak digunakan di Cina sebagai bahan pembuat peralatan dapur.

4. Kulit, banyak digunakan untuk keperluan suntik kolagen.

5. Bulu, rawan digunakan untuk kuas pemoles kue.

Gelatin dan Lesitin

1. Gelatin : produk hewani yang berasal dari jaringan ikat kolagen kulit, otot, atau tulang. Negara Barat lebih banyak menggunakan gelatin babi sebagai bahan baku beberapa produk, karena kualitas gelatin babi lebih cocok digunakan pada produk pangan dibandingkan gelatin sapi atau kambing. Gelatin sapi atau kambing lebih cocok digunakan untuk industri aksesoris. Makanan yang biasanya mengandung gelatin dan harus diwaspadai asal gelatin yang digunakan antara lain : agar-agar, jeli, puding, permen, permen karet, jus buah, es krim, keju, dan margarin.

2. Lesitin : turunan dari senyawa lipida yang tergolong lemak majemuk. Lesitin diperoleh dari ekstraksi zat-zat yang mengandung asam lemak, maka dari itu perlu dicermati darimana lemak tersebut berasal, jika menggunakan lemak hewan, hewan yang digunakan halal atau tidak. Dan jika berasal dari hewan yang halal, cermati pula proses penyembelihannya, syar’i atau tidak.

3. Keju dan Whey

a.  Keju diperoleh dari fermentasi susu yang melibatkan proses enzimatis. Enzim yang digunakan adalah enzim rennin (rennet). Enzim ini diperoleh dari lambung hewan (sapi atau babi), sehingga perlu dicermati darimana enzim tersebut berasal.

b.  Whey merupakan hasil samping pembuatan keju, sehingga jika bahan baku pembuatan keju itu halal, maka dapat dikatakan pula whey yang dihasilkan juga halal.

4. Fast food dan junk food

Contoh fast food antara lain : burger, french fries, mie instan. Dari aspek gizi, fast food adalah makanan yang tinggi karbohidrat, miskin vitamin dan serat, tetapi tinggi kalori, lemak, dan garam. Banyak referensi menyebutkan bahwa fast food menjadi penyebab meningkatnya prevalensi penyakit degeneratif, seperti hipertensi, stroke, dan PJK (Penyakit Jantung Koroner).Sedangkan contoh junk food antara lain : snack-snack ringan yang rasanya gurih, manis, dan asin, misalnya : keripik, coke atau minuman bersoda, permen, dan snack yang manis-manis. Junk food juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya penyakit degeneratif, misalnya : Diabetes Mellitus dan obesitas.

5. Bahan Tambahan Pangan (BTP)

BTP yang rawan status kehalalannya antara lain : pengemulsi (mengandung gelatin atau lesitin), pengembang (mengandung rum atau tidak), pewarna buatan, pemanis buatan.

6. Obat-obatan

Berobat hanya diperbolehkan menggunakan bahan yang halal, kecuali dalam kondisi terdesak (terpaksa, tidak ada alternatif bahan halal lain), maka dibolehkan menggunakan bahan haram yang memang secara ilmiah telah terbukti. Obat-obatan kimia perlu dicermati : asal bahan (misalnya mengandung alkohol atau tidak, biasanya alkohol digunakan sebagai pelarut obat-obatan dalam bentuk sirup), cangkang kapsul (jika obat dalam bentuk kapsul) karena rentan mengandung gelatin.

7. Kosmetik

Kosmetik rawan mengandung organ tubuh manusia yang jelas haram untuk digunakan, seperti : plasenta, kolagen, air ketuban, dan janin manusia.

8. Vaksin

Status vaksin adalah syubhat atau diragukan kehalalannya karena terkait dengan proses pembuatannya yang menggunakan ginjal kera sebagai media perkembangbiakkan virus. Beberapa jenis vaksin yang mengandung bahan-bahan yang diharamkan antara lain : vaksin cacar air, Hepatitis A, dan MMR yang menggunakanfetal cell line yang diaborsi, MRC-5, dan WI-38. Vaksin yang mengandung MRC-5 dan WI-8 adalah contoh vaksin yang mengandung cell line diploid manusia. Menurut Dr. J. Anthony Morris (former chief vaccine control officer and research virologistdari U.S. FDA bahkan menyatakan bahwa vaksin memiliki dampak negatif yang lebih besar dari manfaatnya, karena sebenarnya tubuh secara alamiah memiliki metode imunisasi tersendiri, tergantung pada vitalitas tubuh. Jika vitalitas tubuh baik, maka sistem imun tubuh juga akan baik, begitu juga sebaliknya. Maka yang lebih diperlukan adalah menjaga vitalitas tubuh itu secara alamiah pula.

Konsep imunisasi yang halal yaitu :

1. Memberikan asupan zat gizi yang cukup yang dapat meningkatkan vitalitas dan memperkuat pertahanan atau sistem imun tubuh.

2. Memberikan asupan zat gizi yang dapat meminimalisir melemahnya sistem imun tubuh.

3. Jika menggunakan vaksin, maka gunakanlah bahan yang aman dan halal.

Bagaimana mencegah produk haram yang dikonsumsi oleh masyarakat?

1. Sertifikasi halal dan kualifikasi logo halal pada produk

2. Kesadaran pribadi untuk bersikap selektif dan cermat dalam membeli produk

Oleh: Lanina Lathifa, Semarang

Disarikan dari tulisan Sri Nuryati, S.Si
P.S. Pembahasan di dalam buku aslinya lebih lengkap dan terperinci, karena penulis hanya menampilkan poin-poin yang perlu digarisbawahi. Jadi, untuk lebih lengkapnya silakan baca langsung saja bukunya. Semoga review kecil ini tetap ada manfaatnya. 
sumber : http://www.fimadani.com/halalkah-makanan-anda/, akses tgl 14/11/2013.

More aboutHalalkah Makanan Anda?

Mana yang lebih sehat, sayuran segar atau olahan?

Posted by Zam on Wednesday, November 20, 2013


Jamban Panyileukan - Buah-buahan lebih sehat jika dikonsumsi dalam bentuk segar. Lantas bagaimana dengan sayuran? Ternyata beberapa sayuran lebih sehat jika dikonsumsi dalam bentuk segar atau olahan. Simak selengkapnya seperti yang dilansir dari Health berikut ini.

Asparagus

Sayuran ini dianjurkan untuk dikonsumsi dalam bentuk olahan, terutama kukusan. Sebab asparagus kukus mampu mengeluarkan senyawa yang ampuh melawan kanker.

Bit

Bit kehilangan 25 persen kadar folat jika dimasak. Jadi bit sebaiknya dimakan dalam bentuk segar untuk menjaga nutrisi yang terkandung.

Brokoli

Sama seperti bit, brokoli paling baik dikonsumsi dalam bentuk segar. Sebab ada senyawa khusus dalam brokoli segar yang mampu membersihkan hati dari racun penyebab kanker.

Jamur

Saat mengonsumsi jamur, jangan lupa memasaknya terlebih dahulu. Entah itu direbus, dipanggang, atau dikukus, jamur mengandung lebih banyak kalium setelah diolah jadi masakan.

Bawang bombai

Cukup iris dan langsung makan bawang bombai dalam bentuk segar. Kandungan senyawa bernutrisi di dalam bawang bombai segar jauh lebih banyak daripada jika makanan ini dimasak.

Paprika merah

Vitamin C pada paprika merah akan hancur jika digoreng atau dipanggang di atas suhu 190 derajat Celsius. Maka dari itu, konsumsi paprika merah dalam bentuk segar saja.

Bayam

Bayam perlu diolah menjadi masakan jika ingin mendapatkan nutrisi kalsium, zat besi, dan magnesium yang lebih tinggi. Sementara bayam segar tidak mengandung nutrisi setinggi itu.

Tomat

Bagaimana dengan tomat, lebih sehat dimakan langsung atau diolah dahulu? Ternyata jawabannya adalah dimasak karena kandungan nutrisi pelawan kanker pada tomat olahan jauh lebih tinggi daripada yang segar.

Itulah berbagai sayuran yang ternyata lebih sehat jika dimakan dalam bentuk segar, sementara yang lain lebih dianjurkan untuk dikonsumsi setelah diolah.
 [riz]

Reporter : Rizqi Adnamazida
sumber : http://www.merdeka.com/sehat/mana-yang-lebih-sehat-sayuran-segar-atau-olahan.html, akses tgl 17/10/2013.

More aboutMana yang lebih sehat, sayuran segar atau olahan?