Search

Remaja Afghanistan Bunuh Tentara AS

Posted by Zam on Monday, April 1, 2013

Satu lagi tentara Amerika Serikat (AS) tewas di Afghanistan. Uniknya, tentara tersebut tewas bukan karena bom atau serangan bersenjata kelompok pejuang Afghanistan. Ia tewas oleh seorang remaja yang menyerangnya dengan sebilah pisau.

Menurut pejabat senior setempat Zalmai Khan, remaja yang diyakini berusia 16 tahun itu berhasil melarikan diri ke perbatasan Pakistan usai melakukan serangan. Ia dinyatakan bukan anggota pasukan keamanan Afghanistan, tetapi Zabiullah Mujahid menyebutkan ia pernah terlibat dengan sebuah organisasi pendukung kemerdekaan Palestina.

Russia Today melaporkan, Senin (1/4), prajurit AS berusia 26 tahun itu ditusuk dengan pisau besar saat berada di distrik Shinwar Provinsi Nangarhar. Dua sumber yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, penyelidikan atas insiden itu sedang dilakuan.

Seakan menutupi tewasnya tentara oleh serangan remaja ini, Pentagon menyatakan Sersan Cable tewas di Afhanistan pekan lalu karena luka yang dideritanya. [IK/Hdy]
More aboutRemaja Afghanistan Bunuh Tentara AS

Ketika Ikhwan Memilih Pendamping Hidupnya

Posted by Zam


“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal di antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.”

(HR Bukhari secara mu’allaq dari ‘Aisyah, dan Muslim dari Abu Hurairah)

“Ikhwan zaman sekarang itu pemilih dhek“ Ucapan itu meluncur begitu saja dari lisan murabbiyah pertamaku ketika kami duduk bersama di satu walimah. Aku hanya tersenyum simpul sambil menganggukkan kepala.
“Wajar mbak... mihwarnya sudah beda... dulu dan sekarang,” Demikian jawabku dengan entengnya. Sebuah jawaban “cerdas” yang sering kami, generasi terkini dakwah, pakai pula sebagai alasan ketika kami “kepepet” dengan komitmen dan tuntutan tertentu dalam dakwah.

Kemudian beliau mulai berkisah tentang fenomena seperti ini yang beliau alami beberapa hari sebelum kami bertemu. Ada seorang ikhwan “generasi terkini” yang minta bantu untuk diproseskan. Si perantara sudah mengiyakan untuk membantu. Tak lama data pun diberikan pada si ikhwan. Data istimewa. Yang menurut si perantara profil akhwat yang diberikan tersebut layak disebut qualified, sebab si akhwat cukup berkibar kiprahnya dalam dakwah. Akhwat pintar, demikian puji beliau. Alih-alih bisa berlanjut ke proses selanjutnya, malah kalimat menggemaskan yang beliau dapat, “Waah... kira-kira ada yang lebih sedap dipandang lagi ndak ya?”. Gubraaaaak!!!!

Tidak sepenuhnya salah ketika seorang laki-laki memilih wanita yang cantik parasnya. Dan Islam pun memperbolehkan itu.Bahkan Rasulullahpun menganjurkan untuk nadhor, melihat lebih dahulu calon pasangan sebelum seorang sahabat beliau memutuskan meminang dan menikahi seorang perempuan kala itu. Sebab Islam menghargai sisi–sisi manusiawi yang memang lumrah dalam diri lelaki. Dan Rasulullah pernah memberi bingkai yang jelas mengenai ini dalam sabdanya.

“Seorang wanita dinikahi karena empat perkara: karena hartanya, keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah wanita yang mempunyai agama, niscaya kamu beruntung” (HR. Bukhari dan Muslim)

Bagi saya pribadi, adalah sebuah kebebasan bagi semua laki-laki untuk memilih, berdasarkan alasan yang mana dia menikahi seorang wanita. Sebab harta. Sebab nasab baik yang terjaga. Sebab indahnya raga. Ataukah sebab keindahan akhlaq dan agamanya. Dan yang terakhir itulah alasan yang teragung dan pasti beruntung. Demikian janji rasul-Nya, terserah mau memilih yang mana. Dan dari sanalah gambar diri seorang lelaki terpantul. Apakah ia lelaki lumrah sebagaimana biasa atau justru ia lelaki luar biasa.

Dan lelaki berikut ini adalah sedikit contoh nyata. Mereka memilih menjadi lelaki luar biasa.

Jabir bin Abdillah bin Amru bin Haram. Kisahnya cukup banyak dikenal. Suatu ketika ia bertemu dengan Rasulullah, beliau bertanya “Wahai Jabir, apakah benar engkau telah menikah?”. Jabir menjawab “Betul, wahai Rasulullah”. Beliau bertanya, "Dengan perawan ataukah dengan janda?" Jabir menjawab, “Dengan janda.” Beliau bertanya, “Mengapa kamu tidak menikah dengan seorang perawan, sehingga kamu bisa bercanda dengannya?” Jabir menjawab, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai beberapa orang saudara perempuan, dan aku khawatir jika istriku menjadi penghalang hubunganku dengan mereka.” Beliau bersabda, “Sudah benar jika memang demikian. Sesungguhnya, seorang perempuan itu dinikahi karena agamanya, hartanya, dan kecantikannya. Hendaklah kamu mengutamakan perempuan yang memiliki agama, niscaya kamu tidak akan merugi.”. Dan sekarang kita tahu, ternyata kisah Jabir bin Abdillah yang melatar belakangi hadist Nabi yang saya kutip di atas.

Lelaki kedua, Usamah bin Zaid bertemu dengan wanita luar biasa, Fatimah binti Qais. Dikisahkan Fatimah binti Qais telah ditalak sebanyak tiga kali oleh suaminya. Kemudian beliau mendatangi Rasulullah. Rasululllah kemudian memerintahkan “Tungggulah masa iddah mu dan jika telah selesai kabarkan padaku.” Saat masa iddahnya selesai, Rasulullahpun beliau kabari. Kemudian datanglah Mu’awiyah maju melamarnya, juga Abu Jahm, dan Usamah bin Zaid. Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Adapun Mu’awiyah, ia seorang fakir yang gemar memukul wanita. (Menikahlah) dengan Usamah bin Zaid.” Fathimah berkata dengan tangannya yang bergerak-gerak demikian (mungkin sebab tak setuju), Namun Rasulullah berkata, “Taat kepada Allah dan taat kepada Rasul-Nya adalah lebih baik bagimu.” Pada akhirnya Fathimah berkata, “Maka aku pun menikah dengannya dan aku menjadi gembira.”

Yang ketiga ini mungkin bukan sahabat yang hidup pada zaman Nabi. Lelaki ini hidup di zaman ini. Saya mengenal beliau dan istrinya sejak keduanya belum menikah. Bersama salah seorang akhwat yang lain, mereka bertiga bekerja sama merintis sebuah usaha bersama. Sebuah toko buku dan majalah, Jendela Ummi namanya. Dan saya salah seorang pegawainya kala itu. Di mata saya keduanya orang yang baik, sholih dan sholihah. Apalagi setelah lebih dalam mengenal beliau berdua saat berkecimpung aktif di harakah dakwah..

Yang muslimah seorang wanita cerdas lulusan universitas kedokteran terkenal di Jawa Timur. Beliau seorang akhwat paling lembut, sabar dan telaten yang pernah saya kenal. Terus terang, hingga sekarang belum pernah saya melihat guratan marah di wajahnya. Sejak saya hanya menjadi pegawainya sampai menjadi ustadzah pengajar untuk kedua anaknya di sekolah. Dan akhwat-akhwat lain yang saya temui pun, berkata yang serupa. Beliau orang baik. Begitupun lelaki ini atau ikhwan lebih tepat saya menyebutnya, tak kalah sabar, lembut tapi lugas jika berkata-kata. Begitu amanah mengemban tugas-tugas dakwahnya.

Pernah terlintas di pikiran saya ketika itu, pasti akan “klop” jika keduanya bersatu. Sudah saling kompak saat menjalankan usaha yang dirintis bersama. Sebuah pikiran kekanak-kanakan saat saya masih muda dulu. Ah tak mungkin… jurang usia mereka terlampau jauh. Yang muslimah cukup matang untuk seorang lelaki muda. Tak hanya itu, strata pendidikan mereka juga tak serupa. Dokter yang hampir lulus S2 disandingkan dengan lulusan Diploma. Terlebih, keluarga apa mungkin merestui dengan latar belakang yang begitu.

Tapi hari itu saya begitu terkejut dan hanya bisa berucap Subhanallah… Maha Suci Allah.tanpa disangka-sangka kartu undangan pernikahan mereka tiba. Dan saat menghadiri walimah keduanya terselip do’a terindah. Semoga pernikahan mereka Sakinah, Mawadddah,wa Rahmah. Semoga pernikahan suci mereka abadi hingga Jannah.

Dan saya percaya, sosok lelaki luar biasa tidak hanya mereka. Masih banyak lagi yang ada di luar sana. Bagi wanita, muslimah, akhwat baik yang mungkin tak cantik di pandangan dunia. Teruslah mempercantik diri di hadapanNya. Sebab Rasulullah sedikit memberi kabar gembira.

“Ruh-ruh itu ibarat prajurit-prajurit yang dibaris-bariskan. Yang saling mengenal di antara mereka pasti akan saling melembut dan menyatu. Yang tidak saling mengenal di antara mereka pasti akan saling berbeda dan berpisah.” (HR Bukhari secara mu’allaq dari ‘Aishah, dan Muslim dari Abu Hurairah)

Salim A. Fillah mengurai hadits di atas dengan jelas. Ruh itu seperti tentara. Ada sandi di antara mereka. Imanlah yang menjadi sandinya. Yang jika kadar iman serupa. Cukup itu saja. Keduanya akan sepakat, bergerak apa satu tujuan yang diyakini. Cinta Ilahi. Jika sebaliknya, maka keduanya akan berbeda. Dan sejak awal tak hendak menyatu. Wallahu a’alam bish shawab. [Kembang Pelangi]
More aboutKetika Ikhwan Memilih Pendamping Hidupnya

Bunda, Beginilah Tahapan Bermain Anak Kita

Posted by Zam


Bermain adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak-anak. Tapi seringkali para orang tua tidak tahu bermain seperti apa yang sesuai tahap perkembangan anak-anak, sekaligus disenangi oleh mereka.

Ada empat tahapan bermain anak yaitu sensori, bermain dengan alat, bermain peran, dan bermain kerjasama. Pada bermain sensori anak diajak bermain pada hal-hal yang dapat menstimulus sensori mereka, seperti bermain air, pasir, dan sejenisnya. Tetapi, fakta berkata lain. Banyak orang tua yang tidak mengetahui akan pentingnya tahap bermain ini sehingga mereka melarang anak-anak untuk bermain pasir atau air dengan alasan kotor. Padahal di situlah waktu mereka distimulus sensori tangan, kaki, dan organ sensori lainnya untuk lebih peka. Jika tahap ini tidak dituntaskan dengan baik, kelak ketika dewasa akan membawa kerugian bagi dirinya dan orang lain.

Mengapa? Karena anak yang sensori motoriknya belum tuntas di usia 2 tahun akan cenderung tidak mudah mengolah emosi dan agresif sekalipun mereka pintar. Bagaimana cara mengetahui tingkat ketuntasan anak dalam tahap bermain sensori ini? Hal ini bisa dideteksi saat anak bermain pasir. Jika mereka bermainnya dengan berguling-guling atau pasirnya hanya “dicuil-cuil”, itu menandakan bahwa sensori motoriknya belum tuntas. Sedangkan anak yang sensori motoriknya sudah tuntas, biasanya akan membuat bangunan dari pasir itu atau sesuatu yang kreatif.

Kemudian untuk bermain dengan alat, kenapa hal ini dirasa perlu tidak lain agar anak belajar untuk menggunakan bermacam-macam peralatan sebagai persiapan hidup mereka kelak saat dewasa (Life Ready). Sebagai contoh, saat bermain mereka harus mengambil dan meletakkan alat pada tempatnya. Misalkan dalam sebuah nampan. Kenapa? Hal ini sebagai pembelajaran mereka jika kelak mereka harus bekerja sebagai dokter, perawat, atau yang lainnya yang membutuhkan ketelitian dan kerapian meletakkan alat. Bagaimana jadinya seorang perawat yang meracik obat jika obatnya saja tercampur atau tertukar tempatnya?

Tahap selanjutnya yaitu bermain peran. Nah, tahap ini juga tidak kalah penting. Anak bisa diajak untuk menjadi dokter-dokteran, keluarga-keluargaan, tamu-tamuan dan bermain peran sejenisnya. Namun pada dasarnya, secara alamiah ketika bertemu dengan teman-teman sebaya, anak secara otomatis melakukan permainan peran ini. Dengan bermain peran, anak-anak bisa diajak menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku dan nilai, dengan tujuan untuk menghayati perasaan, sudut pandang dan cara berfikir orang lain.

Dari situ anak akan belajar bagaimana seharusnya berbuat ketika berada pada posisi tertentu. Bagaimana menjamu tamu, misalnya. Bagaimana sulitnya menjadi seorang ibu, bagaimana harus berbelanja yang benar dan lain sebagainya.Memang penting? Penting sekali. Jangan sampai hal penting seperti ini baru mereka pelajari saat mereka sudah dewasa. Hal itu tidak akan menjadi suatu kebiasaan. Ingat kan pepatah: Bisa karena biasa.

Tahapan yang terakhir yaitu bermain kerjasama. Tahap ini juga sangat penting agar kalau sudah besar mereka bisa bekerja dalam kelompok dengan segala bentuk aturan yang mengikat dalam sebuah kerjasama. Mereka perlu tahu, bahkan perlu bisa, sejak dini.

Nah bunda, semoga kita bisa membersamai ananda bermain sesuai dengan tahapan bermain anak. Sehingga selain mereka enjoy, perkembangan emosi mereka juga terjaga.[Gresia Divi]
More aboutBunda, Beginilah Tahapan Bermain Anak Kita

Sosialisasikan Program Kerja, Jokowi Gandeng LDII

Posted by Zam


Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi menggandeng Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) untuk mensosialisasikan program kerjanya, baru-baru ini. Jokowi mengandalkan LDII karena menurutnya ormas yang pernah dinyatakan sesat oleh MUI itu ada di mana-mana.

“Saya hanya ingin menyampaikan hal-hal yang berkaitan dengan program pemerintah yang nanti bisa dikaitkan dengan LDII,” kata Jokowi di kantor DPP LDII DKI Jakarta, Kamis (28/3) lalu, sembari menyebut program-program seperti normalisasi Sungai Ciliwung, Kali Sunter, Pesanggrahan, dan Angke yang harus memindahkan sebagian warga yang tinggal di tepi sungai.

“Kan LDII di mana-mana, titip-titip kalau imam di masjid tolong sampaikan bahwa tinggal di badan sungai melanggar aturan,” kata Jokowi.

Jokowi mengakui tokoh agama lebih mudah mendekati masyarakat karena lebih dipercayai masyarakat, sedangkan dia sendiri mengaku sudah melakukan pendekatan sosial seperti beberapa kali mendatangi warga di bantaran kali dan sungai.

“Tapi saya ke sana belum ngomong soal pemindahan atau relokasi. Cuma bagi-bagi tas, buku dan beras,” katanya.

Jokowi juga meminta tokoh agama ikut menyampaikan soal penggunaan Kartu Jakarta Sehat (KJS) karena selama ini banyak warga yang langsung mendatangi rumah sakit tanpa meminta rujukan Puskesmas terlebih dahulu. “Ya jelas aja rumah sakit jadi penuh,” katanya.

Seperti dilaporkan Fimadani, LDII adalah ormas yang pada masa lalu bernama Islam Jamaah, kemudian berganti nama menjadi Lemkari. Islam Jama’ah atau Darul Hadits telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Setelah itu ia berganti nama menjadi Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada 13 Januari 1972. Tanggal tersebut dipakai juga sebagai tanggal berdirinya LDII dalam anggaran dasarnya. [IK/Fmd/bsb]
More aboutSosialisasikan Program Kerja, Jokowi Gandeng LDII

Alhamdulillah, Ongkos Naik Haji 2013 Turun

Posted by Zam


DPR RI dan pemerintah akhirnya menyepakati turunnya Biaya Penyelenggaraan Haji Indonesia (BPIH) tahun 2013. Dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan Kementerian Agama, Senin (1/4), disepakati BPIH rata-rata sebesar 3.527 dolar AS atau turun 90 dolar AS dari tahun lalu sebesar 3.617 dolar AS.

"Turunnya BPIH sudah disepakati dalam rapat kerja Komisi VIII dengan Kementerian Agama," kata Anggota Komisii VIII Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Ledia Hanifa Amalia pada Republika, Senin (1/4).

Ledia menambahkan, BPIH yang langsung dibayarkan jamaah mencakup biaya penerbangan, pemondokan di Makkah dan Madinah serta 'living allowance'. Namun, tambah Ledia, pemerintah memberi subsidi pada BPIH sebesar 30 persen. Pemberian subsidi sebesar ini diambil dari dana optimalisasi setoran awal jamaah.

"Subsidi ini diberikan untuk subsidi pemondokan di Makkah dan sewa hotel di Madinah," tambah wakil ketua Fraksi PKS ini.

Dalam mata uang rupiah, BPIH tahun ini rata-rata sebesar Rp 33.859.200. Untuk masing-masing embarkasi di Indonesia, besaran BPIH bermacam-macam.

Dari 12 embarkasi, BPIH paling besar ada di embarkasi Makasar dengan 3.807 dolar AS. Sedangkan embarkasi yang paling murah BPIHnya adalah embarkasi Aceh dengan 3.253 dolar AS.

Selain dua embarkasi tersebut, BPIH 10 embarkasi lainnya antara lain, embarkasi Solo sebesar 3.542 dolar AS, Surabaya 3.619 dolar AS, Banjarmasin 3.733 dolar AS, Balikpapan 3.744 dolar AS, Lombok 3.782 dolar AS, Medan 3.263 dolar AS, Batam 3.357 dolar AS, Palembang sebesar 3.381 dolar AS, Padang 3.329 dolar AS dan embarkasi Jakarta sebesar 3.522 dolar AS. [IK/Rpb]
More aboutAlhamdulillah, Ongkos Naik Haji 2013 Turun