Search

Showing posts with label Tokoh. Show all posts
Showing posts with label Tokoh. Show all posts

Bunda Ratu: Bunda Putri diamankan Ani Yudhoyono di Cikeas

Posted by Zam on Monday, December 9, 2013

Jamban Panyileukan - Seorang wanita setengah baya tiba-tiba saja mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sore ini. Tidak jelas siapa wanita ini sebenarnya. Wanita yang mengenakan baju putih, kerudung hitam dan berkacamata ini mengaku sebagai penasihat spiritual KPK.

Sebagai penasihat spiritual, Yenny mengaku ditugaskan KPK untuk menunjukkan keberadaan Bunda Putri yang hingga saat ini masih misterius. Atas pekerjaannya ini, Yenny mengaku digaji Rp 10 juta oleh KPK.

Yenny memiliki nama lengkap Raden Ayu Yenny Meiliana. Wanita yang akrab disapa Bunda Ratu ini mengungkapkan, Bunda Putri tengah diamankan Ibu Ani Yudhoyono di Cikeas, Jawa Barat.

"Aku tahu, Bunda Putri itu adanya di Ibu Ani Yudhoyono. Pak SBY juga engga tahu, makanya kau bantu buat Pak SBY," ujar Yenny Meiliana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/10).

Bahkan, dia juga menunjukkan pesan singkat dari Ani Yudhoyono yang mengatakan tidak mengenal Bunda Ratu. Padahal, Bunda Ratu menegaskan dirinya kenal baik dengan keluarga Ani, termasuk sang ayahanda Sarwo Edhie.

"Aku kan sering ke Istana. Sebenarnya kalau dibilang dekat, ya lebih kenal baik bapaknya, Sarwo Edhie, dulu kenal baik," kata dia.

Bunda Ratu juga membeberkan tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah merupakan orang dekat Ani Yudhoyono. Selain itu, dia juga mengaku kenal dekat dengan para pejabat di Indonesia termasuk Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Pak Sudi kenal aku. Ibas juga kenal aku, kenal baik. Tanya aja Pak Sudi sekarang," pungkas dia.
[lia]

Reporter : Saugy Riyandi
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/bunda-ratu-bunda-putri-diamankan-ani-yudhoyono-di-cikeas.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutBunda Ratu: Bunda Putri diamankan Ani Yudhoyono di Cikeas

Agung Laksono benarkan Bunda Putri anak tokoh Golkar Ahmadi

Posted by Zam

Jamban Panyileukan - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono membenarkan Bunda Putri adalah anak mantan pengurus Golkar DKI Jakarta, Ahmadi. Namun ia membantah jika Bunda Putri aktif di partai pimpinan Aburizal Bakrie itu.

"Setahu saya betul, kan saya pengurus Golkar DKI, bos saya almarhum Haji Ahmadi," jelas Agung di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini hanya tahu sebatas Bunda Putri adalah anak dari Ahmadi, purnawirawan mayor jenderal. Dia mengaku tak tahu menahu soal sosok Bunda Putri dengan aktivitasnya yang diduga banyak kenal pejabat tinggi negara.

"Saya enggak tahu, saya tahunya anak Pak Ahmadi saja," imbuhnya.

Agung menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak perlu turun tangan langsung mengungkap siapa Bunda Putri itu. Dia berpandangan, sebaik suami dari Bunda Putri sendiri yakni, salah satu Dirjen di Kementerian Pertanian yang seharusnya menjelaskan siapa Bunda Putri itu.

"Menurut saya, suami Bunda Putri pejabat tinggi, jelasin sendiri saja," terang dia.

Agung menegaskan jika Bunda Putri bukan kader Partai Golkar. Dia juga tak tahu apa kegiatan pemilik nama asli Non Saputri itu selama ini.

"Oh bukan (kader Golkar). Bukan aktivis, saya enggak tahu pebisnis atau enggak," pungkasnya.
[ren]

Reporter : Randy Ferdi Firdaus
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/agung-laksono-benarkan-bunda-putri-anak-tokoh-golkar-ahmadi.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutAgung Laksono benarkan Bunda Putri anak tokoh Golkar Ahmadi

Gita Wirjawan: Bunda Putri tiba-tiba nyalip nyematin pin

Posted by Zam

Bunda Putri bersama Gita Wirjawan
Jamban Panyileukan - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal sosok Bunda Putri yang menyematkan pin padanya saat berlangsung Musyawarah Nasional 2 Barisan Indonesia.

"Betul itu foto saat 'nyematin' pin. Itu yang mau nyematin harusnya orang lain, tapi tidak tahu dia (diduga Bunda Putri) tiba-tiba nyalip mau 'nyematin' gitu," katanya usai mengisi kuliah umum di Semarang, Selasa (22/10).

Sebelumnya, beredar foto yang diduga sosok Bunda Putri tampak menyematkan pin kepada Gita saat terpilih sebagai Ketua Umum pada Munas Barindo yang berlangsung di Hotel Meritus, Surabaya, 23-24 Agustus lalu.

Meski demikian, pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok dalam foto yang tengah menyematkan pin yang disebut-sebut sebagai Bunda Putri itu.

"Saya ini kan salaman dengan ratusan orang. Saya selalu 'ngasih' sikap baik, tetapi kan belum tentu kenal," kata Gita.

Nama Bunda Putri mencuat setelah pada sidang 10 Oktober 2013, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menyebutkan bahwa Bunda Putri mengenal PresidenSBY dan dapat memberikan informasi akurat mengenai kebijakan pemerintah.

Presiden Yudhoyono sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tidak benar, dan ia sama sekali tidak mengenal sosok Bunda Putri yang namanya dikaitkan dengan dirinya.

Mengenai keterangan bahwa ada orang yang disebut Bunda Putri dekat dengan Presiden, SBYmengatakan seharusnya perangkat lembaga kepresidenan mengetahui hal itu.

Presiden mengatakan, dirinya telah mengecek semua perangkat lembaga kepresidenan, ajudan, keluarga bahkan catatan-catatan pesan singkat melalui telepon selular, daftar tamu yang ingin bertemu Presiden dan hal lainnya, namun semuanya tidak menunjukkan adanya orang yang disebut Bunda Putri.
[tts]

Reporter : Mustiana Lestari
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/gita-wirjawan-bunda-putri-tiba-tiba-nyalip-nyematin-pin.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutGita Wirjawan: Bunda Putri tiba-tiba nyalip nyematin pin

Merindukan Pemimpin Seperti Umar

Posted by Zam on Saturday, December 7, 2013

PENJAGAAN dan kehati-hatian yang dimiliki Umar bin Khattab ra. saat menjadi pemimpin sungguh luar biasa. Keadilan, kedermawanan, dan ketulusan kepada rakyatnya, ternyata sangatlah cocok untuk dijadikan sebuah teladan yang baik bagi para pemimpin di Indonesia. Di tengah-tengah kesibukannya dalam mengayomi rakyat, beliau berkata “Siapa yang ingin mengambilnya (kepemimpinan) dengan semua isinya? Aku ingin sekali lolos darinya, tak ada tanggung jawab dan hak bagiku.”

Dari tawaran tersebut, diceritakan, bahwa Umar memiliki rasa takut yang luar biasa dari melalaikan kepentingan rakyatnya. Sehingga, ia tidak bisa tidur kecuali sekejap. Dalam keadaan duduk beliau berkata, “Jika aku tidur di siang hari, maka aku telah melalaikan hak-hak rakyat. Jika aku tidur di malam hari, aku melalaikan diriku. Lalu, bagaimana aku akan tidur pada dua waktu ini?”

Dari ungkapan Umar di atas, tidaklah jarang dari kebanyakan para pemimpin kita yang “tertipu” dan tidak menyangka bahwa dirinya telah berada di jalan penguasa yang adil, benar, dan bijaksana. Bahkan mereka berbondong-bondong untuk mencalonkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang mampu mengubah segalanya, termasuk memakmurkan rakyat. Jika memang punya tujuan yang sangat mulia itu, tentu tidak ada masalah. Karena, kita akan memiliki pemimpin yang paling giat dan bijaksana dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan kebijaksanaan.

Mengenai masa depan Indonesia, tentu kita memerlukan seorang pemimpin yang memiliki kriteria-kriteria pokok yang menyegarkan, menyadarkan, berani ambil resiko, berani tidak populer, bukan penakut, jujur, dan punya hati. Jati diri seperti inilah yang didamba-dambakan oleh rakyat. Namun jika sebaliknya, kekuasaan yang cenderung koruptif, yakni nafsu membesar sekaligus mempertahankan kekuasaan. Maka kekacauan dan kecemasan inilah yang kita hadapi sekarang. Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan sedikit demi sedikit. Karena, perubahan yang mendadak mudharatnya lebih besar dari pada manfaatnya untuk rakyat.

Tuhan menciptakan umat manusia dalam jumlah banyak tentu dengan bibit-bibit pemimpin yang banyak juga. Tidaklah mungkin Allah menghendaki pemimpin tunggal sepanjang masa. Tetapi, di manakah benih pemimpin yang berjiwa Tuhan itu?

Mahalnya ketulusan

Ketika pemimpin mulai enteng dan menyatakan “semua diserahkan dalam proses hukum” dan mengabaikan suara rakyat, saat itu hilanglah kekuasaan etikanya. Pernyataan ini menegaskan sikap tidak masuk akal, karena tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Artinya, pernyataan hanya sekedar bentuk komunikasi basa-basi yang tidak menyampaikan kenyataan.

Ketulusan , kebijakan, dan keadilan hanya akrab dibicarakan dalam aora agama. Berbeda dengan kebohongan dan keluguan, kebusukan yang seharusnya tampak mendesak ditampilkan, tetapi malah tertutup oleh kepercayaan dan kebenaran yang berlebihan. Akhirnya yang terjadi, praktik politik masa kini identik dengan kebohongan. Sehingga, dengan mudahnya, kebohongan tergelincir lalu diamini dengan kepentingan diri-sendiri.

Tak hanya itu, sidang pengadilan tidak lagi berfungsi sebagai proses peradilan, tetapi menjadi tempat pembesaran dan pelanggengan kekuasaan. Ditambah lagi kekuasaan sebagai lahan mengumbar nafsu ketamakan, kebohongan pun dianggap sebagai kebenaran. Sehingga, keluguan dan kejujuran menjadi barang mewah, dan kebenaran menjadi sebuah kemustahilan. Pelan tetapi pasti, ketulusan, kebajikan, dan keadilan itu mulai ditinggalkan. Sebab yang dikembangkan diperpolitikan dengan penuh rekayasa.

Dari kebobrokan yang sudah mendarah daging di negara kita ini, tentu sangat diperlukan sosok pemimpin yang seperti Umar bin Khattab demi menghilangkan kemungkaran dan menghapus bekasnya serta tidak memberi kesempatan bagi seorangpun untuk menampakkan perbuatan busuknya. Jika ada yang menampakkannya walaupun sedikit, hendaklah langsung ditegur dengan keras dan dihukum dengan hukuman yang setimpal sesuai yang diharuskan oleh syariat yang mulia atau kebijakan penguasa (UURI).

Jika kondisi bangsa yang superbahaya ini dapat teratasi oleh datangnya pemimpin baru, insya Allah negara ini akan selalu berhati nyaman. Tapi jika sebaliknya, dan diterus-teruskan, potensi gagal tanpa sadar pasti terpupuk walau dibantah. Itulah perlunya selalu ada yang “menjadi kumbang untuk menyengat kuda Athena yang maunya tidur saja,” (Socrates).

Bila nurani kita masih berfungsi dan bekerja dengan baik, akal tentunya juga ikut tertata rapi. Dengan nurani dan akal itulah kita dapat terdorong untuk mengembalikan ketulusan, kebijakan, dan keadilan. Namun, yang kita saksikan dewasa ini adalah sebuah unjuk rasa ketidakadilan yang sangat meluas.

Di sinilah, kita semua perlu memperbaiki diri. Merenunglah, bahwa di dunia yang fana ini, segala sesuatu itu ada batasnya. Dalam bahasa Al-Quran, batas itu disebut ajal. Hanya saja, dalam menghampiri batas atau ajal itu ada dua yang dapat diambil. Yaitu, yang baik dan yang buruk. Kalau kita memilih yang baik, tentu akan sampai pada akhir yang baik. Demikian pula sebaliknya.

Sungguh Allah Maha Penyayang, yang selalu memberikan kesempatan kepada semua hamba-Nya untuk memperbaiki diri. Mengapa seorang pemimpin yang berperilaku bejat, koruptor, dan jahat terhadap rakyatnya masih diberi kenyamanan dan umur panjang? Tak lain, karena Allah memberi kesempatan untuk bertaubat. Namun, bila kesempatan panjang itu tidak dimanfaatkan, barulah Allah membuat perhitungan yang sangat dahsyat. Wallahu a’lam, hanya Allah saja yang mengetahui, apa yang bakal terjadi. []

Oleh Ach Fawaid, Pengamat Keagamaan, aktif di Kajian Malam Jum’at Darlingan di Garawiksa Institute Yogyakarta.
Redaktur: Saad Saefullah
sumber : http://www.islampos.com/merindukan-pemimpin-seperti-umar-89198/, akses tgl 07/12/2013.
More aboutMerindukan Pemimpin Seperti Umar

Ini Dia Orang Paling Berpengaruh di Dunia dalam Bidang Seni

Posted by Zam

SYEIKHA al-Mayassa al-Thani, dikabarkan masuk nominasi sebagai tokoh yang paling berpengaruh di bidang seni kontemporer dunia. Mayassa tidak lain adalah saudara perempuan Emir Qatar, Syeikh Hamad bin Khalifa al-Thani.

Syeikha al-Mayassa al-Thani telah menduduki posisi paling atas di daftar ‘Power 100’ yang diadakan tahunan oleh majalah Art Review.

Kantor berita BBC mengutip majalah Art Review pada Sabtu (7/12/2013) menyatakan bahwa  al-Mayassa berhak menempati posisi paling atas, karena lembaganya telah menjalankan program besar-besaran untuk membeli benda-benda seni dari berbagai rumah lelang di seluruh penjuru dunia.

Menurut Art Review, Museum Qatar telah membelanjakan dana rata-rata 1 miliar USD per tahun untuk membeli benda-benda seni yang kemudian disimpan di berbagai museum di negara itu.

Saudara perempuan emir Qatar ini pertama kali muncul dalam daftar Power 100 versi Art Review dua tahun lalu. Al-Mayassa juga pernah menempati peringkat 11 pada tahun lalu. [sm/islampos/bbc/ar]

sumber : http://www.islampos.com/ini-dia-orang-paling-berpengaruh-di-dunia-dalam-bidang-seni-89208/, akses tgl 07/12/2013.
More aboutIni Dia Orang Paling Berpengaruh di Dunia dalam Bidang Seni

Toby Abbott: Australia Tak Akan Hentikan Kegiatan Intelijen di Indonesia

Posted by Zam

PERDANA Menteri Australia Tony Abbott menyatakan bahwa Australia sama sekali tak akan menghentikan kegiatan mata-mata di Indonesia.

Menurut Abbot, Indonesia juga tak akan berhenti melakukan kegiatan spionase di Australia.

Abbot menyatakan bahwa  tak ada alasan untuk menghentikan kegiatan mata-mata Australia di Indonesia. “Indonesia juga pasti tidak akan  berhenti melakukan kegiatan intelijen di Australia,” tandas Abbott.

“Tapi kita adalah teman dekat. Kami adalah mitra strategis, dan saya pasti ingin Australia menjadi mitra terpercaya Indonesia. Saya berharap Indonesia juga bisa menjadi mitra terpercaya untuk Australia,” kata Abbott lagi. [sa/islampos/sidney morning herald]

sumber : http://www.islampos.com/toby-abbott-australia-tak-akan-hentikan-kegiatan-intelijen-di-indonesia-89189/, akses tgl 07/12/2013.
More aboutToby Abbott: Australia Tak Akan Hentikan Kegiatan Intelijen di Indonesia

Nabila vs Malala

Posted by Zam

Nabila bersama kakaknya
Pada tanggal 24 Oktober, 2012 sebuah pesawat drone Predator terbang di utara Waziristan dengan menyerang Nabila Rehman yang berusia delapan tahun, kedua kakaknya, dan nenek mereka ketika bekerja di lapangan di samping rumah di desa mereka. Neneknya, Momina Bibi, sedang mengajar anak-anak bagaimana caranya memilih okra (sejenis sayuran) karena keluarga sedang bersiap untuk menyambut liburan lebaran mendatang. Namun pada hari itu peristiwa yang mengerikan terjadi yang selamanya akan mengubah jalannya kehidupan keluarga ini.

Di langit tiba-tiba anak-anak mendengar suara berdengung yang khas yang berasal dari drone yang dioperasikan CIA – suara yang akrab bagi mereka yang tinggal di desa-desa Pakistan yang mengintai mereka selama 24 jam sehari – kemudian diikuti oleh dua bunyi klik yang keras. Pesawat tak berawak itu kemudian melepaskan bom yang mematikan keluarga Rehman, dan dalam sekejap kehidupan anak-anak itu berubah menjadi mimpi buruk yang penuh rasa sakit, kebingungan dan ketakutan. Tujuh anak-anak terluka, dan nenek Nabila terbunuh di depan matanya, suatu tindakan yang tidak pernah ada permintaan maaf, penjelasan atau pembenaran yang diberikan.

Minggu lalu Nabila, ayahnya yang seorang guru, dan saudaranya berusia 12 tahun pergi ke Washington DC untuk menceritakan kisah mereka dan untuk mencari jawaban atas peristiwa di hari itu. Namun, meskipun menemui hambatan luar biasa ketika melakukan perjalanan dari desa terpencil mereka ke Amerika Serikat, Nabila dan keluarganya secara terang-terangan tidak  dipedulikan. Pada sidang Kongres di mana mereka memberikan kesaksian, hanya lima orang dari 430 wakil rakyat yang muncul. Ayah Nabila mengatakan kepada beberapa orang yang memang hadir: “Putri saya tidak memiliki wajah seorang teroris dan demikian juga ibu saya. Tidak masuk akal bagi saya, mengapa hal ini terjadi … sebagai seorang guru, saya ingin mendidik rakyat Amerika dan biarkan mereka tahu anak-anak saya telah terluka.”

Penerjemah menangis ketika menceritakan kisah mereka, namun pemerintah penjajah AS membuat tidak mempedulikan keluarga ini dan mengabaikan tragedi yang mereka alami. Nabila, seorang gadis kecil berusia sembilan tahun dengan matanya yang tajam berwarna coklat, mengajukan pertanyaan sederhana dalam kesaksiannya: “Apa yang salah dari nenekku?” Tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan ini, dan bahkan hanya sedikit yang mendengarkannya. Ini adalah suatu penghinaan simbolis terhadap orang-orang dimana pemerintah mengklaim sedang mereka bebaskan, saat keluarga Rehman menceritakan penderitaan mereka, Pada saat yang sama, Barack Obama sedang menghabiskan waktunya bertemu dengan CEO perusahaan pembuat persenjataan, Lockheed Martin.

Memori Selektif

Adalah bermanfaat untuk membedakan respon dari Amerika kepada Nabila Rehman dengan respon yang diberikan kepada Malala Yousafzai, seorang gadis muda yang hampir tewas dalam serangan oleh Mujahidin Taliban Pakistan. Sementara Malala dijamu oleh tokoh-tokoh media, politisi dan para pemimpin Barat karena “kepahlawanannya”, Nabila hanya menjadi salah satu dari jutaan orang tanpa nama, seorang tanpa wajah yang kehidupannya hancur selama dekade terakhir karena perang Amerika. Alasan atas perbedaan yang mencolok ini amat jelas. Karena Malala adalah korban dari Taliban, meskipun ada alasan terhadapnya, dan dipandang sebagai alat propaganda politik yang potensial untuk dimanfaatkan oleh para pendukung perang. Dia bisa digunakan sebagai wajah manusia dari upaya mereka, suatu kesopanan yang diakui atas alasan perang yang mereka lakukan, suatu tipe gadis kecil yang atas namanya Amerika Serikat dan sekutunya dapat mengatakan mereka telah melakukan pertumpahan darah yang luar biasa. Yang mengesankan, banyak dari mereka yang mengambil nama dan gambarnya sebagai simbol betapa adilnya tindakan militer Amerika di dunia Muslim yang bahkan tidak peduli untuk mendengarkan kata-kata atau perasaannya sendiri  tentang masalah ini.

Malala Yousafzai
Namun, dimana Nabila agar bisa sesuai dengan gambaran ini? Jika terjadi pembunuhan di luar hukum, serangan-serangan pesawat tak berawak dan bahkan penyiksaan adalah bagian dari penyebab yang terkait dengan pembebasan rakyat Pakistan, Afghanistan dan tempat-tempat lain, di mana simpati atau bahkan pengakuan atas kehancuran yang ditimbulkan perang ini terhadap para gadis seperti dia yang tidak terhitung jumlahnya? Jawabannya jelas: Satu-satunya orang yang akan diakui atas penderitaan mereka dalam konflik ini adalah mereka yang menjadi korban musuh. Malala dan perjuangannya harus dijadikan sebagai upaya perang Amerika –yang bertentangan dengan keinginannya sendiri jika perlu- sementara para gadis kecil yang tak terhitung jumlahnya seperti Nabila akan terus diteror dan dibunuh sebagai bagian dari perang tanpa akhir ini. Tidak akan ada penampilan seorang selebriti atau upacara penghargaan bagi Nabila. Pada kesaksiannya, bahkan hampir tidak ada yang repot-repot datang untuk hadir.

Namun jika mereka memang hadir dalam kesaksian itu, mereka tidak akan pernah mendengarkan seorang gadis berusia sembilan tahun yang mengajukan pertanyaan seperti yang dimiliki jutaan orang gadis yang tidak bersalah lainnya yang hidup mereka terlempar ke dalam kekacauan selama dekade terakhir telah, ketika bertanya: “Saat saya mendengar bahwa mereka akan mengejar orang-orang yang telah berbuat salah kepada Amerika, maka saya bertanya kesalahan apa yang telah saya lakukan kepada mereka? Kesalahan apa yang nenek saya lakukan terhadap mereka? Saya tidak melakukan sesuatu hal yang salah.

Sementara Malala layak mendapatkan tepuk tangan untuk keberaniannya dalam menghadapi apa yang Barat sebut ” teroris”, mendapatkan penghargaan dan mungkin Nobel,  tetapi Nabila tetap tanpa tanda jasa. Tragedi Nabila mengungkap wajah hipokrit AS. (ameera/Arrahmah.com)

sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/11/13/nabila-malala.html, akses tgl 13/11/2013.
More aboutNabila vs Malala

Tampaknya Malala Lupa

Posted by Zam

ADA bintang pop flamboyan. Seorang penyanyi legendaris. Seorang bintang TV, beberapa supermodel, dan salah satu orang yang dianggap paling dermawan di dunia. Bahkan mantan menteri luar negeri yang mungkin akan segera jadi presiden.

Namun dari semua wanita itu, yang muncul di panggung di Women Glamour of the Year Award pada hari Senin malam (11/11/2013) adalah gadis berusia 16 tahun asal Pakistan, Malala Yousafzai.

“Kami mencintaimu, Malala!” teriak sekelompok gadis muda dari balkon di Carnegie Hall, di mana acara tahunan itu digelar. Malala melambaikan tangannya dan gestur tangannya memberikan ciuman jarak jauh, kemudian berpidato dengan berapi-api .

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan sama sekali,” kata Malala, yang menarik perhatian dunia ketika pejuang Taliban menembak kepalanya bulan Oktober 2012. Saat itu, Malala mengatakan bahwa kaum Mujahidin Taliban membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, jilbab dan jenggot seperti zaman batu. Sontak, dia terkenal ke seluruh dunia. Tiba-tiba ada Malala Fund untuk mendukung pendidikan bagi anak perempuan, dan baru-baru ini—waduh!—merilis sebuah memoar, “I Am Malala.”

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan karena senjata hanya bisa membunuh,” katanya. “Tapi pena bisa memberikan kehidupan.”

Orang-orang menghormati Malala. Ia mungkin akan mendepak Lady Gaga sebagai kover majalah Glamour bulan ini

“Jika saya tidak jadi kover majalah Glamour, saya akan memberikannya kepada Malala,” kata Lady Gaga, ikhlas.

Malala melibas semua perempuan Barat dalam media Barat. Sayang, ketika ia mengatakan bahwa pistol atau senjata tidak memiliki kekuatan apa-apa, yang artinya ia tujukan kepada kaum Mujahidin Taliban, ia tampaknya lupa pasukan asing, bahkan di negaranya sendiri, menghabisi ribuan anak-anak perempuan Muslim di desa-desa, di sungai, di padang, di ladang, di pernikahan, dan bahkan di pemakaman! Tampaknya Malala lupa bahwa ia ditolak oleh mahasiswa-mahasiswa Pakistan untuk masuk kampus, bahkan oleh mahasiswa tak berjilbab sekalipun di negara itu.

Dan eh, satu lagi, dalam pidatonya, Malala lupa menyampaikan, bahwa kenyataan yang ada di Pakistan dan Afghanistan, kaum mujahidin Taliban-lah yang membuka madrasah-madrasah kembali setelah diberangus pasukan asing. Sekumpulan laki-laki berjenggot itu, faktanya, yang mengajarkan alif, ba, ta, tsa kepada anak-anak perempuan kecil, yang kadang asyik bergelayutan di pundak dan menarik-narik jenggot sang mujahid sambil hanya mengedipkan mata sambil tersenyum. Ya, tampaknya Malala lupa. [sa/islampos/arab news]

sumber : http://www.islampos.com/tampaknya-malala-lupa-86597/, akses tgl 13/11/2013.

More aboutTampaknya Malala Lupa

Mengapa Fahri Hamzah Menjilat Ludahnya Sendiri?

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) -- Fahri Hamzah seperti menjilat ludahnya sendiri. Dulu Fahri bersama dengan Andi Rahmat, sangat getol mengangkat kasus Century, tetapi sekarang seperti berbalik badan. Mengapa? Ini menjadi sebuah teka-teki berubahnya sikap Fahri Hamzah yang sekarang nampak mendukung Boediono?

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengatakan, mengapresiasi sikap Wakil Sekretaris (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah yang dinilai memberikan pembelaan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono terkait pemeriksaan dalam kasus bailout Bank Century.

Hal itu, disampaikan Ketua KPK, Abraham Samad, menanggapi pernyataan Fahri dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2013).

"Saya sangat mengapresiasi Pak Fahri, yang mengatakan jangan mau dipaksa-paksa untuk memeriksa Boediono," kata Abraham.

Menurut Abraham, pihaknya mengapresiasi atas perubahan sikap Fahri yang saat ini memberikan pembelaan terhadap Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia itu.

"Saya sangat senang dengan Pak Fahri yang sekarang membela Boediono," sindir Abraham yang disambut tawa para anggota Komisi III DPR.

Dalam kesempatan itu, Abraham mengakui bahwa pemeriksaan KPK terhadap Boediono di Istana Wapres memang atas desakan oleh Timwas Century. Mengingat, kasus korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 6,7 triliun itu sudah cukup lama bergulir di KPK.

"Kita melihat tuntutan begitu masif dari timwas, kasus century bisa cepat menunggu, kita menunggu wapres, maka berlarut. Kita datang hari Sabtu, kita ingin mempercepat. Penyidik berinisiatif untuk mempercepat," jelas Abraham

Sebelumnya, Fahri meminta agar KPK tidak memeriksa Boediono karena adanya desakan dari beberapa pihak. Sebab, kata Fahri, pemberantasan korupsi bukan karena desakan publik.

"Jangan juga KPK memeriksa Boediono karena ada desakan-desakan. Jangan mau ditepuk-tepuk (apresiasi). Sudahlah kita hentikan semua ini," kata Fahri, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/12/2013).

Fahri Hamzah,anggota Komisi III dari Fraksi PKS, terkenal sangat vokal, terutama terhadap KPK, dan berulangkali Fahri meminta KPK supaya dibubarkan, dan menilai tindakan KPK itu, tidak adil dan tebang pilih. ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/03/27934/mengapa-fahri-hamzah-menjilat-ludahnya-sendiri/#sthash.a51K4dYP.tHmVcUwg.dpbs, akses tgl 04/12/2013.

More aboutMengapa Fahri Hamzah Menjilat Ludahnya Sendiri?

Budayawan Betawi Ridwan Saidi: Jokowi Membinasakan Rakyat Miskin

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) – Jokowi-Ahok mulai kelihatan wajah aslinya. Selama ini rakyat jelata terkagum-kagum, dan ibaratnya seperti tersihir serta terpana, melihat Jokowi-Ahok, dan dinilai akan membawa kehidupan lebih  baik bagi rakyat kecil di Jakarta.

Jokowi-Ahok membuai rakyat jelata, dan dianggap sosok yang sangat menjanjikan bagi mereka. Jokowi dengan jimat “blusukannya” itu, benar-benar membuat rakyat jelata, yakin Jokowi itu benar-benar sebagai “dewa penyelamat” bagi kaum jelata.

Sebaliknya, Jokowi-Ahok yang sudah berkuasa di DKI Jakarta selama satu tahun itu, dinilai oleh sejumlah kalangan Pemprov DKI dibawah Jokowi-Ahok tidak pro-rakyat kecil. Jokowi-Ahok dinilai hanya lebih memprioritaskan kepentingan konglomerat Cina.

Dalam dialog publik yang menghadirkan narasumber mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto, Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, Pengamat Perkotaan, Amir Hamzah, dan sejumlah pengamnat lainnya, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa, 3/12/2013.

“Kepemimpinan Jokowi Ahok Membinasakan orang miskin, bukan membinasakan kemiskinan”, tegas Ridwan Saidi.

Pembinasaan terhadap orang miskin, dicontohkan dalam kasus penanggulangan pedagang Blok C Pasar Tanah Abang. “Para pedagang kecil dipaksa pindah ke tempa sepi. Mereka terancam mati matapencahariannya”, ungkap Ridwan.

“Kawasan Jakarta Industry Estate Pulogadung (JIEP) mulai dikosongkan untuk dibangun apartemen demi kepentingan konglomerat (cina). Kasus sengketa lahan Taman BMW juga untuk kepentingan pengembang”, tambah Ridwan.

Sementara itu, Rijanto, menyoroti kasus pengadaan lahan Taman BMW berbau korupsi. “lahan itu direkayasa seolah pembayaran urang fasos dan fasum dari pengembang. Padahal, sebenarnya lokasi lahan adalah adalah fiktif, karena bukan beralamat di Jalan RE Martadinata”, ujarnya.

Selanjutnya, Amir Hamzah menyoroti, proyek MRT disebutnya sebagai kepanjang dari : “Maha Raja Tega”. Karena ada warga yang tidak menerma ganti rugi, ujar Amir Hamzah.

Jadi Jokowi sudah sangat mirip alias copypaste Mega, mengaku pemimpin Partainya “wong cilik”, tapi prakteknya tidak memihak kepada “wong cilik”, tetapi memihak kepada konglomerat cina.

Di zaman Mega sebagian besar asset negara yang sangat  strategis bagi kepentingan nasional di lego oleh Mega, termasuk Indosat yang membangunnya dengan susah-payah. Indosat hanya dijual kepada Singapura dengan harga yang sangat murah.

Mega sangat sayang dan bermurah hati kepada konglomerat cina, memberikan pengampunan mereka yang sudah berbua jahat, ngemplang BLBI Rp 650 triliun, sambil menikmati ulang tahunnya di Bali, 2002.

Apa yang bisa  diharapkan orang seperti Jokowi, yang hanya menjadi boneka, konglomerat hitam. Nothing. Jokowi hanya ramai di media Kompas dan Tempo, dan mereka memang bagian dari kepentingan konglomerat hitam cina. Ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/04/27953/budayawan-betawi-ridwan-saidi-jokowi-membinasakan-rakyat-miskin/#sthash.Fr35EDA7.dpuf, akses tgl 07/12/2013.
More aboutBudayawan Betawi Ridwan Saidi: Jokowi Membinasakan Rakyat Miskin

Benarkah Jokowi Mendapatkan Dukungan Rakyat Indonesia?

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) -- Lembaga yang menjadi “think-thank” Orde Baru itu, terus berusaha memposisikan Jokowi menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jokowi dikampanyekan melalui berbagai gerakan yang menggunakan media sosial, dan media massa yang luas.

CSIS yang didirikan oleh Mayjen Ali Murtopo dan Mayjen Sudjono Humardani, dan didukung sejumlah cendikiawan Katolik keturunan Cina, seperti Hary Tjan Silalahi, Liem Bian Koen, Liem Bian Kie, Mari Pangestu, termasuk Father Beek, dan sepanjang Orde Baru menjadi “back bone” nya Soeharto.

CSIS digunakan oleh rezim Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto, dan melalui  CSIS inilah diproduk  kebijakan-kebijakan Orde Baru  yang notabene anti Islam. Termasuk keinginan memasukkan ajaran “Kejawen” ke dalam kehidupan kenagaraan, melalui undang-undang. Tujuannya ingin menggembosi umat Islam.

Faktanya, Orde Baru merupakan kuasi (campuran) antara kekuatan kelompok jendral “abangan” yang menganut kejawen, nasionalis, sekuler, dan kelompok minoritas (kristen dan katolik). Tak aneh mereka sangat anti terhadap Islam.

Sekarang CSIS bermetamorpose menjadi kekuatan “think-thank” baru yang ingin  mempromosikan “boneka” Jokowi, dan mereka hanya yakin dengan Jokowilah misi mereka akan terwujud, yaitu mengambil alih Republik Indonesia. Kekuatan dibelakang Jokowi, tak lain kelompok konglomerat hitam (cina) yang pernah “ngemplang” BLBI, Rp 650 triliun, dan diampuni oleh Mega, saaat berulang tahun di Bali, 2002

Sekarang CSIS (Centre for Stategis and International Studies) menyelengngarakan survei dan menempatkan  Jokowi seakan menjadi pilihan utama rakyat Indnesia. Survei ini diselenggarakan oleh CSIS pada November 2013.

Hasil survei CSIS, sengaja menyebutkan, "Sebanyak 34,7 secara  nasional memilih Jokowi. Ini tanda-tanda berakhirnya Oligarki Elit Partai", ujar  Kepala Departemen Politik dan Hubungan International CSIS Phillips J. Vermonte Philip di Jakarta, Ahad, 1 Desember 2013.

Menurut CSIS, lembaga ini  melakukan survei dengan metode wawancara langsung tatap muka di 33 provinsi pada 13 November hingga 20 November, dengan 1.180 responden dengan margin error  2,85 persen.

Berdasarkan hasil survei itu, tokoh selain Jokowi tak diminati rakyat, dan mendapatkan dukungan kecil, seperti Prabowo Subianto sebanyak 10,7 persen, Aburizal Bakrie (9 persen), Wiranto (4,6 persen), Jusuf Kalla (3,7 persen), Megawati (3,3 persen), Mahfud MD (1,8 persen), dan Hatta Rajasa (0,6 persen). Sebanyak 22,8 persen responden menyatakan belum mempunyai pilihan presiden pada pemilu presiden 2014 mendatang.

Apakah memang Jokowi layak memimpin Indonesia di masa depan, dan memiliki kapasitas yang memadai? Tetapi, sekarang Jokowi sudah dianggap tokoh yang sangat mumpuni, dan terus dikampanyekan oleh media seperti Kompas, Tempo, dan sejumlah media sosial secara massif untuk menapaki jalan kekuasaan di masa depan.

Sementara itu, penduduk Jakarta mulai merasakan pahitnya kebijakan Jokowi yang menggusur pedagang kaki lima, dan sejumlah penggusuran di Sunter, dan yang menikmati hanyalah orang-orang cina kaya di Pluit. Sementara itu, setiap hari orang stress menghadapi kemacetan, akibat sterilisasi jalur busway.  Ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/02/27918/benarkah-jokowi-mendapatkan-dukungan-rakyat-indonesia/#sthash.gwWydDA5.JDvuB8IC.dpbs, akses tgl 04/12/2013.

More aboutBenarkah Jokowi Mendapatkan Dukungan Rakyat Indonesia?

Tolak sertifikasi halal, Nafsiah Mboi sebut hampir semua obat mengandung babi

Posted by Zam on Thursday, December 5, 2013

JAKARTA (Jamban Panyileukan) - Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan bahwa produk farmasi seperti obat dan vaksin memang mengandung barang haram sehingga tidak bisa disertifikasi halal.

“Contohnya, walaupun bahan vaksin tidak mengandung babi, tapi katalisatornya itu mengandung unsur babi. Sehingga tidak bisa dinilai kehalalannya,” ujar Nafsiah di Jakarta, Selasa (3/12/2013), lansir Pelitaonline Rabu (4/12/2013).

Menurutnya, bila sertifikasi halal itu diterapkan, vaksin yang mengandung babi itu tidak bisa digunakan karena tidak memiliki  sertifikasi halal.

Mboi berdalih, seorang yang berhaji terkena influenza tidak bisa diobati lantaran obatnya mengandung babi.

“Kita menolak sertifikasi halal itu untuk vaksin dan obat-obatan,” ujarnya.

Pernyataan sang menteri ini demi memperjuangkan barang haram yang terkandung dalam vaksin. Di sisi lain untuk menolak sertifikasi halal pada produk farmasi pada Rancangan Undang-undang Jaminan Produk Halal (RUU JPH). (azm/arrahmah.com)

A. Z. Muttaqin
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/12/05/tolak-sertifikasi-halal-nafsiah-mboi-obat-mengandung-babi.html, akses tgl 06/12/2013.
More aboutTolak sertifikasi halal, Nafsiah Mboi sebut hampir semua obat mengandung babi

Kerancuan dakwah Emha Ainun Najib dalam perspektif teologis

Posted by Zam

(Jamban Panyileukan) – Tulisan saya yang pertama dengan judul “Kerancuan Dakwah Emha Ainun Najib dan Kyai Kanjeng” mendapat respon beragam dari khalayak luas. Ada yang pro, dan (tentu) ada yang kontra. Ada yang mengutip tulisan itu, untuk kemudian di-share-kan. Ada yang menyarankan atau merekomendasikan kepada khalayak dunia maya, untuk membacanya. Dan ada pula yang langsung menanggapi lewat inbox, SMS, ataupun telepon.Atas semua respon itu, saya ucapkan terimakasih dengan penghargaan dan penghormatan.

Oleh karena itu, saya merasa perlu untuk melanjutkan tulisan itu, agar khalayak mendapatkan tulisan atau pesan yang utuh dari saya. Kali ini, tulisan saya berjudul “Kerancuan Dakwah Emha Ainun Najib Dalam Perspektif Teologis”. Pada tulisan pertama, dalam menanggapi dakwah Emha, saya lebih menekankan pada aspek argumentasi belaka. Maka pada tulisan yang kedua ini, saya lebih menekankan pada pendekatan teologis.

Pertama, secara keseluruhan, kerancuan dakwah Emha tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’. Emha dan Kyai Kanjengnya “berdekat-dekatan mesra” (ber-wala’) dengan BANSER, NU, dan umat Islam lainnya, itu tidak menjadi masalah. Yang menjadi masalah adalah, ketika Emha dan Kyai Kanjengnya “berdekat-dekatanmesra”  (ber-wala’) dengan fihak-fihak kafir, di mana ia seharusnya menumbuhkan sikap berlepas diri, al-bara’, apalagi untuk urusan syi’ar, tabligh, dan dakwah.

Bahkan pada bagian-bagian tertentu, kerancuan dakwah Emha malah mengembangkan sikap “buka-buka front” (ber-bara’) dengan kelompok-kelompok Muslim tertentu. Padahal yang seharusnya, Emha menumbuhkan sikap al-wala’. Inilah yang kemudian menjadi masalah besar, karena secara kebetulan, konsep al-wala’ wal-bara’ adalah bagian dari pembahasan di bidang tauhid. Bisa-bisa, Emha dan Kyai Kanjengnya nanti akan terkena petuah dari pepatah Jawa : mburu uceng kelangan deleg (mencari yang remeh kehilangan yang berharga).

Kedua, sebagai konsekuensi dari kerancuan dakwah Emha yang tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’ itu, maka Emha dan Kyai Kanjengnya terancam akan diserupakan dengan orang-orang kafir itu. Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 51 :

“Wahai kaum mukmin janganlah kalian menjadikan orang-orang Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin-pemimpin kalian. Mereka itu menjadi pemimpin sesama mereka. Siapa saja diantara kalian yang menjadikan mereka sebagai pemimpin, dia termasuk golongan kafir.”

Sementara kita ketahui bersama, bahwa orang-orang kafir itu tidak memperoleh rahmat dari Allah Subhanahu wa Ta’ala sama sekali.

Ketiga, sebagai konsekuensi dari kerancuan dakwah Emha yang tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’ itu, maka Emha dan Kyai Kanjengnya terancam akan dihina-dinakan di hadapan musuh-musuh Allah Ta’ala (orang-orang kafir yang gencar mendakwahkan agamanya kepada kaum muslimin). Setidaknya telah tampak nyata, bahwa Romo-Romo dari gereja Ganjuran itu sudah tidak segan-segan dan sudah tidak sungkan-sungkan lagi bercampu-baur dengan simbol-simbol Islam yang ada pada penutupan MTQ malam itu.

Ancaman penghinadinaan (dari Allah Ta’ala) ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat: 56 :

“Siapa saja yang menjadikan Allah, Rasul-Nya dan orang-orang mukmin sebagai penolongnya, ia termasuk pembela agama Allah. Sungguh orang-orang yang membela agama Allah pasti akan menang.”

Maka mafhum mukhalafah dari ayat tersebut adalah: Barangsiapa ber-wala‘  kepada  orang-orang kafir, maka sesungguhnya ia adalah pengikut setan (hizbusysyaithan), dan mereka akan dihina-dinakan di hadapan musuh-musuh Allah Ta’ala.

Keempat, sebagai konsekuensi dari kerancuan dakwah Emha yang tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’itu, maka Emha dan Kyai Kanjengnya terancam akan disesatkan ke neraka. Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 51 :

” … Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang dhalim“.

Orang-orang yang dhalim dalam ayat itu merujuknya kepada kalimat sebelumnya, yaitu orang-orang yang ber-wala‘ kepada kafir.

Kelima, sebagai konsekuensi dari kerancuan dakwah Emha yang tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’ itu, maka Emha dan Kyai Kanjengnya terancam akan kena laknat dari Allah Ta’ala, sebagaimana kaum Nabi Daud dan kaum Nabi Isa. Mereka adalah kaum yang durhaka dan melampaui batas oleh karena permisif  terhadap kemungkaran, dan oleh karena kegemarannya tolong-menolong (al-wala’) dengan orang-orang kafir dan orang-orang musyrik.

Ini berdasarkan al-Qur’an surat al-Maidah ayat 79 – 80 :

“Orang-orang kafir Bani Israil telah dilaknat oleh Allah melalui lisan Daud dan Isa bin Maryam. Mereka dilaknat karena durhaka dan melanggar syariat Taurat dan Injil. Orang-orang kafir Bani Israil tidak mau berhenti dari kebiasaan menentang syariat Allah. Amat buruk kebiasaan yang telah mereka lakukan itu. Wahai Muhammad kamu akan  melihat, sebagian besar kaum Yahudi dan Nasrani menjadikan orang-orang kafir sebagai panutan mereka.“

Keenam, empat ancaman (dari Allah Ta’ala) tersebut diatas, semuanya berdasarkan dalil-dalil al-Qur’an. Sementara dalil hadits saya dapatkan dari Abdullah Ibnu Abbas. Sebagai konsekuensi dari kerancuan dakwah Emha yang tidak sejalan dan bertentangan dengan konsep al-wala’ wal-bara’itu, maka Emha dan Kyai Kanjengnya terancam akan memperoleh kesia-siaan belaka.

Kesia-siaan yang dimaksud di sini, sejalan dengan ancaman-ancaman sebagaimana yang tercantum dalam beberapa ayat al-Qur’an tersebut di atas, adalah kesia-siaan di dunia dan kesia-siaan di akhirat.

Di dunia, model dakwah pluralisme yang demikian itu, tidak akan memberi kontribusi apapun. Alih-alih memberi kontribusi, tetapi malah akan meresahkan umat Islam lainnya. Di akhirat, para pelaku dakwah model yang demikian itu, terancam tidak akan merasakan lezatnya jannah. Ini berdasarkan hadits dari Abdullah IbnuAbbas :

” … Dan telah menjadi umum, bahwa persaudaraan manusia yang berdasarkan pada kepentingan-kepentingan duniawi (ber-wala’ kepada kaum kafir), tidaklah bermanfaat sedikitpun bagi para pelakunya.” (HR. Thabrani dalam al-Kabir).

Sebagai sesama Muslim, tentunya saya tidak menginginkan Emha dan Kyai Kanjengnya terkena ancaman-ancaman sebagaimana tersebut di atas. Maka saya berharap, Emha dan Kyai Kanjengnya mulai merubah model dakwahnya. Mulailah menghentikan sikap al-wala’-nya kepada orang-orang kafir yang jelas-jelas gencar menyeru agamanya kepada kaum Muslimin. Mulailah menghentikan sikap kegemarannya “membuka front baru” kepada kelompok Muslim lain. Mualilah menumbuhkan sikap al-bara’ kepada orang-orang kafir. Dengan dakwah model baru ini, insya Allah akan mendapat dukungan dari semua komponen umat.

Wallahua’lam bishshawwab.

(arrahmah.com)

Oleh : Budi Nurastowo Bintriman
(Kader Muhammadiyah, Alumni Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, UMS angkatan 86)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/11/28/kerancuan-dakwah-emha-ainun-najib-perspektif-teologis.html, akses tgl 06/12/2013.



More aboutKerancuan dakwah Emha Ainun Najib dalam perspektif teologis

Kerancuan dakwah MH. Ainun Najib dengan Kyai Kanjengnya

Posted by Zam

(Jamban Panyileukan) – Acara penutupan lomba MTQ tingkat kabupaten Bantul, DIY tanggal 23 Oktober 2013 yang dilaksanakan di kecamatan Bambanglipuro diisi oleh Emha Ainun Najib (Cak Nun) bersama Kiai kanjeng. Ada beberapa hal yang kemudian menarik untuk diulas, selain dalam acara itu diundang Romo dari gereja setempat untuk bernyanyi bersama, hal yang disampaikan Cak Nun dalam “dakwahnya” itu penuh dengan kerancuan.

Disela-sela bernyanyi Cak Nun menyampaikan pemahamannya terhadap Islam kepada khalayak yang memenuhi lapangan Sumbermulyo, Bambanglipuro, Bantul, DIY itu. Berikut beberapa hal yang kemudian menjadi catatan penulis.

Pertama, MH. Ainun Najib (Emha) melontarkan pernyataan : “Ada sekelompok wong Islam yang sukanya mbidngahke (membid’ahkan) kelompok lain, sithik-sithik bidngah, sithik-sithik bidngah (sedikit-sedikit membid’ahkan)”. Emha mengambil contoh, “bar shalat salaman we bidngah (setelah salat salaman saja dikatai bid’ah), nyanyi lagu gereja bidngah”, dengan nada sinis, cemoohan, dan nyinyir.

Tanggapan: Konsep bid’ah satu paket dengan konsep sunnah, sebagaimana halnya konsep tauhid dengan konsep syirik.  Konsep sunnah digunakan untuk memurnikan ajaran-ajaran Islam. Sedang konsep bid’ah digunakan untuk mengkomplementasi konsep sunnah itu sendiri. Jika Emha menginginkan  ajaran-ajaran Islam ini tetap terjaga kemurniannya, maka tak sepantasnya ia melontarkan pernyataan begitu. Kalaupun ia berbeda pendapat dalam hal konsep bid’ah-sunnah, tak sepantasnya ia melontarkan pernyataan demikian itu di hadapan khalayak yang masih sangat awam agama.

Kedua, Emha  melontarkan pernyataan : “Iki mesti malaikat bingung melihat kita, ada romo, ada wong tattoan, ada perempuan ra kudungan, dst… (pluralitas)”. (Ini pasti malaikat bingung melihat kita, ada Romo, ada orang tatoan, ada perempuan tidak menutup aurat, dst)

Tanggapan: Jika tuduhan bingung itu menyasar kepada manusia, maka ia benar adanya, karena manusia diciptakan dengan nafsu. Tetapi jika tuduhan bingung itu menyasar kepada malaikat, maka ia salah besar. Justru satu-satunya makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang paling akurat kerjanya hanyalah malaikat, karena ia diciptakan memang untuk itu.

Ketiga, Emha melontarkan pernyataan : “Mulo dadi wong Islam ki ojo fanatik ! Oleh karena bisanya cuma nyalah-nyalahke orang lain”. (Maka jadi orang Islam jangan fanatik! Oleh karena bisanya Cuma menyalahkan orang lain)

Tanggapan: Konsep / kata fanatik sebenarnya masih mengandung pengertian netral. Yang mengandung pengertian negatif adalah kata fanatisme. Maka secara bahasa, fanatik bisa dipahami sebagai kesatuan antara aspek qalbu, aspek lisan, dan aspek amal (ma huwal iman ?). Dengan demikian, kita justru dituntut untuk   fanatik dalam segala hal (tidak hanya dalam masalah agama). Ada kejumbuhan antara apa yang diyakini, dengan apa yang katakan, dengan apa yang diperbuat. Fanatik dan kegemaran menyalah-nyalahkan orang lain, adalah dua hal yang saling berbeda.

Keempat, Emha menganjurkan tolong-menolong dalam hal ibadah (Mungkin, contohnya BANSER turut mengamankan perayaan Natal atau kegiatan suronan 11 November di kota Gede, Yogya yang digagas bersama GP Ansor yang di situ awal akan menghadirkan Solawatan dari gereja, dan Kidung Hindu).

Tanggapan : Di sini Emha tampak ahistoris, naif, dan menyimpang dari arus besar ahlus-sunnah wal-jama’ah. Apakah Emha telah buta dan tuli, (terhadap) betapa liciknya pihak nasrani terhadap kita, bahkan terhadap konsensus kebangsaan kita ? Apakah Emha (dengan Kyai Kanjengnya) kini hidup di ruang hampa, tanpa konteks, tanpa noktah-noktah sejarah ? Apakah Emha sudah lupa dengan wanti-wanti dari Allah, bahwa hati kaum nasrani ada niat terjahat terhadap kita. Mereka hendak memalingkan kita dari nikmat terbesar ini (Islam). Renungkan, (sekali lagi) renungkan, firman Allah Ta’ala.

“Wahai Muhammad, kaum Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah senang kepadamu sampai kamu mengikuti agama mereka. Wahai Muhammad katakanlah “Sungguh Islam itu agama Allah yang sebenarnya.” Sekiranya kamu mengikuti agama Yahudi dan Nasrani padahal telah datang kepadamu perintah mengikuti Islam, niscaya tidak ada orang yang dapat menolong kamu dari siksa Allah di akhirat.” (QS. Al-Baqarah ayat 120), dan

“Wahai Muhammad, katakanlah kepada kaum kafir. “Wahai orang-orang kafir, aku tidak akan menyembah tuhan yang kalian sembah, kalianpun tidak menyembah tuhan yang aku sembah, aku tidak akan mau menyembah dengan cara-cara kalian menyembah tuhan kalian, dan kalianpun tidak menyembah tuhan kalian dengan cara-cara aku menyembah tuhanku, untuk kalian agama syirik kalian dan untukku agama tauhidku.”   (QS. Al-Kafirun ayat 1- 6).

Kelima, Emha dengan bangga menceritakan kehadirannya memenuhi undangan pihak Vatikan. Bahkan di sana, ia (dengan Kyai Kanjengnya) diijinkan tampil, meski suasana duka atas matinya Paus masih sangat terasa.

Tanggapan : Pihak Vatikan mengundang Emha (dengan Kyai Kanjengya) karena bisa memetik keuntungan. Tidak mungkin, pihak Vatikan akan mengundang pihak lain yang akan merugikan mereka. Ini sebenarnya telah menjadi gejala psikologis yang sudah sangat umum. Keuntungan apa yang bisa dipetik oleh pihak Vatikan ? Keuntungan mendesakralisasi (pendangkalan) ajaran-ajaran Islam lewat orang-orang Islam sendiri semacam Emha (dan Kyai Kanjengnya). Pada giliran berikutnya, oleh karena umat Islam telah lemah fikrah dan ghayahnya, maka kristenisasi akan relatif lebih mudah di laksanakan.

Keenam, Emha sedikit membahas tentang nama-nama jalan sebelah selatan Tugu Jogja hingga Kraton. Aslinya ada jalan Margo Utomo, jalan Margo Mulyo, jalan Malioboro, dan Pangurakan. Filosofinya, terdapat fase-fase (predikat) utomo, (predikat) mulyo, aplikasi menjadi wali yang fantasyiru fil ard (mengembara), dan fase hakikat (sak urak-urakane dengan out put karimah). Filosofi ini sesuai betul dengan nilai-nilai Islam. Di fase inilah Emha bermaqam.

Tanggapan: Saya tidak akan menyangkal atas klaim Emha itu. Silahkan saja, ia menginginkan klaim yang lebih tinggi dari fase pangurakan sekalipun, silahkan. Yang jadi masalah adalah, akhirnya ia juga terjebak pada gejala (klaim)  ”membenarkan diri-sendiri”. Buktinya, ia (terkadang) menampilkan sikap-sikap  murakannya, sebagai bukti bahwa ia dengan Kyai Kanjengnya telah sampai di maqam pangurakan, di mana sak urak-urakane selalu ber out-put kebaikan. Bisa jadi, sebagai implikasinya, ia menempatkan pihak lain di maqam yang masih rendah.

Ketujuh, Emha melontarkan pernyataan / pilihan kepada audiens : “Sampean pilih dadi wong ra shalat ning apikan atau pilih dadi wong shalat ning jahat ?”.(kalian memilih jadi orang yang tidak salat tapi kelakuan baik atau memilih salat tapi kelakuan buru?) Hingga ada seorang ibu yang protes dan memilih salat plus kelakuan baik, yang kemudian dikatai Emha “gragas” (rakus).

Tanggapan : Peristiwa ini mengingatkan saya pada guru sekolah PKI tahun 60-an. Guru memerintahkan murid untuk minta permen kepada Tuhan. Dalam waktu yang lumayan lama, tidak ada satu murid pun yang mendapatkan permen. Lantas Guru memerintahkan murid untuk minta permen kepada Pak Guru. Dalam sekejap, murid-murid mendapatkan permen. Sang Guru bertanya kepada murid, “Tuhan sama guru kalian lebih berkuasa yang mana ?”.  Artinya, para murid dikacaukan nalarnya terlebih dahulu, sebelum mencekokkan ajaran-ajaran komunis.

Ini sama dengan yang terjadi pada pertanyaan Emha kepada audiens. Ia mengacaukan nalar para audiens terlebih dahulu, sebelum mencekokkan pemikiran-pemikiran Emha. Jika Emha bernalar sehat, semestinya pertanyaan itu (setidaknya) ada empat pilihan : (1) Ada orang tidak shalat berperilaku baik (2) Ada orang shalat berperilaku jahat (3) Ada orang tidak shalat berperilaku jahat (4) Ada orang shalat berperilaku baik. Ini jauh lebih variatif, lebih faktual, lebih obyektif, lebih fair, lebih edukatif, dan tulus bertanya untuk kepentingan dakwah. Shalat dan kebaikan adalah satu kesatuan konsep yang tak terpisahkan. Lebih dari itu, shalat adalah amal pembeda antara kita yang muslim (akan ke surga), dengan mereka yang kafir / tidak shalat (akan ke neraka). Wallahu a’lam bishshawwab. (arrahmah.com)

Oleh Budi Nurastowo Bintriman 
(Kader Muhammadiyah, Alumni Pondok Pesantren Hajjah Nuriyah Shabran, UMS angkatan 86)

- See more at: http://www.arrahmah.com/kontribusi/kerancuan-dakwah-mh-ainun-najib-kyai-kanjengnya.html, akses tgl 06/12/2013.

More aboutKerancuan dakwah MH. Ainun Najib dengan Kyai Kanjengnya

Muslimah Berjilbab di Kantor NASA

Posted by Zam

Penampilan perempuan itu mencolok di jajaran foto pegawai perempuan di Badan Antariksa Amerika  Serikat (NASA), terpampang di laman Women@NASA. Dia satu-satunya yang mengenakan kerudung.

Nama perempuan itu Tahani Amer, doktor bidang teknik dari Old Dominion University di Norfolk, Virginia. Sehari-hari, ia bekerja di cabang Computational Fluid Dynamics (CFD) atau Komputasi Dinamika Fluida NASA. Di situ dia berjibaku dengan kode komputer CFD sampai memanjat langit-langit  terowongan angin untuk memasang alat  pengukur kecepatan.

“Aku seorang muslim Amerika, pegawai NASA, yang tumbuh di pinggiran kota Kairo, Mesir,” kata Amer, seperti dimuat situsNASA.

Minat Amer pada teknik timbul saat ia melihat ayahnya memperbaiki mesin mobil di apartemennya yang kecil di Mesir. Sementara kecintaannya pada matematika memuluskan jalannya menjadi insinyur aeronautika yang bekerja di salah satu lembaga paling terkemuka dunia. “Bagi saya, pendidikan adalah kunci yang membuka banyak peluang,” kata dia.

Amer menceritakan awalnya ia ingin masuk sekolah kedokteran di Kairo. Namun, pilihan hidupnya mengubah cita-citanya. Ia menikah di usia 17 tahun dan pindah ke Amerika Serikat.

“Matematika adalah subyek favorit saya,” kata dia. “Saat tiba di AS pada 1983 dan masuk ke kelas kalkulus pertama saya, saya tak bisa bicara satu katapun dalam Bahasa Inggris. Tapi saya bisa memperoleh nilai A dalam mata pelajaran itu,” cerita dia. Saat itulah Amer merasa, karirnya di bidang teknik akan menjadi masa depannya.

Ia pun berhasil menyelesaikan kuliah non-gelarnya di bidang teknik dalam dua tahun, sembari mengasuh dua anaknya yang masih kecil. Lalu ia meraih gelar sarjana di bidang teknik, disusul master di teknik aeronautika, dan lalu doktor di bidang teknik.

Amer memulai karirnya di NASA pada tahun 1992, di proyek CFD. Sejak itulah ia mendapatkan banyak pengalaman berharga bekerja sama dengan banyak ilmuwan cerdas yang mencintai pekerjaannya. Lalu, ia bekerja di salah satu terowongan angin NASA untuk melakukan eksperimen tekanan dan termal cat sensitif. “Aku bekerja dengan kode-kode komputer CFD dan memanjat langit-langit untuk menginstal alat kecepatan. Ini luar biasa, aku seperti gadis kecil di ‘toko permen’ NASA. Segalanya terasa mungkin.”

Amer mengaku tak pernah merasa bosan bekerja di NASA. Ia bahkan berhasil menemukan dan mematenkan sistem untuk mengukur konduktivitas termal film tipis.

Mendapat anugerah otak encer dan kesempatan memperoleh pendidikan, membuat Amer tak pelit berbagi ilmu. Ia rajin ikut serta dalam program sosial yang  diselenggarakan NASA.

Ia pun aktif di masjid, untuk mengajar soal Islam dan mengaji Alquran untuk anak-anak. “Paska serangan 11 September saya ikut serta memberi pemahaman tentang Islam di komunitas saya. Saya juga memberi ceramah di gereja-gereja, di banyak universitas, dan sekolah lokal. Bahkan ada surat kabar lokal yang mewawancaraiku soal Islam,” kata Amer.

Selama hidupnya Amer punya tiga prinsip: melayani Tuhan maka Anda melayani semua makhluk; bahwa pendidikan adalah kunci yang membuka peluang; dan berusaha melayani orang lain dengan welas asih dan kebaikan.

“Dengan tiga prinsip itu saya mencoba menerapkan standar hidup sehari-hari untuk menantang diri saya sendiri dalam pekerjaanku di NASA, berusaha terus memperbaiki diri, dan membantu orang lain melalui sebuah organisasi besar: NASA.”

NASA mengembangkan laman Women@NASA sebagai usaha membantu siswi sekolah menengah untuk mengeksplorasi peluang karir di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika.


Redaktur: Shabra Syatila 
Sumber: 
- viva
- http://www.fimadani.com/muslimah-berjilbab-di-kantor-nasa/, akses tgl 06/12/2013.
More aboutMuslimah Berjilbab di Kantor NASA

Nabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia

Posted by Zam on Wednesday, December 4, 2013

1. Mahatma Gandhi (komentar mengenai karakter Muhammad di Young India)

“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia. Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.

2. Sir George Bernard Shaw, dalam bukunya “The Genuine Islam”

“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris bahkan Eropa, beberapa ratus tahun dari sekarang, Islamlah agama tersebut.

Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad sebagai sosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil “sang penyelamat kemanusiaan”.

“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan yang sedemikian rupa hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia. Menurutku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini.

Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.

Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 Masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 tahun dan meninggalkan dunia ini pada usia 63. Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan menuju keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal transformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit, hanya dua dekade.”

3. Michael H. Hart, dalam bukunya “The 100: A Ranking Of The Most Influential Persons In History”

“Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama (hal. 33). Lamar Tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa: ‘Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri.’

Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa. Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannnya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan keghaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filosof yang juga seorang orator, prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pengembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”

4. Lamar Tine, dalam bukunya “Histoire De La Turquie”

“Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang-orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini.

Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang, semua menjadi satu.

Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut. Hanya dengan kepribadian seperti dialah keagungan seperti ini dapat diraih.”

5. K. S. Ramakrishna Rao, dalam bookletnya “Muhammad, The Prophet of Islam”

“Kepribadian Muhammad, sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan.

Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.”

6. Profesor (Snouck) Hurgronje

“Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa.

Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan; menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.”

7. Thomas Carlyle, dalam bukunya “His Heroes And Heroworship”

“Betapa menakjubkan seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Badui) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua dekade.

Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri. Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia. Diantara aib terbesar yang ada hari ini ialah bahwa masih ada saja orang yang mengatakan bahwa Islam adalah bohong dan Muhammad adalah penipu.

Saudaraku, apakah kalian pernah menyaksikan, dalam sejarah, seorang pendusta yang mampu menyampaikan sebuah agama yang sedemikian kokoh dan menyebarkannya ke seluruh dunia? Saya yakin bahwa manusia harus bergerak sesuai dengan UU dan logika. Jika tidak maka ia tidak akan mungkin mencapai tujuannya. Mustahil bahwa manusia besar ini adalah seorang pembohong. Karena pada kenyataannya, kebenaran dan kejujuran adalah dasar semua kerjanya dan pondasi semua sifat utamanya.

Pandangan yang kokoh, pemikiran-pemikiran yang lurus, kecerdasan, kecermatan, dan pengetahuannya akan kemaslahatan umum, merupakan bukti-bukti nyata kepandaiannya. Kebutahurufannya justru memberikan nilai positif yang sangat mengagumkan. Ia tidak pernah menukil pandangan orang lain, dan ia tak pernah memperoleh setetes pun informasi dari selainnya. Allah-lah yang telah mencurahkan pengetahuan dan hikmah kepada manusia agung ini. Sejak hari-hari pertamanya, ia sudah dikenal sebagai seorang pemuda yang cerdas, terpercaya dan jujur. Tak akan keluar dari mulutnya suatu ucapan kecuali memberikan manfaat dan hikmah yang amat luas.

Hati manusia mulia putra padang pasir ini penuh dengan kebaikan dan kasih sayang. Ajaran-ajarannya terjauh dari semangat egoisme, dan pandangan-pandangannya bersih dari ketamakan kepada pangkat kedudukan duniawi. Saya mencintai Muhammad dengan segenap wujud, karena seluruh wataknya sangat jauh dari tipu muslihat dan basa-basi.”

8. Gustav Lebon, cendekiawan Perancis, dalam bukunya “Peradaban Islam dan Arab”

Seperti yang ditulisnya, “Jika kita ingin kita ingin mengukur kehebatan tokoh-tokoh besar dengan karya-karya dan hasil kerjanya, maka harus kita katakan bahwa diantara seluruh tokoh sejarah, Nabi Islam adalah manusia yang sangat agung dan ternama. Meskipun selama 20 tahun, penduduk Makkah memusuhi Nabi sedemikian kerasnya, dan tak pernah berhenti mengganggu dan menyakiti beliau, namun pada saat Fathu Makkah (penaklukan kota Makkah), beliau menunjukkan puncak nilai kemanusiaan dan kepahlawanan dalam memperlakukan warga Makkah. Beliau hanya memerintahkan agar patung-patung di sekitar dan di dalam Ka’bah dibersihkan. Hal yang patut diperhatikan dalam kepribadian beliau ialah bahwa sebagaimana tidak pernah takut menghadapi kegagalan, ketika memperoleh kemenangan pun beliau tidak pernah menyombong dan tetap menunjukkan sikapnya yang lurus.”

9. Will Durant, sejawaran AS, dalam dua buku sejarahnya, juga memuji Muhammad Rasul Allah.

Ia menulis, “Kita harus katakan bahwa Muhammad adalah tokoh sejarah terbesar. Ketika memulai dakwahnya, negeri Arab adalah sebentang padang pasir kering dan kosong, yang di beberapa kawasannya dihuni oleh sejumlah kaum Arab penyembah berhala. Jumlah mereka kecil tapi perselisihan diantara mereka sangat banyak.

Akan tetapi ketika beliau wafat, penduduk Arab ini pula telah muncul sebagai umat yang bersatu dan kompak. Beliau menghapus segala macam khurafat dan fanatisme dan menyuguhkan sebuah agama dyang sederhana tapi kokoh dan terang benderang yang dibangun di atas dasar keberanian dan kemuliaan. Kitab beliau adalah Al-Quran dan tak ada kitab lain yang mampu menandinginya dari segi kekuatan pengaruh dan daya tariknya.”

10. John Diven Port, cendekiawan Inggris.

Ia menyatakan penyesalannya terhadap sikap tendensius terhadap Nabi Islam. Dalam bukunya yang ia tulis berkenaan dengan Nabi Muhammad SAW, dengan segala kejujuran dan kecintaan yang mendalam kepada Nabi, ia berusaha membersihkan segala macam kedustaan dan tuduhan negatif dari kehidupan Nabi Muhammad, dan mengajak orang-orang sesat ini untuk merenung dan berpikir dengan benar.

Diven Port menulis, “Dari segi keindahan dan kebaikan watak dan perilaku, Muhammad memiliki keistimewaan yang sangat tinggi. Mereka yang tidak memiliki watak-watak seperti inilah yang memandang beliau sebagai sesuatu yang tak bernilai.

Sebelum memulai ucapannya, beliau telah menarik para pendengar beliau, baik satu orang atau banyak, dengan akhlak dan peringainya yang sangat mulia. Wajah beliau memancarkan kewibawaan sekaligus daya tarik yang amat kuat. Senyumnya yang indah takpernah lepas dari bibir beliau. Pada akhirnya, hal-hal lembut dan menarik selalu beliau masukkan dalam tutur kata beliau, memaksa setiap orang memujinya. Oleh sebab itulah beliau dikenal sebagai tokoh agama yang paling langka di dunia.”

11. Dosun, penulis Perancis, dalam bukunya “Muhammad dan Islam”

“Pada umumnya, warga Perancis tidak menaruh minat kepada pembahasan masalah-masalah keagamaan. Akan tetapi, mereka yang taat beragama dan pemikir Perancis, memiliki pandangan lain kepada Islam. Hakekatnya ialah bahwa kemunculan Islam dan penyebarannya termasuk diantara hasil karya besar dan amat penting sejarah manusia. Di akhir abad ketujuh Islam mampu merambah ke Suriah, Iran, Mesir dan dunia Arab, dan menyebar di seluruh Afrika Utara, serta menguasai seluruh pulau-pulau di laut Mediterania, kemudian masuk pula ke India dan Cina. Saat ini Islam telah memberikan pengarunya yang luas dalam peradaban dunia serta dalam politik kontemporer. Keberhasilan perjuangan Muhammad saaw, dalam menggeser UU yang berlaku di negara-negara Asia, padahal mereka termasuk diantara negara terkuno di dunia, serta ketahanan UU Islam ini selama berabad-abad, merupakan bukti terbaik yang menunjukkan kebenaran tokoh ini dan keistimewaannya yang langka.”

12. Edward Gibbon dalam pidatonya yang bertajuk “Profession of Islam”

“Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama.”

13. Simon Ockley dalam bukunya “History Of The Saracen Empires”

“Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan dan demikianlah juga setiap tindakannya.”

14. Sarojini Naidu, penyair terkenal India (S. Naidu, Ideals of Islam)

“Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jamaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui; Allah Maha Besar. Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.”

15. James A. Michener dalam bukunya “Islam: The Misunderstood Religion”

“Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil, dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.

Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi-sembunyi dan ragu-ragu karena menyadari kelemahannya. Tapi “membaca” adalah perintah yang diperolehnya, dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: Tiada tuhan selain Allah.

Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: ‘Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.’

Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar -red) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa; ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Allah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya.’”

16. W. Montgomery Watt dalam bukunya “Mohammad At Mecca”

“Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad.”

17. Annie Besant, dalam bukunya “The Life And Teachings Of Muhammad”

“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasa kan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya merasakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”

18. Bosworth Smith, dalam bukunya Mohammad And Mohammadanism

“Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrumen atau penyokongnya.”

19. John Austin, dalam bukunya “Muhammad the Prophet of Allah”

“Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.”

20. Professor Jules Masserman

“Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal. Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer -red). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada semua kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa juga melakukan hal yang sama.”



Redaktur: Farid Zakaria 
sumber : http://www.fimadani.com/muhammad-saw-di-mata-para-tokoh-dunia/, akses tgl 05/12/2013.
More aboutNabi Muhammad di Mata Para Tokoh Dunia

Siapa Di Balik Black Metal & Musik Underground?

Posted by Zam

DI kota manapun Anda di Indonesia, pemandangan segorombolan anak muda tanggung, berpakaian hitam-hitam, berambut Mohawk dan sejenisnya, akan mudah bisa Anda temui. Mereka pengklaim sebagai penganut Black Metal. Lihatlah tulisan-tulisan di kaos mereka. “Semua Manusia Akan Jadi Penghuni Neraka”, “I Worship Satan”, dan sebagainya

Penampilan pengikut Black Metal memang pelik dan tidak sulit untuk mengenalinya. Selain berpakaian serba hitam dan menonjolkan lambang-lambang tertentu, anggota kelompok Black Metal juga menunjukan citra yang cabul, kotor, dan hippies.

Menurut banyak pihak, disadari atau tidak, para anggota Black Metal—utamanya di luar negeri—merupakan pemuja setan. Mereka percaya bahwa setan dapat memberikan dan memenuhi segala keinginannya. Bagi mereka, agama terdapat banyak larangan yang perlu dipatuhi, sedangkan dengan memuja setan, mereka dapat melakukan apa saja yang disukainya tanpa halangan apapun.

Aksesoris yang mereka pakai melambangkan kelompok mereka. Mereka percaya dengan mengenakan simbol-simbol itu pada dirinya, maka sifat-sifat kesetanan akan menjelma pada setiap tingkah lakunya.
Kelompok Black Metal menggunakan simbol bintang bersudut lima.

Simbol ini mewakili setan Bephomet yang juga dipuja oleh kelompok Black Metal. Setiap sudut pada bintang tersebut mewakili unsur-unsur Ruh, air, api, angin, dan tanah. Kelompok Black Metal juga menggunakan kepala kambing bertanduk dua sebagai simbol. Kepala kambing telah digunakan oleh para pemuja setan sejak ribuan tahun yang lalu.

Berdasarkan penelitian menyebutkan bahwa praktik memuja kepala kambing telah ada di lembah Euphartes dan Tigris sejak 6000 tahun yang lalu. Puncak dari pemujaan terhadap kepala kambing ialah dengan persembahan korban manusia ataupun binatang.

Simbol lain yang cukup terkenal adalah salib terbalik, yang membawa pengertian bahwa kelompok Black Metal anti terhadap agama kristen. Konon, simbol ini telah dipakai sejak masa perang salib saat tentara kristen melakukan serangan terhadap umat islam yang berlangsung selama lebih kurang 350 tahun dengan kemenangan pada umat Islam.

Perang salib sebenarnya didalangi oleh bangsa Yahudi. Orang-orang Yahudi telah menyalurkan dana untuk membiayai perang tersebut. Simbol salib terbalik telah digunakan sebagai perantara dan lambang hubungan antara orang Yahudi dan pasukan tentara yang di biayainya. Jadi, kelompok Black Metal mempunyai hubungan dengan peran dan agenda jahat orang Yahudi sebagai usaha mereka untuk menguasai dunia dan umat manusia.
Di kalangan pengikut Black Metal, setan-setan yang dipuja biasanya membawa elemen keganasan, kemusnahan, kejahatan, kezaliman, kegelapan, dan berbagai unsur negatif lainnya.

Setan-setan itu mempunyai hubungan dekat dengan mitos yang terdapat dalam ajaran Kristen dan Yahudi. Setan-setan itu ialah Abbadon, Adramelech, Ahrimen, Ammit, Anti-Christ, Asmodeus, Astaroth, Azazel, Baphomet, Behemoth, Eurynome, Lucifier, Mammon, Mastema, Paimon, Sammael, Satanchia, dan Zagan. Tugas setan-setan ini ialah menyesatkan manusia guna melancarkan kekuasaan satanik didunia.
Aliran musik kelompok Black Metal yang dipenuhi dengan acara seks bebas, pemujaan setan, dan kesesatan sebenarnya adalah ciptaan Yahudi.

Musik underground sendiri dipelopori oleh seorang lelaki Yahudi yang bernama Yurinamus. Dengan sokongan keuangan yang kuat dan media massa yang dikuasai oleh organisasi Yahudi, aliran musik yang ganas, gila, dan sesat itu menjadi cepat populer dikalangan remaja. Ditambah lagi dengan usaha-usaha yang dibuat secara sistematis diatas nama liberalisme, humanisme, dan ideologi-ideologi lain yang akhirnya golongan remaja menjadi penentang agama dan Tuhannya. Musik Black Metal menjanjikan kebebasan untuk mereka agar dapat melepaskan diri dari segala peraturan agama, undang-undang, dan norma yang katanya menyusahkan remaja. [up]

sumber : http://www.islampos.com/siapa-di-balik-black-metal-musik-underground-44853/, akses tgl 04/12/2013.
More aboutSiapa Di Balik Black Metal & Musik Underground?