Search

Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Bunda Ratu: Bunda Putri diamankan Ani Yudhoyono di Cikeas

Posted by Zam on Monday, December 9, 2013

Jamban Panyileukan - Seorang wanita setengah baya tiba-tiba saja mendatangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sore ini. Tidak jelas siapa wanita ini sebenarnya. Wanita yang mengenakan baju putih, kerudung hitam dan berkacamata ini mengaku sebagai penasihat spiritual KPK.

Sebagai penasihat spiritual, Yenny mengaku ditugaskan KPK untuk menunjukkan keberadaan Bunda Putri yang hingga saat ini masih misterius. Atas pekerjaannya ini, Yenny mengaku digaji Rp 10 juta oleh KPK.

Yenny memiliki nama lengkap Raden Ayu Yenny Meiliana. Wanita yang akrab disapa Bunda Ratu ini mengungkapkan, Bunda Putri tengah diamankan Ibu Ani Yudhoyono di Cikeas, Jawa Barat.

"Aku tahu, Bunda Putri itu adanya di Ibu Ani Yudhoyono. Pak SBY juga engga tahu, makanya kau bantu buat Pak SBY," ujar Yenny Meiliana di Gedung KPK, Jakarta, Senin (28/10).

Bahkan, dia juga menunjukkan pesan singkat dari Ani Yudhoyono yang mengatakan tidak mengenal Bunda Ratu. Padahal, Bunda Ratu menegaskan dirinya kenal baik dengan keluarga Ani, termasuk sang ayahanda Sarwo Edhie.

"Aku kan sering ke Istana. Sebenarnya kalau dibilang dekat, ya lebih kenal baik bapaknya, Sarwo Edhie, dulu kenal baik," kata dia.

Bunda Ratu juga membeberkan tersangka kasus suap impor daging sapi, Ahmad Fathanah merupakan orang dekat Ani Yudhoyono. Selain itu, dia juga mengaku kenal dekat dengan para pejabat di Indonesia termasuk Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi dan Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas).

"Pak Sudi kenal aku. Ibas juga kenal aku, kenal baik. Tanya aja Pak Sudi sekarang," pungkas dia.
[lia]

Reporter : Saugy Riyandi
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/bunda-ratu-bunda-putri-diamankan-ani-yudhoyono-di-cikeas.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutBunda Ratu: Bunda Putri diamankan Ani Yudhoyono di Cikeas

Agung Laksono benarkan Bunda Putri anak tokoh Golkar Ahmadi

Posted by Zam

Jamban Panyileukan - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menkokesra), Agung Laksono membenarkan Bunda Putri adalah anak mantan pengurus Golkar DKI Jakarta, Ahmadi. Namun ia membantah jika Bunda Putri aktif di partai pimpinan Aburizal Bakrie itu.

"Setahu saya betul, kan saya pengurus Golkar DKI, bos saya almarhum Haji Ahmadi," jelas Agung di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (22/10).

Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini hanya tahu sebatas Bunda Putri adalah anak dari Ahmadi, purnawirawan mayor jenderal. Dia mengaku tak tahu menahu soal sosok Bunda Putri dengan aktivitasnya yang diduga banyak kenal pejabat tinggi negara.

"Saya enggak tahu, saya tahunya anak Pak Ahmadi saja," imbuhnya.

Agung menilai, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tak perlu turun tangan langsung mengungkap siapa Bunda Putri itu. Dia berpandangan, sebaik suami dari Bunda Putri sendiri yakni, salah satu Dirjen di Kementerian Pertanian yang seharusnya menjelaskan siapa Bunda Putri itu.

"Menurut saya, suami Bunda Putri pejabat tinggi, jelasin sendiri saja," terang dia.

Agung menegaskan jika Bunda Putri bukan kader Partai Golkar. Dia juga tak tahu apa kegiatan pemilik nama asli Non Saputri itu selama ini.

"Oh bukan (kader Golkar). Bukan aktivis, saya enggak tahu pebisnis atau enggak," pungkasnya.
[ren]

Reporter : Randy Ferdi Firdaus
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/agung-laksono-benarkan-bunda-putri-anak-tokoh-golkar-ahmadi.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutAgung Laksono benarkan Bunda Putri anak tokoh Golkar Ahmadi

Gita Wirjawan: Bunda Putri tiba-tiba nyalip nyematin pin

Posted by Zam

Bunda Putri bersama Gita Wirjawan
Jamban Panyileukan - Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, menegaskan bahwa dirinya tidak mengenal sosok Bunda Putri yang menyematkan pin padanya saat berlangsung Musyawarah Nasional 2 Barisan Indonesia.

"Betul itu foto saat 'nyematin' pin. Itu yang mau nyematin harusnya orang lain, tapi tidak tahu dia (diduga Bunda Putri) tiba-tiba nyalip mau 'nyematin' gitu," katanya usai mengisi kuliah umum di Semarang, Selasa (22/10).

Sebelumnya, beredar foto yang diduga sosok Bunda Putri tampak menyematkan pin kepada Gita saat terpilih sebagai Ketua Umum pada Munas Barindo yang berlangsung di Hotel Meritus, Surabaya, 23-24 Agustus lalu.

Meski demikian, pria kelahiran Jakarta, 21 September 1965 itu menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak mengenal sosok dalam foto yang tengah menyematkan pin yang disebut-sebut sebagai Bunda Putri itu.

"Saya ini kan salaman dengan ratusan orang. Saya selalu 'ngasih' sikap baik, tetapi kan belum tentu kenal," kata Gita.

Nama Bunda Putri mencuat setelah pada sidang 10 Oktober 2013, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq menyebutkan bahwa Bunda Putri mengenal PresidenSBY dan dapat memberikan informasi akurat mengenai kebijakan pemerintah.

Presiden Yudhoyono sebelumnya telah memberikan klarifikasi bahwa pernyataan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq tidak benar, dan ia sama sekali tidak mengenal sosok Bunda Putri yang namanya dikaitkan dengan dirinya.

Mengenai keterangan bahwa ada orang yang disebut Bunda Putri dekat dengan Presiden, SBYmengatakan seharusnya perangkat lembaga kepresidenan mengetahui hal itu.

Presiden mengatakan, dirinya telah mengecek semua perangkat lembaga kepresidenan, ajudan, keluarga bahkan catatan-catatan pesan singkat melalui telepon selular, daftar tamu yang ingin bertemu Presiden dan hal lainnya, namun semuanya tidak menunjukkan adanya orang yang disebut Bunda Putri.
[tts]

Reporter : Mustiana Lestari
sumber : http://www.merdeka.com/peristiwa/gita-wirjawan-bunda-putri-tiba-tiba-nyalip-nyematin-pin.html, akses tgl 29/10/2013.

More aboutGita Wirjawan: Bunda Putri tiba-tiba nyalip nyematin pin

Pancasilaisme Dekat Komunisme, Lawan Kapitalisme. Tapi Faktanya?

Posted by Zam on Saturday, December 7, 2013

Manusia memiliki agama dan melakukan praktik keagamaan hampir seusia dengan sejarah manusia itu sendiri. Begitulah hal yang juga menjadi pembahasan Prof. F. Max Muller, ilmuwan abad ke-19 asal Jerman, dalam ilmu yang diperkenalkannya sebagai Science of Religion.

Apa yang dikatakan Muller itu sudah lebih dulu disebutkan dalam seluruh kitab suci agama-agama yang ada di dunia, bahwa manusia dilahirkan sebagai ciptaan Tuhan, atas kehendak Tuhan. Meskipun masing-masing agama mempunyai cerita yang berbeda satu-sama lain.

Ajaran agama-agama di muka bumi yang memandang alam sebagai bagian penting manusia. Alam tidak dimiliki oleh individu-individu manusia, tetapi alam adalah milik Tuhan di mana manusia secara komunal mempunyai kewajiban untuk menjaganya.

Agama juga dijadikan alat untuk menentang tirani kekuasaan para raja di dunia. Contohnya dalam agama Islam terdapat kisah Nabi Ibrahim menentang Raja Namrud, Nabi Musa menentang Raja Ramses II (Firaun), Nabi Daud menentang Raja Jalut, dan lain-lainnya.

Agama pada mulanya melahirkan kebudayaan tinggi dan bermoral, namun penyimpangan ajaran agama menimbulkan masalah kehidupan. Daniel L. Pals, salah seorang ilmuwan Amerika Serikat dalam bukunya Seven Theories of Religionmenuliskan, para penganut Konfusius di Cina boleh jadi tidak kenal Yesus Kristus dan hidup tanpa acuan Bibel, tapi dapat menghasilkan budaya yang sangat beradab, bermoral dan tertata dengan baik, suatu masyarakat yang diidamkan oleh Yesus dan para Apostel. Tetapi di sisi lain para penganut Yesus di Eropa melakukan pertumpahan darah. Gerakan kaum Protestan di Eropa Utara menentang kekuasaan gereja, menolak penafsiran gerejawi terhadap kebenaran yang ada di Bibel, masyarakat terpecah-belah dalam berbagai aliran teologi, antara Katolik dengan Protestan, juga antar berbagai sekte dalam tubuh Kristen.

Konspirasi antara tirani para raja dengan penguasa agama, seperti yang terjadi di Eropa di Abad Pertengahan tersebut, memunculkan perlawanan kaum sipil, melahirkan pemikiran-pemikiran liberal yang menentang tirani tersebut. Muncul gagasan John Locke, Montesquieu, Rosseau, Kant dan lain-lain yang masing-masing mempunyai pendapat tentang negara, hukum, demokrasi dan masyarakat.

Prof. Roberto M. Unger dari Universitas Harvard menjelaskan kemunculan hukum modern Eropa pada waktu yang merupakan kompromi golongan kelas atas (kaum konservatif) dengan golongan kelas menengah berkuasa (kaum borjuis) yang mempunyai kepentingan mewujudkan tujuan mereka. Itulah sejarah kelahiran kapitalisme, yang selanjutnya melahirkan imperialisme di seluruh dunia, bangsa Eropa menguasai dunia.

Sistem ekonomi kapitalisme mendapat kritik dari Karl Marx. Ia adalah anak seorang pengacara Yahudi bernama Heinrich Marx di Trier, bagian wilayah Jerman yang saat itu belum bersatu. Daniel L. Pals menuliskan, pada waktu itu Prusia sedang anti Yahudi, sehingga ayah Karl Marx pindah agama menjadi Kristen “KTP”.

Tahun 1848 Karl Marx bersama dengan Engels menulis karya berjudul Cummunist Manifesto. Maka, yang disebut Bapak Komunis sebenarnya bukan hanya Karl Marx, tapi juga termasuk Friedrich Engels yang dilupakan ini. Engels merupakan anak industrialis tekstil yang sukses. Di kota kelahirannya, Wupper (yang merupakan basis organisasi penginjil di Jerman), Engels melihat kemiskinan di mana-mana yang ia nilai sebagai penindasan. Ia melihat kondisi buruk yang sama di Inggris ketika oleh keluarganya ditugasi memimpin usahanya di situ.

Engels dan Marx sama-sama melihat bukti-bukti konkrit di mana-mana tentang penindasan yang dilakukan para pendeta gereja dan kaum kapitalis di mana-mana. Marx melihat seluruh lahan pertanian dikuasai para pendeta gereja atau tuan-tuan tanah, yang dipertahankan dengan mengandalkan kekuatan para budak. Ia bertanya: Pantaskah kita heran atas kenyataan seluruh aturan moral saat itu yang selalu merujuk pada kesalehan gerejawi dengan harus mengikuti jejak para pahlawan kebajikan yang beriman dan sangat setia kepada para pemimpin yang feodal?

Pemikiran Marx dan Engels tentang agama yang ditentangnya muncul dari latar belakang penindasan kaum feodal dan borjuis yang semena-mena kepada rakyat kecil. Kaum buruh miskin di mana-mana dengan upah rendah, sementara para majikan mereka semakin lama semakin kaya, mendirikan gedung megah di mana-mana. Namun, sebagian besar karya Engels dan Marx adalah kritik terhadap sistem ekonomi kapitalisme dan prediksi sejarah ambruknya kapitalisme akibat revolusi di mana praktik-praktik penghisapan menimbulkan perlawanan guna memutus mata-rantai penderitaan masyarakat tertindas.

Ada sebuah motto menarik yang dipasang Marx dalam disertasinya. Ia menyatakan, “Aku benci semua dewa.” Alasannya, para dewa tidak mengakui bahwa “kesadaran diri manusia adalah derajat ketuhanan tertinggi.” Barangkali ini sebagai sebuah petunjuk bahwa sesungguhnya Karl Marx dalam jiwanya terdalam mengakui apa yang disebutnya sebagai “derajat ketuhanan tertinggi manusia.” Alasan ini mengingatkan pada hadits, “Man ‘arofa nafsahu, faqod ‘arofa robbahu.” (Siapa yang mengetahui dirinya, maka ia mengetahui Tuhannya). Hadits tersebut konon palsu, sebab tidak jelas asalnya. Ada yang mencurigai hadits tersebut berasal dari ajaran Yahudi. Tetapi dalam Quran dinyatakan bahwa Alloh dekat dengan manusia, lebih dekat dari urat nadi leher manusia itu sendiri (Al-Qof: 16). Barangkali dasar tersebut yang kemudian memunculkan pemahaman para sufi yang nyeleneh tentang “manunggaling kawula-Gusti” (wahdayul wujud).

Artinya, sikap Marx yang anti Tuhan adalah bukan sikap jiwanya, tapi kritik terhadap masyarakat yang dianggapnya salah dalam beragama, melihat pengalaman-pengalaman yang ada, meskipun ia mengatakan bahwa kepercayaan kepada Tuhan atau dewa-dewa adalah lambang kekecewaan atas kekalahan dalam perjuangan kelas. Daniel L. Pals sulit memahami penyebab ke-ateis-an Marx, apakah karena faktor sosial, intelektual, ataukah karena ia melihat ayahnya yang mudah berpindah agama dari Yahudi menjadi Kristen karena untuk mempertahankan karirnya sebagai pengacara di Prusia.

Dalam soal ateisme ini, saya jadi ingat rumusan Penjelasan Atas Bab II Angka I Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila TAP MPR No. II/MPR/1978 yang menjelaskan: “Dengan rumusan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa seperti tersebut pada Bab II angka I tidak berarti bahwa negara memaksa atau suatu kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sebab agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu berdasarkan keyakinan, hingga tidak dapat dipaksakan dan memang agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa itu sendiri tidak memaksa setiap manusia untuk memeluk dan menganutnya.” Apa artinya? Sistem hukum jaman Orde Baru mengakui ateisme.

Bicara tentang pendirian Bapak Komunis ini mungkin akan menjadikan perdebatan. Namun pemikiran pokok yang cukup humanis adalah: Komunis menentang kapitalisme yang melahirkan penindasan, penghisapan atau eksploitasi, merendahkan manusia lainnya. Marx bukan pula dewa yang mungkin mempunyai kekeliruan dalam gagasan dan teorinya.

Dalam hal tersebut Bung Karno mencoba memahamkan kepada kita atas saling caci-maki ideologis antara kaum nasionalis dan agamis dengan kaum marxis yang telah sama-sama berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dari penjajahan kaum kapitalis-imperialis. Bung Karno mengatakan, taktik marxisme baru tidaklah menolak kerjasama dengan nasionalis dan Islamis di Asia. Taktik marxis baru mendukung gerakan-gerakan nasionalis dan Islamis. Marxis yang menolak bekerjasama dengan nasionalis dan Islamis adalah marxis yang tidak mengikuti aliran jaman.

Begitupula kaum nasionalis dan Islamis yang mengolok-olok marxis karena kejadian di Rusia (adanya pembantaian) adalah mereka yang tidak paham dengan terpelesetnya praktik-praktik tersebut. Sebab, tujuan marxisme untuk terwujudnya sosialisme dapat terjadi dengan syarat semua negara di-sosialis-kan. Itulah yang dikemukakan Bung Karno tahun 1926, sebelum Indonesia merdeka.

Bung Karno yang kita kenal sebagai salah satu perumus Pancasila itu dalam pemerintahannya pun mengijinkan berdirinya Partai Komunis Indonesia (PKI) yang menjadi partai besar di Indonesia. Barulah kemudian peristiwa pahit tahun 1965 – yang sejarahnya sudah kian terbuka lebar tentang peran CIA sebagai intelejen kapitalisme – maka terjadi trauma sosial karena persitiwa itu diberikan stigma sebagai “kekejaman komunis”. Jika kita mau bandingkan secara adil seandainya adanya kenakalan PKI waktu itu, berapa juta manusia yang dibunuh secara ilegal, yakni mereka yang dituduh sebagai anggota PKI, sesudahnya? Lalu siapa pelakunya dan mengapa kita tidak menganggapnya sebagai “kejahatan yang besar.”? Semua itu jelas karena politik Indonesia terpengaruh oleh politik kapitalisme.

Tulisan ini sekaligus sebagai kritik sistem hukum Indonesia yang mengkriminalisasi penyebaran ajaran Komunisme/Marxisme/Leninisme – dengan UU No. 27 Tahun 1999 - yang dinilai berbahaya dalam praktek kehidupan politik dan kenegaraan karena menjelmakan diri dalam kegiatan-kegiatan yang  bertentangan dengan asas-asas dan sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia yang bertuhan dan beragama serta telah terbukti membahayakan kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Penciptaan hukum seperti itu selain tidak memahami pemikiran Bung Karno sebagai pencetus Pancasila, juga sebagai bentuk penjajahan ideologis terhadap ideologi yang selama ini ditoleransi oleh Bung Karno dengan konsep “neo-marxisme yang bekerjasama dengan nasionalis dan agamis menentang imperalialisme.”

Artinya, justru Pancasila itu lebih dekat dengan komunisme, sama-sama menentang kapitalisme dan imperialisme.

Justru Indonesia ini dijajah kekuatan kapitalisme selama ratusan tahun, melihat pula kapitalisme melakukan imperialisme di seluruh dunia, tetapi tidak dilakukan pelarangan penyebaran dan penganutan ideologi kapitalisme tersebut. Mengapa? Sebab dalam praktiknya memang negara Indonesia telah dikuasai kapitalisme. Bangsa ini hanya terima menjadi boneka. Lain dengan contoh perjuangan revolusi sosialisme di Amerika Latin yang tak kenal lelah melawan hegemoni kapitalisme. Padahal kita punya Pancasila dengan konsep sosialisme Pancasila yang menetang penjajahan di muka bumi?

Sebagai orang Islam yang diperintahkan untuk adil (innalloha ya’muru bil ‘adl), tentu saya malu dengan tingkah politik rezim yang tidak adil, tidak mampu memahami maksud pendiri negara ini. Makin lama kita makin didekatkan pada kapitalisme, liberalisme, dengan sistem politik, ekonomi dan hukum yang liberal, yang semua itu ditentang para pendiri negara ini.

Apakah itu bukan pengkhianatan kepada Pancasila?

Penulis Subagyo

ps:Lalu kalo Indonesia mengkhianati Pancasila, paham negara islam tidak, komunis juga tidak.. jadi Indonesia Yahudiisme dong? Karena semua aliran buatan dan hasil campur tangan Yahudi Zionist.Bingung kan negara ini mau jadi apa? #randomcountry alias negara antah berantah.... begitu kata Justin Bieber

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/smart-teen/2013/12/07/28001/pancasilaisme-dekat-komunisme-lawan-kapitalisme-tapi-faktanya/#sthash.JT3r4PQJ.dpuf, akses tgl 07/12/2013.
More aboutPancasilaisme Dekat Komunisme, Lawan Kapitalisme. Tapi Faktanya?

Merindukan Pemimpin Seperti Umar

Posted by Zam

PENJAGAAN dan kehati-hatian yang dimiliki Umar bin Khattab ra. saat menjadi pemimpin sungguh luar biasa. Keadilan, kedermawanan, dan ketulusan kepada rakyatnya, ternyata sangatlah cocok untuk dijadikan sebuah teladan yang baik bagi para pemimpin di Indonesia. Di tengah-tengah kesibukannya dalam mengayomi rakyat, beliau berkata “Siapa yang ingin mengambilnya (kepemimpinan) dengan semua isinya? Aku ingin sekali lolos darinya, tak ada tanggung jawab dan hak bagiku.”

Dari tawaran tersebut, diceritakan, bahwa Umar memiliki rasa takut yang luar biasa dari melalaikan kepentingan rakyatnya. Sehingga, ia tidak bisa tidur kecuali sekejap. Dalam keadaan duduk beliau berkata, “Jika aku tidur di siang hari, maka aku telah melalaikan hak-hak rakyat. Jika aku tidur di malam hari, aku melalaikan diriku. Lalu, bagaimana aku akan tidur pada dua waktu ini?”

Dari ungkapan Umar di atas, tidaklah jarang dari kebanyakan para pemimpin kita yang “tertipu” dan tidak menyangka bahwa dirinya telah berada di jalan penguasa yang adil, benar, dan bijaksana. Bahkan mereka berbondong-bondong untuk mencalonkan dirinya sebagai seorang pemimpin yang mampu mengubah segalanya, termasuk memakmurkan rakyat. Jika memang punya tujuan yang sangat mulia itu, tentu tidak ada masalah. Karena, kita akan memiliki pemimpin yang paling giat dan bijaksana dalam menegakkan kebenaran, keadilan, dan kebijaksanaan.

Mengenai masa depan Indonesia, tentu kita memerlukan seorang pemimpin yang memiliki kriteria-kriteria pokok yang menyegarkan, menyadarkan, berani ambil resiko, berani tidak populer, bukan penakut, jujur, dan punya hati. Jati diri seperti inilah yang didamba-dambakan oleh rakyat. Namun jika sebaliknya, kekuasaan yang cenderung koruptif, yakni nafsu membesar sekaligus mempertahankan kekuasaan. Maka kekacauan dan kecemasan inilah yang kita hadapi sekarang. Oleh sebab itu, perlu adanya perubahan sedikit demi sedikit. Karena, perubahan yang mendadak mudharatnya lebih besar dari pada manfaatnya untuk rakyat.

Tuhan menciptakan umat manusia dalam jumlah banyak tentu dengan bibit-bibit pemimpin yang banyak juga. Tidaklah mungkin Allah menghendaki pemimpin tunggal sepanjang masa. Tetapi, di manakah benih pemimpin yang berjiwa Tuhan itu?

Mahalnya ketulusan

Ketika pemimpin mulai enteng dan menyatakan “semua diserahkan dalam proses hukum” dan mengabaikan suara rakyat, saat itu hilanglah kekuasaan etikanya. Pernyataan ini menegaskan sikap tidak masuk akal, karena tidak mengatakan apa yang sebenarnya. Artinya, pernyataan hanya sekedar bentuk komunikasi basa-basi yang tidak menyampaikan kenyataan.

Ketulusan , kebijakan, dan keadilan hanya akrab dibicarakan dalam aora agama. Berbeda dengan kebohongan dan keluguan, kebusukan yang seharusnya tampak mendesak ditampilkan, tetapi malah tertutup oleh kepercayaan dan kebenaran yang berlebihan. Akhirnya yang terjadi, praktik politik masa kini identik dengan kebohongan. Sehingga, dengan mudahnya, kebohongan tergelincir lalu diamini dengan kepentingan diri-sendiri.

Tak hanya itu, sidang pengadilan tidak lagi berfungsi sebagai proses peradilan, tetapi menjadi tempat pembesaran dan pelanggengan kekuasaan. Ditambah lagi kekuasaan sebagai lahan mengumbar nafsu ketamakan, kebohongan pun dianggap sebagai kebenaran. Sehingga, keluguan dan kejujuran menjadi barang mewah, dan kebenaran menjadi sebuah kemustahilan. Pelan tetapi pasti, ketulusan, kebajikan, dan keadilan itu mulai ditinggalkan. Sebab yang dikembangkan diperpolitikan dengan penuh rekayasa.

Dari kebobrokan yang sudah mendarah daging di negara kita ini, tentu sangat diperlukan sosok pemimpin yang seperti Umar bin Khattab demi menghilangkan kemungkaran dan menghapus bekasnya serta tidak memberi kesempatan bagi seorangpun untuk menampakkan perbuatan busuknya. Jika ada yang menampakkannya walaupun sedikit, hendaklah langsung ditegur dengan keras dan dihukum dengan hukuman yang setimpal sesuai yang diharuskan oleh syariat yang mulia atau kebijakan penguasa (UURI).

Jika kondisi bangsa yang superbahaya ini dapat teratasi oleh datangnya pemimpin baru, insya Allah negara ini akan selalu berhati nyaman. Tapi jika sebaliknya, dan diterus-teruskan, potensi gagal tanpa sadar pasti terpupuk walau dibantah. Itulah perlunya selalu ada yang “menjadi kumbang untuk menyengat kuda Athena yang maunya tidur saja,” (Socrates).

Bila nurani kita masih berfungsi dan bekerja dengan baik, akal tentunya juga ikut tertata rapi. Dengan nurani dan akal itulah kita dapat terdorong untuk mengembalikan ketulusan, kebijakan, dan keadilan. Namun, yang kita saksikan dewasa ini adalah sebuah unjuk rasa ketidakadilan yang sangat meluas.

Di sinilah, kita semua perlu memperbaiki diri. Merenunglah, bahwa di dunia yang fana ini, segala sesuatu itu ada batasnya. Dalam bahasa Al-Quran, batas itu disebut ajal. Hanya saja, dalam menghampiri batas atau ajal itu ada dua yang dapat diambil. Yaitu, yang baik dan yang buruk. Kalau kita memilih yang baik, tentu akan sampai pada akhir yang baik. Demikian pula sebaliknya.

Sungguh Allah Maha Penyayang, yang selalu memberikan kesempatan kepada semua hamba-Nya untuk memperbaiki diri. Mengapa seorang pemimpin yang berperilaku bejat, koruptor, dan jahat terhadap rakyatnya masih diberi kenyamanan dan umur panjang? Tak lain, karena Allah memberi kesempatan untuk bertaubat. Namun, bila kesempatan panjang itu tidak dimanfaatkan, barulah Allah membuat perhitungan yang sangat dahsyat. Wallahu a’lam, hanya Allah saja yang mengetahui, apa yang bakal terjadi. []

Oleh Ach Fawaid, Pengamat Keagamaan, aktif di Kajian Malam Jum’at Darlingan di Garawiksa Institute Yogyakarta.
Redaktur: Saad Saefullah
sumber : http://www.islampos.com/merindukan-pemimpin-seperti-umar-89198/, akses tgl 07/12/2013.
More aboutMerindukan Pemimpin Seperti Umar

Toby Abbott: Australia Tak Akan Hentikan Kegiatan Intelijen di Indonesia

Posted by Zam

PERDANA Menteri Australia Tony Abbott menyatakan bahwa Australia sama sekali tak akan menghentikan kegiatan mata-mata di Indonesia.

Menurut Abbot, Indonesia juga tak akan berhenti melakukan kegiatan spionase di Australia.

Abbot menyatakan bahwa  tak ada alasan untuk menghentikan kegiatan mata-mata Australia di Indonesia. “Indonesia juga pasti tidak akan  berhenti melakukan kegiatan intelijen di Australia,” tandas Abbott.

“Tapi kita adalah teman dekat. Kami adalah mitra strategis, dan saya pasti ingin Australia menjadi mitra terpercaya Indonesia. Saya berharap Indonesia juga bisa menjadi mitra terpercaya untuk Australia,” kata Abbott lagi. [sa/islampos/sidney morning herald]

sumber : http://www.islampos.com/toby-abbott-australia-tak-akan-hentikan-kegiatan-intelijen-di-indonesia-89189/, akses tgl 07/12/2013.
More aboutToby Abbott: Australia Tak Akan Hentikan Kegiatan Intelijen di Indonesia

Nabila vs Malala

Posted by Zam

Nabila bersama kakaknya
Pada tanggal 24 Oktober, 2012 sebuah pesawat drone Predator terbang di utara Waziristan dengan menyerang Nabila Rehman yang berusia delapan tahun, kedua kakaknya, dan nenek mereka ketika bekerja di lapangan di samping rumah di desa mereka. Neneknya, Momina Bibi, sedang mengajar anak-anak bagaimana caranya memilih okra (sejenis sayuran) karena keluarga sedang bersiap untuk menyambut liburan lebaran mendatang. Namun pada hari itu peristiwa yang mengerikan terjadi yang selamanya akan mengubah jalannya kehidupan keluarga ini.

Di langit tiba-tiba anak-anak mendengar suara berdengung yang khas yang berasal dari drone yang dioperasikan CIA – suara yang akrab bagi mereka yang tinggal di desa-desa Pakistan yang mengintai mereka selama 24 jam sehari – kemudian diikuti oleh dua bunyi klik yang keras. Pesawat tak berawak itu kemudian melepaskan bom yang mematikan keluarga Rehman, dan dalam sekejap kehidupan anak-anak itu berubah menjadi mimpi buruk yang penuh rasa sakit, kebingungan dan ketakutan. Tujuh anak-anak terluka, dan nenek Nabila terbunuh di depan matanya, suatu tindakan yang tidak pernah ada permintaan maaf, penjelasan atau pembenaran yang diberikan.

Minggu lalu Nabila, ayahnya yang seorang guru, dan saudaranya berusia 12 tahun pergi ke Washington DC untuk menceritakan kisah mereka dan untuk mencari jawaban atas peristiwa di hari itu. Namun, meskipun menemui hambatan luar biasa ketika melakukan perjalanan dari desa terpencil mereka ke Amerika Serikat, Nabila dan keluarganya secara terang-terangan tidak  dipedulikan. Pada sidang Kongres di mana mereka memberikan kesaksian, hanya lima orang dari 430 wakil rakyat yang muncul. Ayah Nabila mengatakan kepada beberapa orang yang memang hadir: “Putri saya tidak memiliki wajah seorang teroris dan demikian juga ibu saya. Tidak masuk akal bagi saya, mengapa hal ini terjadi … sebagai seorang guru, saya ingin mendidik rakyat Amerika dan biarkan mereka tahu anak-anak saya telah terluka.”

Penerjemah menangis ketika menceritakan kisah mereka, namun pemerintah penjajah AS membuat tidak mempedulikan keluarga ini dan mengabaikan tragedi yang mereka alami. Nabila, seorang gadis kecil berusia sembilan tahun dengan matanya yang tajam berwarna coklat, mengajukan pertanyaan sederhana dalam kesaksiannya: “Apa yang salah dari nenekku?” Tidak ada seorangpun yang menjawab pertanyaan ini, dan bahkan hanya sedikit yang mendengarkannya. Ini adalah suatu penghinaan simbolis terhadap orang-orang dimana pemerintah mengklaim sedang mereka bebaskan, saat keluarga Rehman menceritakan penderitaan mereka, Pada saat yang sama, Barack Obama sedang menghabiskan waktunya bertemu dengan CEO perusahaan pembuat persenjataan, Lockheed Martin.

Memori Selektif

Adalah bermanfaat untuk membedakan respon dari Amerika kepada Nabila Rehman dengan respon yang diberikan kepada Malala Yousafzai, seorang gadis muda yang hampir tewas dalam serangan oleh Mujahidin Taliban Pakistan. Sementara Malala dijamu oleh tokoh-tokoh media, politisi dan para pemimpin Barat karena “kepahlawanannya”, Nabila hanya menjadi salah satu dari jutaan orang tanpa nama, seorang tanpa wajah yang kehidupannya hancur selama dekade terakhir karena perang Amerika. Alasan atas perbedaan yang mencolok ini amat jelas. Karena Malala adalah korban dari Taliban, meskipun ada alasan terhadapnya, dan dipandang sebagai alat propaganda politik yang potensial untuk dimanfaatkan oleh para pendukung perang. Dia bisa digunakan sebagai wajah manusia dari upaya mereka, suatu kesopanan yang diakui atas alasan perang yang mereka lakukan, suatu tipe gadis kecil yang atas namanya Amerika Serikat dan sekutunya dapat mengatakan mereka telah melakukan pertumpahan darah yang luar biasa. Yang mengesankan, banyak dari mereka yang mengambil nama dan gambarnya sebagai simbol betapa adilnya tindakan militer Amerika di dunia Muslim yang bahkan tidak peduli untuk mendengarkan kata-kata atau perasaannya sendiri  tentang masalah ini.

Malala Yousafzai
Namun, dimana Nabila agar bisa sesuai dengan gambaran ini? Jika terjadi pembunuhan di luar hukum, serangan-serangan pesawat tak berawak dan bahkan penyiksaan adalah bagian dari penyebab yang terkait dengan pembebasan rakyat Pakistan, Afghanistan dan tempat-tempat lain, di mana simpati atau bahkan pengakuan atas kehancuran yang ditimbulkan perang ini terhadap para gadis seperti dia yang tidak terhitung jumlahnya? Jawabannya jelas: Satu-satunya orang yang akan diakui atas penderitaan mereka dalam konflik ini adalah mereka yang menjadi korban musuh. Malala dan perjuangannya harus dijadikan sebagai upaya perang Amerika –yang bertentangan dengan keinginannya sendiri jika perlu- sementara para gadis kecil yang tak terhitung jumlahnya seperti Nabila akan terus diteror dan dibunuh sebagai bagian dari perang tanpa akhir ini. Tidak akan ada penampilan seorang selebriti atau upacara penghargaan bagi Nabila. Pada kesaksiannya, bahkan hampir tidak ada yang repot-repot datang untuk hadir.

Namun jika mereka memang hadir dalam kesaksian itu, mereka tidak akan pernah mendengarkan seorang gadis berusia sembilan tahun yang mengajukan pertanyaan seperti yang dimiliki jutaan orang gadis yang tidak bersalah lainnya yang hidup mereka terlempar ke dalam kekacauan selama dekade terakhir telah, ketika bertanya: “Saat saya mendengar bahwa mereka akan mengejar orang-orang yang telah berbuat salah kepada Amerika, maka saya bertanya kesalahan apa yang telah saya lakukan kepada mereka? Kesalahan apa yang nenek saya lakukan terhadap mereka? Saya tidak melakukan sesuatu hal yang salah.

Sementara Malala layak mendapatkan tepuk tangan untuk keberaniannya dalam menghadapi apa yang Barat sebut ” teroris”, mendapatkan penghargaan dan mungkin Nobel,  tetapi Nabila tetap tanpa tanda jasa. Tragedi Nabila mengungkap wajah hipokrit AS. (ameera/Arrahmah.com)

sumber : http://www.arrahmah.com/news/2013/11/13/nabila-malala.html, akses tgl 13/11/2013.
More aboutNabila vs Malala

Tampaknya Malala Lupa

Posted by Zam

ADA bintang pop flamboyan. Seorang penyanyi legendaris. Seorang bintang TV, beberapa supermodel, dan salah satu orang yang dianggap paling dermawan di dunia. Bahkan mantan menteri luar negeri yang mungkin akan segera jadi presiden.

Namun dari semua wanita itu, yang muncul di panggung di Women Glamour of the Year Award pada hari Senin malam (11/11/2013) adalah gadis berusia 16 tahun asal Pakistan, Malala Yousafzai.

“Kami mencintaimu, Malala!” teriak sekelompok gadis muda dari balkon di Carnegie Hall, di mana acara tahunan itu digelar. Malala melambaikan tangannya dan gestur tangannya memberikan ciuman jarak jauh, kemudian berpidato dengan berapi-api .

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan sama sekali,” kata Malala, yang menarik perhatian dunia ketika pejuang Taliban menembak kepalanya bulan Oktober 2012. Saat itu, Malala mengatakan bahwa kaum Mujahidin Taliban membatasi akses perempuan terhadap pendidikan, jilbab dan jenggot seperti zaman batu. Sontak, dia terkenal ke seluruh dunia. Tiba-tiba ada Malala Fund untuk mendukung pendidikan bagi anak perempuan, dan baru-baru ini—waduh!—merilis sebuah memoar, “I Am Malala.”

“Saya percaya pistol tidak memiliki kekuatan karena senjata hanya bisa membunuh,” katanya. “Tapi pena bisa memberikan kehidupan.”

Orang-orang menghormati Malala. Ia mungkin akan mendepak Lady Gaga sebagai kover majalah Glamour bulan ini

“Jika saya tidak jadi kover majalah Glamour, saya akan memberikannya kepada Malala,” kata Lady Gaga, ikhlas.

Malala melibas semua perempuan Barat dalam media Barat. Sayang, ketika ia mengatakan bahwa pistol atau senjata tidak memiliki kekuatan apa-apa, yang artinya ia tujukan kepada kaum Mujahidin Taliban, ia tampaknya lupa pasukan asing, bahkan di negaranya sendiri, menghabisi ribuan anak-anak perempuan Muslim di desa-desa, di sungai, di padang, di ladang, di pernikahan, dan bahkan di pemakaman! Tampaknya Malala lupa bahwa ia ditolak oleh mahasiswa-mahasiswa Pakistan untuk masuk kampus, bahkan oleh mahasiswa tak berjilbab sekalipun di negara itu.

Dan eh, satu lagi, dalam pidatonya, Malala lupa menyampaikan, bahwa kenyataan yang ada di Pakistan dan Afghanistan, kaum mujahidin Taliban-lah yang membuka madrasah-madrasah kembali setelah diberangus pasukan asing. Sekumpulan laki-laki berjenggot itu, faktanya, yang mengajarkan alif, ba, ta, tsa kepada anak-anak perempuan kecil, yang kadang asyik bergelayutan di pundak dan menarik-narik jenggot sang mujahid sambil hanya mengedipkan mata sambil tersenyum. Ya, tampaknya Malala lupa. [sa/islampos/arab news]

sumber : http://www.islampos.com/tampaknya-malala-lupa-86597/, akses tgl 13/11/2013.

More aboutTampaknya Malala Lupa

Mengapa Fahri Hamzah Menjilat Ludahnya Sendiri?

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) -- Fahri Hamzah seperti menjilat ludahnya sendiri. Dulu Fahri bersama dengan Andi Rahmat, sangat getol mengangkat kasus Century, tetapi sekarang seperti berbalik badan. Mengapa? Ini menjadi sebuah teka-teki berubahnya sikap Fahri Hamzah yang sekarang nampak mendukung Boediono?

Sementara itu, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad, mengatakan, mengapresiasi sikap Wakil Sekretaris (Wasekjen) Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah yang dinilai memberikan pembelaan terhadap Wakil Presiden (Wapres) Boediono terkait pemeriksaan dalam kasus bailout Bank Century.

Hal itu, disampaikan Ketua KPK, Abraham Samad, menanggapi pernyataan Fahri dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Gedung DPR, Jakarta, Senin (2/12/2013).

"Saya sangat mengapresiasi Pak Fahri, yang mengatakan jangan mau dipaksa-paksa untuk memeriksa Boediono," kata Abraham.

Menurut Abraham, pihaknya mengapresiasi atas perubahan sikap Fahri yang saat ini memberikan pembelaan terhadap Boediono yang saat itu menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia itu.

"Saya sangat senang dengan Pak Fahri yang sekarang membela Boediono," sindir Abraham yang disambut tawa para anggota Komisi III DPR.

Dalam kesempatan itu, Abraham mengakui bahwa pemeriksaan KPK terhadap Boediono di Istana Wapres memang atas desakan oleh Timwas Century. Mengingat, kasus korupsi yang merugikan keuangan negara senilai Rp 6,7 triliun itu sudah cukup lama bergulir di KPK.

"Kita melihat tuntutan begitu masif dari timwas, kasus century bisa cepat menunggu, kita menunggu wapres, maka berlarut. Kita datang hari Sabtu, kita ingin mempercepat. Penyidik berinisiatif untuk mempercepat," jelas Abraham

Sebelumnya, Fahri meminta agar KPK tidak memeriksa Boediono karena adanya desakan dari beberapa pihak. Sebab, kata Fahri, pemberantasan korupsi bukan karena desakan publik.

"Jangan juga KPK memeriksa Boediono karena ada desakan-desakan. Jangan mau ditepuk-tepuk (apresiasi). Sudahlah kita hentikan semua ini," kata Fahri, saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan KPK, di Gedung KPK, Jakarta, Senin (2/12/2013).

Fahri Hamzah,anggota Komisi III dari Fraksi PKS, terkenal sangat vokal, terutama terhadap KPK, dan berulangkali Fahri meminta KPK supaya dibubarkan, dan menilai tindakan KPK itu, tidak adil dan tebang pilih. ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/03/27934/mengapa-fahri-hamzah-menjilat-ludahnya-sendiri/#sthash.a51K4dYP.tHmVcUwg.dpbs, akses tgl 04/12/2013.

More aboutMengapa Fahri Hamzah Menjilat Ludahnya Sendiri?

Budayawan Betawi Ridwan Saidi: Jokowi Membinasakan Rakyat Miskin

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) – Jokowi-Ahok mulai kelihatan wajah aslinya. Selama ini rakyat jelata terkagum-kagum, dan ibaratnya seperti tersihir serta terpana, melihat Jokowi-Ahok, dan dinilai akan membawa kehidupan lebih  baik bagi rakyat kecil di Jakarta.

Jokowi-Ahok membuai rakyat jelata, dan dianggap sosok yang sangat menjanjikan bagi mereka. Jokowi dengan jimat “blusukannya” itu, benar-benar membuat rakyat jelata, yakin Jokowi itu benar-benar sebagai “dewa penyelamat” bagi kaum jelata.

Sebaliknya, Jokowi-Ahok yang sudah berkuasa di DKI Jakarta selama satu tahun itu, dinilai oleh sejumlah kalangan Pemprov DKI dibawah Jokowi-Ahok tidak pro-rakyat kecil. Jokowi-Ahok dinilai hanya lebih memprioritaskan kepentingan konglomerat Cina.

Dalam dialog publik yang menghadirkan narasumber mantan Wakil Gubernur DKI Prijanto, Budayawan Betawi, Ridwan Saidi, Pengamat Perkotaan, Amir Hamzah, dan sejumlah pengamnat lainnya, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa, 3/12/2013.

“Kepemimpinan Jokowi Ahok Membinasakan orang miskin, bukan membinasakan kemiskinan”, tegas Ridwan Saidi.

Pembinasaan terhadap orang miskin, dicontohkan dalam kasus penanggulangan pedagang Blok C Pasar Tanah Abang. “Para pedagang kecil dipaksa pindah ke tempa sepi. Mereka terancam mati matapencahariannya”, ungkap Ridwan.

“Kawasan Jakarta Industry Estate Pulogadung (JIEP) mulai dikosongkan untuk dibangun apartemen demi kepentingan konglomerat (cina). Kasus sengketa lahan Taman BMW juga untuk kepentingan pengembang”, tambah Ridwan.

Sementara itu, Rijanto, menyoroti kasus pengadaan lahan Taman BMW berbau korupsi. “lahan itu direkayasa seolah pembayaran urang fasos dan fasum dari pengembang. Padahal, sebenarnya lokasi lahan adalah adalah fiktif, karena bukan beralamat di Jalan RE Martadinata”, ujarnya.

Selanjutnya, Amir Hamzah menyoroti, proyek MRT disebutnya sebagai kepanjang dari : “Maha Raja Tega”. Karena ada warga yang tidak menerma ganti rugi, ujar Amir Hamzah.

Jadi Jokowi sudah sangat mirip alias copypaste Mega, mengaku pemimpin Partainya “wong cilik”, tapi prakteknya tidak memihak kepada “wong cilik”, tetapi memihak kepada konglomerat cina.

Di zaman Mega sebagian besar asset negara yang sangat  strategis bagi kepentingan nasional di lego oleh Mega, termasuk Indosat yang membangunnya dengan susah-payah. Indosat hanya dijual kepada Singapura dengan harga yang sangat murah.

Mega sangat sayang dan bermurah hati kepada konglomerat cina, memberikan pengampunan mereka yang sudah berbua jahat, ngemplang BLBI Rp 650 triliun, sambil menikmati ulang tahunnya di Bali, 2002.

Apa yang bisa  diharapkan orang seperti Jokowi, yang hanya menjadi boneka, konglomerat hitam. Nothing. Jokowi hanya ramai di media Kompas dan Tempo, dan mereka memang bagian dari kepentingan konglomerat hitam cina. Ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/04/27953/budayawan-betawi-ridwan-saidi-jokowi-membinasakan-rakyat-miskin/#sthash.Fr35EDA7.dpuf, akses tgl 07/12/2013.
More aboutBudayawan Betawi Ridwan Saidi: Jokowi Membinasakan Rakyat Miskin

Benarkah Jokowi Mendapatkan Dukungan Rakyat Indonesia?

Posted by Zam

Jakarta (Jamban Panyileukan) -- Lembaga yang menjadi “think-thank” Orde Baru itu, terus berusaha memposisikan Jokowi menjadi pemimpin masa depan Indonesia. Jokowi dikampanyekan melalui berbagai gerakan yang menggunakan media sosial, dan media massa yang luas.

CSIS yang didirikan oleh Mayjen Ali Murtopo dan Mayjen Sudjono Humardani, dan didukung sejumlah cendikiawan Katolik keturunan Cina, seperti Hary Tjan Silalahi, Liem Bian Koen, Liem Bian Kie, Mari Pangestu, termasuk Father Beek, dan sepanjang Orde Baru menjadi “back bone” nya Soeharto.

CSIS digunakan oleh rezim Orde Baru di bawah kekuasaan Soeharto, dan melalui  CSIS inilah diproduk  kebijakan-kebijakan Orde Baru  yang notabene anti Islam. Termasuk keinginan memasukkan ajaran “Kejawen” ke dalam kehidupan kenagaraan, melalui undang-undang. Tujuannya ingin menggembosi umat Islam.

Faktanya, Orde Baru merupakan kuasi (campuran) antara kekuatan kelompok jendral “abangan” yang menganut kejawen, nasionalis, sekuler, dan kelompok minoritas (kristen dan katolik). Tak aneh mereka sangat anti terhadap Islam.

Sekarang CSIS bermetamorpose menjadi kekuatan “think-thank” baru yang ingin  mempromosikan “boneka” Jokowi, dan mereka hanya yakin dengan Jokowilah misi mereka akan terwujud, yaitu mengambil alih Republik Indonesia. Kekuatan dibelakang Jokowi, tak lain kelompok konglomerat hitam (cina) yang pernah “ngemplang” BLBI, Rp 650 triliun, dan diampuni oleh Mega, saaat berulang tahun di Bali, 2002

Sekarang CSIS (Centre for Stategis and International Studies) menyelengngarakan survei dan menempatkan  Jokowi seakan menjadi pilihan utama rakyat Indnesia. Survei ini diselenggarakan oleh CSIS pada November 2013.

Hasil survei CSIS, sengaja menyebutkan, "Sebanyak 34,7 secara  nasional memilih Jokowi. Ini tanda-tanda berakhirnya Oligarki Elit Partai", ujar  Kepala Departemen Politik dan Hubungan International CSIS Phillips J. Vermonte Philip di Jakarta, Ahad, 1 Desember 2013.

Menurut CSIS, lembaga ini  melakukan survei dengan metode wawancara langsung tatap muka di 33 provinsi pada 13 November hingga 20 November, dengan 1.180 responden dengan margin error  2,85 persen.

Berdasarkan hasil survei itu, tokoh selain Jokowi tak diminati rakyat, dan mendapatkan dukungan kecil, seperti Prabowo Subianto sebanyak 10,7 persen, Aburizal Bakrie (9 persen), Wiranto (4,6 persen), Jusuf Kalla (3,7 persen), Megawati (3,3 persen), Mahfud MD (1,8 persen), dan Hatta Rajasa (0,6 persen). Sebanyak 22,8 persen responden menyatakan belum mempunyai pilihan presiden pada pemilu presiden 2014 mendatang.

Apakah memang Jokowi layak memimpin Indonesia di masa depan, dan memiliki kapasitas yang memadai? Tetapi, sekarang Jokowi sudah dianggap tokoh yang sangat mumpuni, dan terus dikampanyekan oleh media seperti Kompas, Tempo, dan sejumlah media sosial secara massif untuk menapaki jalan kekuasaan di masa depan.

Sementara itu, penduduk Jakarta mulai merasakan pahitnya kebijakan Jokowi yang menggusur pedagang kaki lima, dan sejumlah penggusuran di Sunter, dan yang menikmati hanyalah orang-orang cina kaya di Pluit. Sementara itu, setiap hari orang stress menghadapi kemacetan, akibat sterilisasi jalur busway.  Ah/hh

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/02/27918/benarkah-jokowi-mendapatkan-dukungan-rakyat-indonesia/#sthash.gwWydDA5.JDvuB8IC.dpbs, akses tgl 04/12/2013.

More aboutBenarkah Jokowi Mendapatkan Dukungan Rakyat Indonesia?

Ciyus? Trio Macan Tantang Debat Terbuka Dahlan Iskan Soal Korupsi

Posted by Zam on Tuesday, December 3, 2013

Jakarta (Jamban Panyileukan) -- Wah bisa gempar nih Indonesia, mahluk dari negeri twitter @triomacan2000 akan bersanding debat dan menantang buka-bukaan soal korupsi yang dilakukan dengan Dahlan Iskan.

Bahas Apa dan dimana ya debatnya? Dunia maya apa gaib? Akun Whistle Blower ini klaim dirinya telah memiliki lengkap data-data terkait dugaan korupsi Dahlan Iskan, Meski berasal dari ranah maya, @triomacan akan menantang Menteri BUMN untuk debat terbuka di dunia nyata sekaligus memberikan kesempatan bagi Dahlan untuk membantah langsung data-data dugaan korupsi pemilik Jawa Pos grup pada kasus dana bencana alam

Berikut cuitan @TrioMacan2000, Jumat malam (29/11), twitwar dan mention pun langsung di alamatkan pada akun @iskan_dahlan.

Berikut mention TrioMacan2000 kepada Dahlan:

1.Kami menantang @iskan_dahlan utk berdebat di depan publik terkait dgn korupsi2 yg dilakukannya selama ini, agar semua terang benderang.

2.Termasuk terkait tindakan korupsi @iskan_dahlan yg paling bejat, yaitu korupsi bencana alam maumere, hasil dr sumbangan pembaca jawa pos.

3.Korupsi bencana alam yg luar biasa bejat tsb telah kami kultwitkan sebelumya, totalnya 1,7 M. Kultwit tsb dilengkapi dgn data2 dari kami.

4. Ajakan dan tantangan terbuka ini untuk membuktikan, apakah @iskan_dahlan berani utk mengklarifikasi data & fakta yg kami miliki.

5.Jk @iskan_dahlan bersedia, kami akan tampil bersama di panggung publik, saling klarifikasi & membuktikan, siapa yg BENAR & NGASPO, hehe..

6. Sudah Banyak tawaran dari pihak2 tertentu utk menyuruh kami diam dan bungkam, tapi secara tegas kami nyatakan TOLAK !! No way .. Hehe

7. Karena kami tau bahwa @iskan_dahlan adalah senyata nyata musuh rakyat, tukang ngaspo, tipu, dusta, pembual, khianat dan pembohong besar.

8. Kita saksikan bersama-sama siapa yang RAJA NGASPO, akan digantung di Tiang Bendera depan Gedung BUMN, sbg simbol perlawanan anti Korupsi.

9. Demikian tantangan terbuka ini kami sampaikan, kita lihat siapa yang jadi Pemenang atau Pecundang, sekian .. MERDEKA !!!

Kapan ya debatnya? Mari kita saksikan bersama-sama. [rahmat/voa-islam.com]

- See more at: http://www.voa-islam.com/read/indonesiana/2013/12/01/27890/ciyus-trio-macan-tantang-debat-terbuka-dahlan-iskan-soal-korupsi/#sthash.wLCVavqs.tZDHj5xl.dpbs, akses tgl 04/12/2013.
More aboutCiyus? Trio Macan Tantang Debat Terbuka Dahlan Iskan Soal Korupsi

Presiden SBY Terlibat Kasus Century

Posted by Zam on Sunday, December 1, 2013

Jakarta – Jamban Panyileukan: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turut bertanggung jawab dalam kasus penyaluran dana talangan atau bailout pada Bank Century sebesar Rp 6,7 triliun. Ahli Hukum Pidana Universitas Padjajaran Prof. Romli Atmasasmita menyatakan penangggung jawab Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) adalah Presiden.

“Penanggung jawab BI adalah Gubernur BI dan penanggung jawab LPS adalah presiden,” kata Prof. Romli dalam rapat terbatas dengan Tim Pengawas (Timwas Century), Rabu 27 November 2013.

Dalam paparannya kepada Timwas Century, Romli mengatakan kasus Century sudah sangat jelas siapa yang harus bertanggung jawab. Menurutnya, berdasarkan kasus cek pelawat sebelumnya, KPK sudah memutuskan bahwa pertanggungjawaban Gubernur Bank Indonesia adalah kolektif kolegial. Romli mengatakan penanggung jawab bailout Bank Century adalah pejabat saat itu yang terlibat. Yaitu Gubernur Bank Indonesia, Menteri Keuangan dan Lembaga Penjamin Simpanan, dimana
yang bertanggung jawab adalah Presiden RI.

Romli juga menyayangkan sikap pimpinan KPK yang tarik menarik dalam menangani kasus Century. Pimpinan KPK dinilai tidak satu suara dalam menyelesaikan kasus Century. Ia menilai penetapan dua tersangka kasus Century, Robert Tantular dan Budi Mulya melalui proses tarik ulur.

“Pimpinan KPK tidak solid, karena menetapkan 2 tersangka masih ada pro dan kontra,”

Dalam rapat terbatas itu, Romli juga menjelaskan pengalamannya bertemu Robert Tantular tahun 2008 di Kejaksaan Agung. Ia menceritakan pengakuan Robert Tantular yang mengaku menyimpangkan dana hanya sebesar Rp 1 triliun saja, padahal dana yang digelontorkan sebesar Rp 6,7 triliun. Akan tetapi saat itu Robert Tantular tidak berani mengakui karena khawatir keselamatan diri dan keluarganya.

Romli juga menyatakan untuk menyeret para aktor kasus Century tidak perlu harus tertangkap tangan. “Niat jahat tidak perlu tertangkap tangan tapi bisa dengan fakta-fakta,” imbuhnya.

Menurut Romli, bailout Bank Century hanya dijadikan sarana untuk melakukan sesuatu. Sehingga sangat jelas bahwa kasus Century bisa dikategorikan perbuatan melanggar hukum. Untuk itu, KPK harus tegas bila tidak mau kehilangan kepercayaan publik kepada instansi itu.

Sedangkan Ahli Hukum Tata Negara Universitas Indonesia Ahmad Natabaya mengatakan ada tiga lembaga yang bertanggung jawab mengenai kasus Bank Century. Menurutnya, berdasarkan undang-undang perbankan menyatakan pertanggung jawaban kasus Century adalah kolektif kolegial. “Sehingga pertanggungjawabannya tidak bisa pribadi,” kata Natabaya kepada Timwas padaRabu (27/11/2013).

Dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia pasal 43 ayat 1 menerangkan mengenai Rapat Dewan Gubernur. Pasal 43 ayat 1a menyatakan “sekurangkurangnya sekali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter yang dapat dihadiri oleh seorang menteri atau lebih yang mewakili pemerintah dengan hak bicara tanpa hak suara.

Pasal 43 ayat 3 menyatakan “pengambilan keputusan rapat Dewan Gubernur sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan atas dasar musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila mufakat tidak tercapai, Gubernur menetapkan keputusan akhir. Akan tetapi bila keputusan pemberian dana talangan Bank Century tidak terbukti sebagai bailout, maka dalam pasal 45 UU BI pun menyatakan, “Gubernur, Deputi Gubernur Senior, Deputi Gubernur, dan/atau pejabat Bank Indonesia tidak dapat dihukum karena telah mengambil keputusan atau kebijakan yang sejalan dengan tugas dan wewenangnya sebagaimana dimaksud dalam undang-undang ini sepanjang dilakukan dengan itikad baik”.

Sementara itu anggota Timwas Bank Century DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Soesatyo menyatakan baru tahu bahwa penanggung jawab LPS adalah Presiden. Sehingga menurutnya bila kasus ini menyangkut penguasa maka tidak bisa mempidanakan aktor-aktor kasus Bank Century. ”Jadi kita tunggu saja jabatannya selesai baru kasus ini selesai,” kata Bambang.

Sedangkan dari Fraksi Demokrat, Gede Pasek Suardika, menanyakan kepada para ahli mengenai status pembuat keputusan bila dilakukan dalam keadaan darurat. Sejumlah anggota timwas lain pun berpendapat bahwa kasus Bank Century tidak akan selesai hingga menyeret aktor-aktor di belakang layar kasus Bank Century.

Anggota Timwas dari Fraksi PDIP Hendrawan Supratikno meminta timwas untuk memanggil Boediono untuk menanyakan mengenai tata tertib pengambilan keputusan di Dewan Bank Indonesia pada saat itu. Terkait usulan itu Pimpinan rapat Timwas, Pramono Anung menyatakan akan mempertimbangkan usulan tersebut. [KbrNet/Mungky Sahid]

by KabarNet
Source: 
- gresnews.com
- http://kabarnet.wordpress.com/2013/11/28/presiden-sby-terlibat-kasus-century/#more-53034, akses tgl 02/12/2013.
More aboutPresiden SBY Terlibat Kasus Century

ANAK-SBY Desak KPK Periksa Ibas

Posted by Zam

Jakarta – Jamban Panyileukan: Puluhan massa yang tergabung Aliansi Nasional Anti Korupsi-SBY (ANAK-SBY) kembali bergerak mendatangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta. Tujuannya, menuntut KPK segera memeriksa dan menangkap Edhi Baskoro Yudhoyono (Ibas) terkait dugaan korupsi proyek Hambalang.

“Sejak nama Ibas disebut-sebut dalam persidangan Tipikor, diduga telah menerima uang sebesar USD 200 Ribu. Namun sampai saat ini KPK RI belum pernah memanggil maupun meminta keterangannya terkait temuan dari fakta persidangan tersebut,” kata Koordinator aksi, Anak SBY Mukmin, dalam orasinya, Rabu (27/11).

Menurut dia, KPK jangan takut untuk memeriksa Ibas meski dia merupakan anak dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Sebab, di mata hukum jabatan seseorang tetap sama. Hukum tidak pandang dia pejabat, maupun anak pejabat. Intinya, kalau dia melanggar maupun melakukan tindakan korupsi, harus dapat dihukum seadil-adilnya.

Karenanya, dia mendesak KPK segera memeriksa dugaan kasus korupsi migas dan mafia anggaran APBN yang melibatkan Edy Baskro. “Dan KPK segera menindaklanjuti pengakuan Yulianis yang memberikan Edy Baskoro uang senilai USD 200.000,” tutup dia.

Seperti diketahui, nama Ibas disebut-sebut mendapatkan uang dari PT Anugerah Nusantara, perusahaan milik M Nazaruddin. Nama Ibas tertera di dokumen yang diduga milik direktur keuangan PT Anugerah, Yulianis. Dokumen ini beredar di kalangan wartawan. Dari dokumen yang diduga merupakan rekap data keuangan PT Anugerah Nusantara. Nama Ibas jelas tertera pada dokumen yang dimiliki Wakil Direktur Keuangan PT Anugerah, Yulianis. Ibas disebut menerima uang hingga Rp 3,6 miliar.

Aliran dana dari PT Anugerah Nusantara ke Ibas dilakukan melalui empat kali pengiriman. Pertama, pada 29 April 2010. Ibas menerima kiriman uang sebanyak dua kali yakni 500 ribu dolar AS dan 100 ribu dolar AS. Kedua, pada 30 April 2010 Ibas menerima dua kali pengiriman uang dari PT Anugrah Nusantara sebesar 200.000 dollar Amrika dan 100 ribu dolar AS. Namun, dari berbagai kesempatan, Ibas telah membantahnya. [KbrNet/Rakyat Merdeka]

by KabarNet
sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2013/11/28/anak-sby-desak-kpk-priksa-ibas/#more-53030, akses tgl 02/12/2013.
More aboutANAK-SBY Desak KPK Periksa Ibas

Kekayaan Ical Terkuras, Utang Menggunung

Posted by Zam

Jakarta – Jamban Panyileukan: Pengusaha kondang dan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie kembali terdepak dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia versi Forbes.

Terakhir, Ical–sapaan akrab Aburizal–bertengger dalam daftar itu pada 2011. Itu pun dia hanya menempati peringkat 30 dengan kekayaan sekitar Rp 10 triliun.

Padahal, calon presiden dari Partai Golkar untuk Pemilu 2014 tersebut sebelumnya telah 6 tahun duduk nyaman dalam daftar orang sugih se-Indonesia itu. Ical masuk di jajaran orang terkaya pada 2006 dan langsung menempati peringkat enam dengan kekayaan sebesar Rp 14 triliun. Setahun kemudian, pundi-pundi kekayaannya bertambah menjadi Rp 50 triliun sehingga membuat Ical menjadi orang terkaya se-Indonesia.

Akibat krisis ekonomi global –subprime mortgage– tahun 2008, kekayaan Ical terkuras sehingga hanya tersisa sekitar Rp 9 triliun. Peringkat Ical pun turun dari posisi pertama ke peringkat sembilan tahun itu. Pada 2010, usaha Bakrie Group mulai didera banyak permasalahan, dari utang yang menggunung sampai aksi gadai saham anak perusahaannya. Tak ayal lagi, posisi Ical pun melorot. Dia terlempar ke posisi 10, sampai akhirnya terdepak dari daftar 40 besar orang terkaya di Indonesia pada 2012.

Harga tiket untuk menuju istana tidaklah murah. Minimal kandidat presiden harus menyiapkan Rp 7 Triliun. Seorang pengamat ekonomi memprediksi seorang kandidat presiden harus menyiapkan US$ 600 juta (sekitar Rp 7 triliun), seperti dikutip situs Forbes, 20 November 2013.

Kini Ical sedang merana, tahun ini Ia kalah oleh sejumlah pengusaha muda, seperti Garibaldi Tohir (peringkat 30) dan Sandiaga Salahuddin Uno (peringkat 47). Bahkan, Golkar yang menjadi kendaraan politiknya pun dikabarkan kekurangan dana untuk mencalonkan Ical pada pemilu tahun depan.

Saat itu Ical bercerita tentang bagaimana keluarga Bakrie mencari jalan keluar untuk membuat bisnisnya bangkit kembali. “Pada krisis 1998, saham tinggal 2,5 persen, kita kerja terus. Keluar, pakai aset perusahaan, cari bisnis lain yang kita belum pernah kerjain, bisnis batu bara. Akhirnya tahun 2008, sudah baik dibanding 1998,” ia memaparkan. [KbrNet/Slm]

by KabarNet
sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2013/11/22/kekayaan-ical-terkuras-utang-menggunung/#more-53018, akses tgl 02/12/2013.
More aboutKekayaan Ical Terkuras, Utang Menggunung

Calon Anggota DPR (Caleg) Merampok! Ditembak Polisi

Posted by Zam

Calon Anggota DPR, Indra Kusumah,
diantara kawanan perampok lainnya yang dibekuk polisi
Tuban – Jamban Panyileukan: Seorang Calon Anggota DPR (Caleg) untuk pemilu legislatif 2014 ditembak polisi karena merampok nasabah bank. Caleg tersebut bernama Indra Kusumah dari Daerah Pemilihan-2 (dapil 2) Kabupaten Musiwaras, Sumatera Selatan, dilumpuhkan Petugas Polres Tuban saat berusaha kabur bersama kawanan perampok lainnya.

Calon wakil rakyat tersebut ditembak saat melakukan perampokan terhadap pemilik Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Lohjinawe, Kabupaten Tuban.

Selain Indra. Anggota Polri berhasil membekuk empat perampok lainnya yang memang merupakan rampok spesialis nasabah bank. Kelimanya terpaksa dilumpuhkan oleh petugas dengan timah panas lantaran berusaha kabur, Rabu (27/11/2013).

Caleg Indra Kusumah dan empat orang kawannya merupakan komplotan dari luar Jawa. Nama-nama mereka selengkapnya adalah Indra Kusumah (46) asal Kabupaten Musirawas, Sumsel, Kelvin Jacky (24) asal Rejang, Bengkulu, Devin (23) warga Bandar Lampung, Bambang Irawan (24) asal Kabupaten Lahat, Sumsel dan Suharlani (36) warga Kabupaten Rejang, Provinsi Bengkulu.

Penangkapan para pelaku komplotan perampok nasabah bank tersebut berawal saat Caleg Indra dan kawan-kawan telah melakukan perampokan di wilayah Tuban pada hari Selasa minggu kemarin. Selanjutnya petugas melakukan penyelidikan atas kasus tersebut dengan melakukan pemeriksaan para saksi dan sejumlah rekaman CCTV.

“Selanjutnya pada hari Sabtu kemarin kita mendapatkan informasi kalau pelaku sedang berada di wilayah Jombang. Kemudian kita langsung melakukan koordinasi dengan Polres Jombang dan seluruh polres jajaran Polda Jatim,” terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban, di kantornya.

Anggota dari Sat Reskrim Polres Tuban langsung datang ke Jombang untuk meminta bantuan anggota dari Jombang menangkap Caleg Indra dan kawanan perampok lainnya yang sedang menginap di hotel. Indra adalah perampok pertama yang berhasil dibekuk petugas.

“Sedangkan untuk pelaku lainnya berhasil ditangkap tempat yang berbeda saat akan melakukan aksinya di salah satu bank yang juga ada di Jombang. Namun belum berhasil melakukan aksinya sudah berhasil kita tangkap terlebih dahulu,” lanjut Kapolres Tuban.

Setelah dilakukan penangkapan di Jombang, Indra dan kawan-kawannya tersebut langsung dibawa ke Mapolres Tuban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dan mengembangkan keterkaitannya dengan kejadian lainnya baik di Jawa Timur maupun luar Jawa Timur.

“Dari hasil sementara aksi kejahatan mereka baru pertama, yakni korban atas nama Kastutik, Ketua KSP Lohjinawe dengan kerugian sekitar seratus juta rupiah. Namun kita masih melakukan pengembangan dengan jajaran polres lain, karena pelaku sudah singgah di beberapa wilayah hingga akhirnya sampai Jawa Timur,” ungkap Kapolres Tuban.

Saat diinterogasi. identitas Indra Kusumah terungkap sebagai Calon Anggota DPR (caleg) dari dapil 2 Kabupaten Musiwaras, Sumatera Selatan. Ia mengaku sebagai anggota dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Saya kalau di partai hanya sebagai anggota,” terang Indra Kusumah saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Tuban.

Indra mengaku uang hasil merampok tersebut dibutuhkannya untuk biaya mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). “Ya ini uangnya untuk nyaleg, minimal biayanya sampai seratus juta rupiah. Semua dananya kita tanggung pribadi,” lanjut Indra.

Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi membenarkan otak dari perampokan nasabah bank adalah Indra Kusumah yang merupakan seorang calon anggota legislatif. “Informasinya seperti itu, kita masih terus mengembangkan terungkapnya kasus ini,” tutur Kapolres Tuban. [KbrNet/beritajatim/adl]

by KabarNet
sumber : http://kabarnet.wordpress.com/2013/11/28/calon-anggota-dpr-caleg-merampok-ditembak-polisi/#more-53072, akses tgl 02/12/2013.
More aboutCalon Anggota DPR (Caleg) Merampok! Ditembak Polisi

Gokil! Mobil Ical Masuk Busway, Potret Capres Demokrasi?

Posted by Zam on Thursday, November 28, 2013

Jamban Panyileukan – Bukan Indonesia namanya jika tak ada kejenakaan. Kali ini peristiwa yang sifatnya melawak ditunjukkan salah satu capres pesta demokrasi 2014. Aburizal Bakrie atau Ical alias ARB, seperti menunjukkan parodi ketika mobil tim suksesnya kedapatan masuk jalur transjakarta. Foto yang diunggah salah seorang pengguna twitter pada Selasa (26/11/2013), sekitar pukul 12.00 WIB ini jelas sangat gokil.

Dari pemantauan twitter, foto ini diunggah oleh akun @moseshut dan juga diunggah oleh @masukbusway, sebuah akun yang antusias membahas pelanggaran jalur transjakarta. Meski tidak diketahui kapan masuknya mobil Ical ini, yang jelas peristiwa ini hanya menambah jelek imej ARB yang sudah anjlok duluan karena kasus lumpur panas Porong.

Pelanggaran masuk busway pastinya tetap sebuah preseden buruk, meski masuknya mobil timses ARB ini terjadi jauh sebelum diberlakukannya denda. Busway sendiri telah diberi pembatas oleh pihak yang berwenang, namun masih saja banyak pengguna lalulintas yang menyerobot. Perjalanan dengan angkutan massal jenis ini akhirnya menjadi sama saja dengan angkutan lain yang masih terjebak macet.

ARB sendiri dikenal sangat berambisi menjadi RI-1. Segudang kasus yang memberikan imej jahat kepada alumni ITB ini tak membuat jera Ical untuk terus menggenjot jalan menuju karpet merah istana. Kasus lumpur panas Lapindo bahkan sampai hari ini belum tuntas dan masih banyak menyisakan permasalahan. Mungkin inilah yang disebut dengan semangat berdemokrasi.
[sksd/dbs]

sumber : http://www.shoutussalam.com/2013/11/gokil-mobil-ical-masuk-busway-potret-capres-demokrasi/, akses tgl 29/11/2013.

More aboutGokil! Mobil Ical Masuk Busway, Potret Capres Demokrasi?

Penelitian : Di Negara-negara Demokrasi Sekuler Ini, Agama Mulai Punah

Posted by Zam on Monday, November 25, 2013

Jamban Panyileukan – Jakarta – Sebuah studi yang menggunakan data hasil sensus di sembilan negara menemukan hasil yang mencengangkan: agama akan segera punah.

Studi yang memanfaatkan data sensus penduduk dari di Australia, Austria, Kanada, Republik Cek, Findlandia, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, dan Swiss menunjukkan bahwa agama akan segera lenyap dari negara-negara itu.

Dipresentasikan dalam pertemuan American Physical Society di Dallas, Amerika Serikat, para peneliti menggunakan data sensus dari satu abad terakhir. Di kesembilan negara itu agama memang termasuk salah satu kolom yang harus diisi dalam sensus penduduk.

Mereka menganalisis data-data statistik itu mengunakan model matematika yang dinamai nonlinear dynamics. Pendekatan itu biasanya digunakan untuk menjelaskan berbagai fenomena fisika, yang di dalamnya banyak faktor mengambil peranan.

“Gagasannya sederhana saja,” kata Richard Wiener dari Universitas of Arizona, “Pendekatan itu menunjukkan bahwa kelompok sosial yang mempunyai anggota lebih banyak akan lebih menarik untuk diikuti, dan bahwa kelompok sosial mempunyai sebuah status sosial atau kegunaan sosial.”

Ia mencontohkan dalam bidang bahasa. Bahasa Spanyol, jelas dia, punya kegunaan atau status lebih besar ketimbang bahasa Quechuan di Peru yang sedang menuju kepunahannya.

“Dan sama juga dengan banyaknya status atau kegunaan yang diperoleh dengan menjadi anggota sebuah agama atau tidak,” imbuh Wiener.

Wiener melanjutkan bahwa di sebuah negara demokrasi sekuler yang besar, terdapat kecendrungan bahwa orang mulai mengidentifikasi diri mereka sebagai orang yang tidak terafiliasi dengan satu agama pun.

“Di Belanda jumlah orang yang tidak beragama mencapai 40 persen dari total populasi, yang tertinggi di Republik Cek yakni sebanyak 60 persen,” beber dia.

Dalam penelitian itu para peneliti menerapkan model nonlinear dynamics untuk menetapkan parameter atau batasan tentang apa saja manfaat yang diperoleh dengan menjadi anggota dari kelompok tidak beragama itu.

Hasilnya, dalam studi yang dipublikasikan secara online, mereka menemukan parameter-parameter yang sama di sembilan negara yang terlibat dalam penelitian itu. Artinya orang-orang di negara-negara itu punya perilaku yang sama yang mengarah pada semakin berkurang penganut agama.

Indikasinya menujukkan bahwa di kesembilan negara tersebut agama sedang menuju kepunahannya.(Ayyas/beritasatu)

sumber : http://www.shoutussalam.com/2013/03/penelitian-di-negaranegara-demokrasi-sekuler-ini-agama-mulai-punah/, akses tgl 26/11/2013.

More aboutPenelitian : Di Negara-negara Demokrasi Sekuler Ini, Agama Mulai Punah

Lagi, Anas Minta KPK Periksa Ibas dan SBY

Posted by Zam on Sunday, November 24, 2013

Jamban Panyileukan - Ini  sengketa politik-hukum antara Anas vs SBY. Mantan Ketua Partai Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum melalui pengacaranya, Firman Wijaya menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) adil dalam mengusut kasus pelaksanaan proyek Hambalang, Jawa Barat.

Firman Wijaya menyatakan kliennya ingin KPK berani memeriksa siapa saja yang diduga terlibat dalam proyek senilai Rp 2,5 triliun tersebut.

"Kita terbuka saja dan siapa pun diperiksa, jangan ada special treatment. Saya hanya minta itu, jangan ada special treatment, perlakuan khusus," ujarnya di kantor KPK, Jakarta, Kamis (14/11/2013).

Menurut Firman, KPK harus turut serta memeriksa Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Edhie Baskoro, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam mengusut kasus proyek Hambalang.

Firman menambahkan ke dua tokoh ini penting diperiksa mengingat ada dugaan dana proyek Hambalang mengalir di Kongres Partai Demokrat 2010.

"Kan ada Pak Ibas. Kan ada juga fungsi fungsi yang lain, Dewan Pembina. Ada persoalan Pak Ibas, pak SBY di dalam pelaksanaan kongres itu. Kan keterlibatan semua pihak harus dibuka, jangan ada special treatment," ujar Firman.

Terkait hasil penggeledahan di rumah Anas Urbaningrum di Duren Sawit, Jakarta Timur, Firman meminta KPK bersikap terbuka.

"KPK mengambil data-data Pak Anas dan sebagainya, apalagi terkait komunikasi dengan tokoh-tokoh penting di republik ini ya, dibuka saja," kata Firman.

Firman menambahkan selama ini dalam menelurusi aliran dana Hambalang di Kongres Partai Demokrat selalu hanya dipersoalkan ke Anas Urbaaningrum.

"Semua pembuktian kan punya petunjuk, jadi jangan persoalan kongres ini hanya dipersoalkan ke anas urbaningrum. Ini yang saya sebagai penasehat hukum keberatan," kata Firman.

INTAI PPI

Juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tri Dianto menduga ada maksud lain dari penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman Anas Urbaningrum dan markas PPI, Selasa (14/11/2013) lalu.

Ia bahkan menduga ada pesanan tertentu sehingga terjadi penggeledahan di kantor PPI.

"Kami menduga ada semacam pesanan untuk menggeledah, ini untuk mengetahui gerak-gerik PPI," ujar Tri Dianto, Kamis (14/11/2013).

Menurutnya dugaan tersebut adalah dugaan yang wajar dan bukan tanpa sebab. Ia menyebut, selama ini kegiatan PPI senantiasa dikait-kaitkan dengan berbagai hal yang negatif seolah PPI adalah kekuatan yang harus dilenyapkan.

"Kan seperti kita tahu selama ini pandangan terhadap kegiatan-kegiatan PPI seperti itu," ujar loyalis Anas Urbaningrum ini.

Oleh karena itu, KPK harus bisa menjelaskan apa keterkaitan penggeledahan kantor PPI dengan pengembangan kasus Hambalang yang tengah berlangsung.

Karena menurutnya alasan tersebut sangat aneh jika dijadikan pegangan untuk melakukan penggeledahan.

"PPI itu kan enggak ada kaitannya dengan Machfud Suroso," tandasnya.

Juru bicara Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) Tri Dianto menduga ada maksud lain dari penggeledahan yang dilakukan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di kediaman Anas Urbaningrum dan markas PPI, Selasa (14/11/2013) lalu.

Ia bahkan menduga ada pesanan tertentu sehingga terjadi penggeledahan di kantor PPI.

"Kami menduga ada semacam pesanan untuk menggeledah, ini untuk mengetahui gerak-gerik PPI," ujar Tri Dianto, Kamis (14/11/2013).

Menurutnya dugaan tersebut adalah dugaan yang wajar dan bukan tanpa sebab. Ia menyebut, selama ini kegiatan PPI senantiasa dikait-kaitkan dengan berbagai hal yang negatif seolah PPI adalah kekuatan yang harus dilenyapkan.

"Kan seperti kita tahu selama ini pandangan terhadap kegiatan-kegiatan PPI seperti itu," ujar loyalis Anas Urbaningrum ini.

Oleh karena itu, KPK harus bisa menjelaskan apa keterkaitan penggeledahan kantor PPI dengan pengembangan kasus Hambalang yang tengah berlangsung.

Karena menurutnya alasan tersebut sangat aneh jika dijadikan pegangan untuk melakukan penggeledahan.

"PPI itu kan enggak ada kaitannya dengan Machfud Suroso," tandasnya.

RUHUT

Legislator Partai Demokrat Ruhut Sitompul membela Edhie Baskoro alias Ibas. Ruhut menolak anggapan bahwa Ibas layak diperiksa terkait perkara Hambalang untuk tersangka Anas Urbaningrum.

"Jadi kalau mas Ibas itu gak ada kaitan," kata Ruhut usai menjalani pemeriksaan

di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kamis (14/11/2013) petang.

Ruhut beralasan, posisi Ibas dalam kongres sebagai Steering Commite (SC) hanyalah mengurusi masalah materi kongres, bukan teknis pelaksanaannya.

"Teknis itu ketua organisasi komite (OC) mas Didik, SC itu materi, beda. Apa lagi kalau ditanya siapa tim sukses mas Anas sebagai ketum, mas Ibas itu bukan tim sukses loh," ungkapnya.

Jadi menurutnya, anggapan kubu Anas yang meminta KPK memeriksa Ibas terkait penyelenggaraan kongres 2010 di Bandung dinilai galau.

"Kau bisa bayangkan, ada gak tersangka gak ditahan di KPK. Artinya kan dia tinggal menghitung hari. Jadi wajar galau itu," ujarnya.

Ruhut hari ini diperiksa sebagai saksi untuk Anas Urbaningrum. Diperiksa selama kurang lebih empat jam lamanya, Ruhut mengaku menjawab sekitar 30 pertanyaan dari penyidik seputar penyelenggaraan Kongres Partai Demokrat yang dicurigai ada aliran uang korupsi (*/TRIB/G)

sumber : http://www.rimanews.com/read/20131115/126646/lagi-anas-minta-kpk-periksa-ibas-dan-sby, akses tgl 15/11/2013.

More aboutLagi, Anas Minta KPK Periksa Ibas dan SBY

Dinasti SBY-Ratu Atut: 28 Juta Rakyat Miskin INDONESIA Versus 656 Ribu Rakyat Miskin BANTEN

Posted by Zam

Jakarta - Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), pada tanggal 6 Oktober 2006, Ratu Atut memiliki total kekayaan sebesar Rp. 41, 9 miliar yang terdiri dari harta tak bergerak seperti tanah dan bangunan.

Tanah dan bangunan tersebut tersebar di berbagai daerah antara lain Serang, Bandung, Cirebon, dan Jakarta Barat. Data tanah dan bangunan yang tercatat di LHKPN milik Ratu Atut pada tahun 2006 antara lain:

1. Tanah dan bangunan seluas 312 m2 dan 369 m2 senilai dibeli tahun 1995 Rp 1,269 miliar

2. Tanah seluas 1.510 m2 di kota Serang yang dibeli tahun 1991 senilai Rp 72,4 juta

3. Tanah dan bangunan di Bandung seluas 187 m2 dan 126 m2 dibeli tahun 1999 senilai Rp 318,8 juta

4. Tanah dan bangunan seluas 124 m2 dan 200 m2 di Bandung dibeli tahun 1996 senilai Rp 296 juta

5. Tanah dan bangunan 139 m2 dan 106 m2 di Bandung dibeli tahun 1997 senilai Rp 216 juta

6. Tanah seluas 690 m2 di kota Serang dibeli tahun 1992 senilai Rp 33 juta

7. Tanah seluas 1.110 m2 di kota Serang dibeli tahun 1990 senilai Rp 53 juta

8. Tanah dan bangunan seluas 353 m2 dan 220 m2 dibeli tahun 1992 senilai Rp 558 juta

9. Tanah dan bangunan seluas 331 m2 dan 210 m2 di Bandung yang dibeli tahun 1980 senilai Rp 504 juta

10. Tanah dan bangunan di kota Cianjur seluas 557 m2 dan 98 m2 di Cianjur seharga Rp 818 juta

11. Tanah dan bangunan di Serang seluas 1.220 m2 dan 350 m2 dibeli tahun 1992 senilai Rp 2,1 miliar

12. Tanah seluas 139.410 m2 dibeli tahun 1996 senilai Rp 697 juta

13. Tanah seluas 1.820 m2 di kota Serang senilai Rp 1,8 miliar

Daftar kekayaan tersebut tentunya telah bertambah dan semakin menumpuk mengingat jabatan Gubernur yang dipegang oleh Ratu Atut hingga tahun 2013 saat ini.

Kondisi kekayaan yang dimiliki oleh sang gubernur, terlihat kontras dengan keadaan rakyat Banten yang terbilang cukup besar sebagai penduduk miskin. Data BPS Banten mencatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2013 mencapai 656.243 orang (5,74 persen) , meningkat 7.989 orang (8,00 persen) dibandingkan dengan penduduk miskin pada September 2012 yang sebesar 648.254 orang ( 5,71 persen).

Selama periode September 2012 – Maret 2013 , penduduk miskin di daerah perkotaan bertambah sekitar 30.343 orang (dari 333.453 orang pada September 201 2 menjadi 363.796 orang pada Maret 201 3 ), sementara di daerah perdesaan berkurang 22.354 orang (dari 314.801 orang pada September 2012 menjadi 292.447 oang pada Maret 2013).

Persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2012 sebesar 4,41 persen, meningkat menjadi 4,76 persen pada Maret 2013.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan mengalami penurunan,yaitu dari 8,31 persen pada September 2012 menjadi 7,72 persen pada Maret 2013.

Sejumlah kekayaan yang dimiliki oleh Ratu Atut tidak terlepas dari sumbangsih dinasti politik yang dibangun oleh keluarga Atut di wilayah Banten.




Setali tiga uang, Susilo Bambang Yudoyono pun yang sempat mengkritik Dinasti Politik Banten, sebenarnya juga memiliki dinasti yang sama persis dengan yang dibangun oleh keluarga Ratu Atut.




Dalam skala nasional, penduduk miskin pun berada pada posisi yang memprihatinkan. Catatan pada bulan Maret 2013, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan) di Indonesia mencapai 28,07 juta orang (11,37 persen).

Tentunya kondisi ini bertolak belakang dengan peningkatan sejumlah kekayaan yang dimiliki oleh keluarga berlabel Dinasti Politik Keluarga.

Cikeas sendiripun, tampak memiliki kecenderungan untuk tetap melanggengkan eksistensi kekuasaan berbasis Dinasti Politik Keluarga, hal ini terlihat dari bursa pencapresan Pramono Edhie dalam konvensi Partai Demokrat sebagai pertanda adanya restu Dinasti Politik dari keluarga Cikeas.

Semoga saja peristiwa terungkapnya kasus Dinasti Banten ke publik, dapat membangun kesadaran rakyat Indonesia untuk tetap waspada dengan kecenderungan pembangunan dinasti politik, yang tentunya akan membangun kekuasaan aristokrasi dengan potensi penyimpangan yang sangat besar dalam kehidupan bernegara.

BY SAHABATAHMADALI
Sumber: 
- Tempo, Tribun, BPS, Detik
- http://ahmadalidprri.com/2013/10/15/dinasti-sby-ratu-atut-28-juta-rakyat-miskin-indonesia-versus-656-ribu-rakyat-miskin-banten/, akses tgl 25/11/2013.

More aboutDinasti SBY-Ratu Atut: 28 Juta Rakyat Miskin INDONESIA Versus 656 Ribu Rakyat Miskin BANTEN